Suku Sasak : Asal-Usul, Budaya, Lokasi, Pekerjaan, Tradisi Turun Temurun

Loading...
Loading...
Daftar Isi [Tampil]
suku-sasak
Suku Sasak

Adat istiadat suku sasak - Suku sasak tinggal di provinsi? Suku sasak berasal dari mana? Suku Sasak merupakan salah satu suku orisinil Indonesia yg mendiami Desa Sade, Lombok Tengah, yg tidak jauh dari pusat kota.

Dgn lebih dari 600 orang penduduk sampai sekarang ini, suku Sasak diketahui sudah menghuni Pulau Lombok selagi beratus-ratus tahun lamanya. Mereka sudah mendiami wilayahnya sejak 4.000 tahun sebelum masehi.

Sebuah pendapat berbicara bahwa orang Sasak berasal dari perpaduan antara penduduk orisinil Lombok dgn para imigran dari pulau Jawa. Baca juga: sejarah tanah toraja.

Ada juga yg berbicara bahwa nenek moyg suku sasak ialah orang Jawa. Seorang ilmuan, menyatakan bahwa  “Sasak” dengan cara etimologi, berasal dari kata “sah” yg berarti “pergi” & kata “shaka” yg berarti “leluhur”.

Sehingga sasak mempunyai arti “pergi ke tanah leluhur”. Dari arti inilah leluhur orang Sasak diduga ialah orang Jawa. Bahasa Sasak mempunyai kedekatan dgn sistem aksara di Jawa-Bali, khususnya berkenaan dgn sistem aksara yg sama-sama memakai aksara “Ha-Na-Ca-Ra-Ka”.

Tetapi, dengan cara pelafalan, bahasa Sasak lebih mempunyai kedekatan dgn bahasa Bali. Para entomolog menggolongkan bahasa Sasak ke dlm rumpun bahasa Austronesia Malayu-Polinesian.

Corak Keagamaan yg Beraneka Ragam

agama-sasak

Animisme tetap jadi kepercayaan suku Sasak. Berdasar pada sistem kepercayaan Suku Sasak keagamaan masyarakatnya bisa diklasifikasikan jadi tiga kelompok mutlak yaitu Boda, Wetu Telu, & Islam (Wetu Lima).

Boda merupakan kepercayaan orisinil Suku Sasak, beberapa menyebutnya dgn istilah Sasak Boda. Walaupun sekilas ada kesamaan pelafalan dgn Buddha, Boda tidak mempunyai hubungan dgn Buddhisme.

Orang Sasak yg menganut kepercayaan tidak mengetahui & mengakui Sidharta Gautama (Sang Buddha) sebagai tokoh utama.

Agama Boda orang Sasak ini melakukan penyembahan roh-roh leluhur mereka. Sedangkan agama Wetu telu mempunyai ciri yg hampir sama dgn Hindu-Bali juga Kejawen. Hal ini didasarkan pada budaya yg berakar pada kepercayaan tentang kehidupan yg senantiasa mengalir.

Selain Boda & Wetu telu, suku Sasak juga merupakan pemeluk Islam yg patuh. Setiap satu minggu sekali pada hari rabu, masyarakat bakal mengunjungi makam leluhur yg sudah berjasa menyebarkan agama Islam di daerah mereka.

Para penganut Islam suku Sasak sudah membangun Masjid tempat ibadah mereka dgn gaya arsitektur khas yg berbahan dasar kayu & bambu, sedangkan bagian atapnya terbuat dari tipe alang-alang ataupun sirap bambu.

Pekerjaan Mutlak Masyarakat Suku Sasak

suku-sasak

Budaya suku sasak bertani jadi pekerjaan mutlak bagi masyarakat suku Sasak utk mencukupi keperluan sehari-hari.

Para bunda bekerja sebagai penenun yg juga menurunkan keahliannya pada anak perempuan yg sudah diajarkan sejak mereka berumur 10 tahun. Kegiatan menenun ini biasa dilakukan di depan rumah memakai dipan.

Terdapat suatu budaya suku sasak yg mengatur tentang larangan  menikah bagi para gadis yg belum bisa menenun. Kain tenun sendiri mempunyai proses pengerjaan yg relatif lama, hingga tidak aneh apabila kerajinan ini mempunyai kualitas jual yg tinggi.

Tidak hanya sebagai kain khas suku tersebut & dijadikan buah tangan, mahar dlm agenda pernikahan suku Sasak juga biasa memakai kain tenun.

Kebudayaan Khas Suku Sasak

suku-sasak

Kebudayaan suku sasak~Suku Sasak dikenal dgn beberapa macam tradisi & kebudayaan yg khas. Kehidupan masyarakat suku Sasak terkesan sangat natural & otentik.

Bangunan rumah yg hanya berjumlah 150 buah di desa ini, juga tetap termasuk sederhana apabila dibandingkan dgn desa-desa yg lain. Tempat tinggal masyarakat suku tersebut disebut dgn Bale. Bale mempunyai tipe arsitektur khusus & unik.

Jenis & tipe Bale

Terdapat tiga tipe bale dgn manfaat tidak berbeda. Tiga tipe Bale tersebut ialah Bale Bonter, Bale Kodong, & Bale Tani. Bale yg dipakai sebagai tempat tinggal utk para pemangku kekuasaaan disebut dgn Bale Bonter. Pengantin baru bisa tinggal di Bale Kodong. Bale Kodong ini juga bisa dipakai oleh orang tua. Sedangkan, bagi yg sudah mempunyai keluarga & mempunyai anak cucu, bisa tinggal di Bale Tani.

Ruangan di dlm Bale

Di dlm Bale terdapat dua ruangan yg masing-masing mempunyai manfaat tidak sama. Bagian luar ataupun biasa disebut sebagai ruang tamu, dipakai utk menerima tamu & sebagai kamar tidur. Bagian depan ini dibagi dua lagi yaitu bagian kanan yg dipakai sebagai tempat tidur bapak ibu, & bagian kiri yg dijadikan sebagai ruang tidur laki-laki yg di atasnya terdapat sela berupa rak utk menyimpan benda pusaka.

Bale bagian dlm ialah kamar tidur perempuan. Berisi tempat tidur pribadi yg sekaligus dijadikan sebagai ruang utk melahirkan. Ruangan di bagian dlm ini letaknya lebih tinggi dibandingkan dgn ruangan bale bagian luar. Dibagian tengah bale terdapat tiga anak tangga yg bertujuan sebagai penghubung antara ruang bagian dlm dgn ruang bagian luar.

Susunan anak tangga pertama di simbolkan sebagai Tuhan, anak tangga yg kedua sebagai simbol ibu, & anak tangga ketiga sebagai simbol bapak.

Lumbung padi

Lumbung padi di desa ini bentuknya menyerupai bale. Persediaan padi sebagai makan pokok sesudah musim panen bakal disimpan di lumbung ini. Ijuk jadi bahan pembuat atap lumbung dgn arsitektur yg unik. Sebagai alas, suku Sasak memakai tanah liat dgn campuran sekam padi.

Menjaga kebersihan juga jadi kebiasaan masyarakat suku tersebut. Dlm seminggu sekali ataupun pada ketika pelaksanaan upacara adat, kotoran kerbau bakal dipakai utk membersihkan lantainya dgn cara dipel. Masyarakat suku Sasak meyakini serangga sampai beberapa kekuatan magis yg kurang baik bisa diusir dgn membersihkan Bale memakai kotoran kerbau.

Pintu yg pendek

Pintu pada bangunan rumah di suku Sasak berkapasitas lebih singkat daripada tinggi bangunannya. Ornamen & bentuk pintu ini mirip dgn bentuk pintu rumah budaya di Jawa Tengah. Ukuran pintu yg singkat ini dimaksudkan supaya orang yg bertamu, menundukkan kepalanya utk menghormati penghuni rumah.

Rumah yg berdempetan

Penduduk suku sasak biasa membangun  rumah dgn bentuk serta ukuran yg hampir sama satu sama lain. Rumah ini dibangun berdempetan dgn rumah lain, dgn penghubung berupa jalan setapak kecil antar rumah satu dgn lainnya. Tidak hanya bentuknya yg sederhana, perabotan rumah ini juga jauh dari kesan mewah ataupun mahal.

Tradisi Menikah Muda

suku-sasak

Salah satu tradisi unik yg ada pada masyarakat desa Sade ini ialah memperbolehkan anak menikah usia muda pada umur 14 tahun, dgn anak laki-laki yg sudah berumur 19 tahun. Adatnya, selagi tiga hari, setiap perempuan yg bakal menikah “diculik” terlebih dahulu oleh mempelai laki-laki.

Diculik ini artinya hanya menginap di rumah kerabatnya dgn catatan calon mempelai tidak boleh menginap di area desa tersebut. Tradisi ini tetap berlangsung utk menghormati para leluhur yg tetap dilestarikan oleh masyarakat suku tersebut.

Desa Sade berikut suku Sasak yg tinggal di dlmnya, sudah jadi salah satu destinasi wisata budaya yg ada di Lombok  yg bagus, jadi kamu sudah paham bukan? suku sasak berada di mana?
Loading...

0 Response to "Suku Sasak : Asal-Usul, Budaya, Lokasi, Pekerjaan, Tradisi Turun Temurun"

Posting Komentar

Bebas berkomentar dengan akun apapun