√ Pengertian Cerita Fiksi, Jenis, Unsur, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Contoh Cerita Fiksi

Loading...
Loading...
Daftar Isi [Tampil]
cerita-fiksi
Buku Novel Fiksi

Arti Teks Cerita Fiksi – Kamu mungkin sudah sempat membaca mengenai beberapa cerita karangan, fiksi, ataupun fantasi di buku hasil karangan dari seorang penulis. Menurut saya, dgn membaca cerita fiksi bisa mengembangkan performa imajinasi seseorang.

Nah jadi apa pengertian cerita fiksi? apa saja unsur intrinsik buku fiksi? dan unsur ekstrinsik buku fiksi?

Pengertian Cerita Fiksi

Definisi Teks fiksi adalah karya sastra yg berisi cerita rekaan ataupun didasari dgn gambaran (fantasi) & bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.

Imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, tafsiran, kecendikiaan, penilaiannya terhadap beberapa momen momen nyata maupun momen hasil rekaan semata.

Jenis Cerita Fiksi

Jenis cerita fiksi ada 3, yakni:
  1. Novel, yakni sebuah karya fiksi prosa yg yg tertulis & naratif .
  2. Cerpen, yakni sebuah bentuk prosa naratif fiktf yg cenderung padat & langsung pada tujuannya.
  3. Roman


Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Berikut ini unsur intrinsik yg membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dlm unsur intrinsik buku fiksi:
  1. Tema, yakni gagasan dasar umum yg menopang sebuah karya sastra yg terkandung di dlm teks.
  2. Tokoh, yakni pelaku dlm karya sastra.  Karya sastra dari sisi peranan dibagi jadi 2, yakni tokoh utama & tokoh tambahan.
  3. Alur/Plot, yakni cerita yg berisi urutan kejadian, tetapi tiap kejadian itu hanya dihubungkan dengan cara sebab dampak, momen yg satu dikarenakan ataupun menyebabkan momen yg lain.
  4. Konflik, yakni kejadian yg termasuk penting, merupakan sebuah unsur yg sangat diperlukan dlm mengembangkan plot.
  5. Klimaks, yakni ketika sebuah konflik sudah mencapai tingkat intensitas paling atas, & ketika itu merupakan sebuah yg tidak bisa dihindari.
  6. Latar, yakni tempat, waktu, & lingkungan sosial tempat terjadinya momen-momen yg diceritakan.
  7. Amanat, yakni pesan yg diberikan pengarang terhadap persoalan di dlm sebuah karya sastra.
  8. Sudut pandang, yakni cara sudut pandang pengarang sebagai sarana utk mengenalkan tokoh, tindakan, latar, & beberapa momen yg membentuk cerita dlm sebuah karya fiksi terhadap pembaca.
  9. Penokohan, yakni teknik ataupun cara-cara menampilkan tokoh.
  10. Kesatuan
  11. Logika
  12. Penafsiran
  13. Gaya Bahasa


Sedangkan unsur ekstrinsik buku fiksi yg membentuk buku fiksi tersebut adalah:

  1. Kondisi subjektivitas individu pengarang yg mempunyai sikap.
  2. Keyakinan.
  3. Pandangan hidup yg keseluruhan itu bakal mempengaruhi karya yg ditulisnya.
  4. Psikologi, berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, & sosial juga bakal mempengaruhi karya sastra.
  5. Pandangan hidup.
  6. Beberapa karya seni yg lain, & sebagainya.


Struktur Teks Cerita Fiksi

Apabila kamu mengenal struktur cerpen, maka itu tidak jauh tidak sama dgn struktur penyusun teks cerita fiksi. Dimana struktur cerita fiksi terdiri 6 unsur berikut:
  1. Abstrak, bagian ini ialah boleh ada maupun tidak ada. Bagian ini jadi inti dari sebuah teks cerita fiksi.
  2. Orientasi, berisi mengenai pengenalan tema, latar belakang tema serta tokoh-tokoh didlm novel. Terletak dibagian awal & jadi penjelasan dari teks cerita fiksi dlm novel.
  3. Komplikasi, merupakan klimaks dari teks cerita fiksi sebab dibagian ini mulai timbul beberapa persoalan, biasanya komplikasi disebuah novel jadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.
  4. Evaluasi, bagian dlm teks naskah novel yg berisi munculnya pembahasan pembagian ataupun pun penyelesaian persoalan.
  5. Resolusi, merupakan bagian yg berisi inti pembagian persoalan dari persoalan-persoalan yg dialami tokoh utama.
  6. Koda (reorientasi), berisi amanat & juga pesan moral positif yg bisa dipetik dari sebuah naskah teks cerita fiksi.


Kaidah Kebahasaan

Supaya kamu bisa membedakan teks cerita fiksi dgn yg lain, 3 ciri kaidah kebahasaan berikut wajib diketahui:
  1. Majas Metafora, merupakan perumpamaan yg sering dipakai utk membandingkan sebuah benda ataupun yg menggambarkan dengan cara langsung atas dasar sifat yg sama.
  2. Majas Metonimia, merupakan gaya bahasa yg dipakai, kata-kata tertentu dipakai sebagai pengganti kata yg sebetulnya, tetapi pemakaian nya hanya pada kata yg mempunyai pertalian yg begitu dekat.
  3. Majas Simile (persamaan), dipakai sebagai perbanding yg bersifat eksplisit dgn maksud menyebutkan sesuatu hal dgn hal lainnya. Seperti: seumpamanya, selayaknya, laksana.

Contoh Cerita Fiksi


Faktakah.com berharap semoga penjelasan arti buku fiksi, jenis cerita fiksi, unsur cerita fiksi, struktur cerita fiksi dan kaidah kebahasaan teks cerita fiksi diatas bisa bermanfaat, hingga bisa menunjang prestasi kamu di sekolah dan membantu kamu dalam mengerjakan PR. Lain kali mimin akan membuat contoh cerita fiksi beserta strukturnya...

Wajib baca:

Loading...

0 Response to "√ Pengertian Cerita Fiksi, Jenis, Unsur, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Contoh Cerita Fiksi"

Posting Komentar

Bebas berkomentar dengan akun apapun