KEBIJAKAN MONETER: Pengertian Jenis, Instrumen, Tujuan + Penjelasan

Loading...
Loading...
Daftar Isi [Tampil]
kebijakan-moneter
Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah mengatur ataupun mengelola persediaan uang sebuah negara utk mencapai sebuah tujuan tertentu, seperti inflasi yg terkontrol, meningkatkan kesejahteraan masyarakat ataupun meningkatkan peluang kerja.

Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah kebijakan yg dilakukan oleh Bank Indonesia ataupun bank sentral utk merubah penawaran uang ataupun merubah suku bunga yg ada, dgn tujuan utk mempengaruhi pengeluaran dlm perekonomian.

Jenis Atau Indikator Kebijakan Moneter

Di Indonesia, jenis kebijakan moneter dibagi jadi 2 jenis yakni Kebijakan Moneter Kontraktif & Ekspansif.

Pengertian kebijakan moneter kontraktif ialah kebijakan moneter yg membatasi ataupun mengurangi jumlah uang berdar sebab perekonomian sedang mengalami kenaikan tingkat inflasi diatas batas normal.

Pengertian kebijakan moneter ekspansif ialah kebijakan moneter yg meningkatkan jumlah uang beredar dgn tujuan utk mengurangi pengangguran & meningkatkan daya beli masyarakat pada ketika perekonomian sedang resesi.

Dlm menentukan indikator kesuksesan kebijakan moneter, bank sentral bisa memakai 3 indikator. Ketiga indikator tersebut ialah:

1. Uang Beredar (Monetary Targeting)

Menetapkan pertumbuhan jumlah uang beredar sebagai sasaran menengah.

Kelebihan:




  1. Dimungkinkan pelaksanaan kebijakan moneter yg independen hingga bank sentral bisa fokus pada pencapaian tujuan ( inflasi ).
Kekurangan:

  1. Penerapannya tergantung terhadap kestabilan hubungan antara besaran moneter dgn sasaran akhir (inflasi)
  2. Susah dimengerti oleh masyarakat


2. Penargetan Kualitas Tukar (Exchange Rate Targeting)

Menyesuaikan & menetapkan kualitas valuta domestik terhadap valuta negara-negara besar yg mempunyai laju inflasi rendah

Kelebihan:

  1. Sederhana & mudah dipahami masyarakat.
  2. Dapat meredam laju inflasi.
  3. Penargetan kualitas tukar ditetapkan dgn aturan yg bisa mendisiplinkan kebijakan moneter.
Kekurangan:

  1. Rentan terhadap perbuatan spekulan, gejolak yg terjadi di sebuah negara bisa langsung berakibat terhadap perekonomian domestik.


3. Sasaran Inflasi (Inflation Targeting)


  1. Penetapan sasaran inflasi jangka menengah & komitmen utk mencapai stabilitas harga sebagai tujuan jangka panjang.


Kelebihan:
  1. Target pencapaian sangat jelas & sederhana.
  2. Meningkatkan akuntabilitas bank sentral.
Kekurangan:

  1. Sinyal terhadap pencapaian sasaran tidak secepat dgn pendekatan sebelumnya.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen-instrumen yg biasa dipakai oleh pemerintah dlm pengambilan kebijakan moneter:

1. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka 


Operasi pasar terbuka ialah salah satu kebijakan yg diambil bank sentral utk meningkatkan ataupun mengurangi jumlah uang beredar.

Kebijakan ini dilakukan dgn cara menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ataupun membeli surat berharga di pasar modal.

2. Kebijakan Cadangan Kas


Bank sentral bisa membuat peraturan utk menaikkan ataupun menurunkan cadangan kas (cash ratio). Bank umum, menerima uang dari nasabah dlm bentuk giro, deposito, tabungan, sertifikat deposito, & tipe tabungan lainnya.

Terdapat persentase tertentu dari uang yg disetorkan nasabah & tidak boleh dipinjamkan.

3. Kebijakan Kredit Ketat


Kredit masih diberikan bank umum, tetapi pemberiannya wajib sangatlah didasarkan pada syarat 5C, yakni Character, Capability, Collateral, Capital, & Condition of Economy.

Dgn kebijakan kredit ketat, jumlah uang yg beredar bisa diawasi. Langkah kebijakan ini biasa diambil pada ketika ekonomi sedang mengalami inflasi.

4. Kebijakan Diskonto


Kebijakan diskonto yakni pemerintah meningkatkan ataupun mengurangi jumlah uang beredar dgn cara merubah diskonto bank umum.

Apabila bank sentral memperhitungkan jumlah uang beredar sudah melebihi kebutuhan (gejala inflasi), bank sentral mengeluarkan keputusan utk menaikkan suku bunga. Dgn menaikkan suku bunga bakal merangsang keinginan orang utk menabung.

5. Kebijakan Dorongan Moral


Bank sentral bisa juga mempengaruhi jumlah uang beredar dgn beberapa informasi, pidato, & edaran yg ditujukan pada bank umum & pelaku moneter lainnya. Isi pemkabarhuan, pidato, & edaran bisa berupa ajakan ataupun larangan utk menahan pinjaman tabungan ataupun pun melepaskan pinjaman.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan kebijakan moneter adalah sebuah kondisi ekonomi makro yg tercapai. Tujuan tersebut berbeda dari waktu ke waktu serta berbeda dari satu negara dgn negara lainnya.

Tujuan kebijakan moneter tidak statis, tetapi bersifat dinamis sebab rutin disesuaikan dgn kebutuhan perekonomian sebuah negara.

Akan tetapi, kebanyakan negara menetapkan empat hal yg jadi tujuan kebijakan moneter adalah:

  1. Pertumbuhan ekonomi & pemerataan pendapatan.
  2. Kestabilan harga.
  3. Keseimbangan neraca pembayaran.
  4. Peluang kerja.

Berikut bakal dijelaskan dengan cara lebih detail tujuan dari kebijakan moneter, yakni:

  1. Memperniagakan valuta sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dlm perekonomian.
  2. Distribusi likuiditas yg optimal dlm rangka menggapai pertumbuhan ekonomi yg diharapkan pada beberapa sektor ekonomi.
  3. Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian & kestabilan tingkat harga.
  4. Menjaga stabilitas ekonomi, artinya pertumbuhan arus barang & jasa sebanding dgn pertumbuhan arus barang & jasa yg tersedia.
  5. Menjaga kestabilan harga. Harga sebuah barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yg beredar dgn jumlah uang yg tersedia di pasar.
  6. Menolong pemerintah utk melakukan kewajibannya yg belum terealisasikan dr sumber penerimaan yg normal.
  7. Meningkatkan peluang kerja. Pada ketika perekonomian stabil maka pengusaha bakal mengadakan investasi utk meningkatkan jumlah barang & jasa hingga adanya investasi bakal membuka lapangan kerja baru hingga membutuhkan peluang kerja masyarakat.
  8. Memperbagusi neraca Perdagangan Kerja Masyarakat. Dgn jalan meningkatkan ekspor & mengurangi impor dari luar negeri yg masuk ke dlm negeri ataupun sebaliknya.

Tujuan-tujuan tersebut sebetulnya saling berhubungan satu sama lainnya, tetapi dlm prakteknya susah dicapai dengan cara bersamaan.

Apabila pemerintah hanya terfokus pada 1 tujuan artinya tujuan lain bakal terbengkalai. Bisa juga pemerintah melakukan hal sebaliknya, yakni mengupayakan supaya seluruh tujuan tercapai, tetapi hasilnya tidak bakal optimal (adanya konflik antar tujuan).

Sehingga, pada UU No.3 tahun 2004 tercatat bahwa Bank Indonesia sebagai eksekutor kebijakan moneter mempunyai tujuan utk mencapai & merawat kestabilan rupiah.


Kebijakan moneter bisa difokuskan pada pencapaian kestabilan perekonomian domestik. Tidak bergantung terhadap kestabilan hubungan antara besaran moneter & sasaran akhir (inflasi). Pengaturan keluar masuknya keuangan merupakan hal paling penting bagi setiap tubuh usaha. Utk itu, diperlukan adanya laporan keuangan yg teliti..
Sekian pembahasan tentang kebijakan moneter. Itulah pengertian moneter, jenis kebijakan moneter dan instrumen kebijakan moneter. Selanjutnya admin akan update makalah kebijakan moneter dan contoh kebijakan moneter, terima kasih.

Wajib baca:

  1. Pengertian SOP, Contoh SOP, Tujuan SOP, Fungsi SOP dan Cara Membuat SOP
  2. CSR: Pengertian, Manfaat, Hubungannya Dengan Pembangunan Berkelanjutan
  3. 22+ Jurusan Kuliah Dengan Prospek Kerja Sesudah Lulus
Loading...

0 Response to "KEBIJAKAN MONETER: Pengertian Jenis, Instrumen, Tujuan + Penjelasan"

Posting Komentar

Bebas berkomentar dengan akun apapun