Sejarah 9 Wali Songo Lengkap dan Peranannya Menyebarkan Islam di Indonesia

Loading...
Loading...
Sejarah 9 Wali Songo Lengkap dan Peranannya Menyebarkan Islam di Indonesia
gambar sembilan wali songo

Sunan Wali Songo – Walisongo di kenal sebagai orang -orang penyebar agama Islam paling berpengaruh di Pulau Jawa pada abad ke-14. Para sunan wali songo tinggal di tiga wilayah penting pantai utara pulau Jawa, yakni Surabaya-Gresik-Tuban-Lamongan yg berada di provinsi Jawa Timur, sedangkan Demak, Kudus, & Muria berada di provinsi Jawa Tengah, & Cirebon berada di provinsi Jawa Barat.

Para sunan wali songo ini berdakwah di setiap bagian Nusantara negeri ini dgn mengundang masyarakat utk masuk dlm agama Islam tanpa adanya suatu paksaan sama sekali. Dlm setiap berdakwah setiap Sunan (Julukan walisongo) mempunyai wilayahnya masing-masing,dan juga terdapat beberapa peninggalan yg menjadi bukti terhadap perannya dlm tersebarnya agama Islam di Negeri ini.

Berikut sejarah sunan wali songo lengkap sesuai dengan urutannya:

SEMBILAN WALI SONGO DAN PERANANNYA MENYEBARKAN AGAMA ISLAM DI TANAH JAWA


Wali songo adalah sejumlah wali yg mempunyai kontribusi besar penyebaran Islam di Indonesia terutama di pulau Jawa. Mereka ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Drajat, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, serta Sunan Gunung Jati. Semasa hidupnya mereka tidak hidup dengan cara bersamaan tetapi mereka memempunyai hubungan erat antara guru & murid.

Era walisongo merupakan era selesainya dominasi Hindu-Budha dlm budaya Nusantara di gantikan dgn kebudayaan Islam. Pasti banyak tokoh lain yg ikut serta berperan, tetapi peranan mereka sangat besar dlm mendirikan kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat.

Urutan wali songo


Sebutkan 9 wali songo? Berikut beberapa nama wali songo & peranannya dlm menyebarluaskan agama Islam di Indonesia, terutama di pulau Jawa, sesuai dengan urutan wali songo yang benar:

1. SUNAN GRESIK – WALISONGO


Tokoh wali songo pertama ialah Maulana Malik Ibrahim di lahirkan di Campa (Kamboja), ayahnya bernama Barakat Zainul Alam yakni seorang ulama besar di Maghrib.  Maulan Malik Ibrahim ini di sebut sebagai Sunan Gresik ataupun Syakh Maghribi ataupun Makhdum Ibrahim al-Samarqandi, & orang jawa biasa menyebutnya sebagai Asmaraqandi.

Maulana Malik Ibrahim merupakan orang pertama yg menyebar luaskan agama Islam di tanah Jawa, & merupakan wali senior di antara para walisongo yg lainnya. Dgn di kawani oleh beberapa sahabatnya beliau datang pertama kali di Desa Sembolo yg sekarang ialah Desa Laren kecamatan Manyar, 9 kilometer dari arah utara kota Gresik.

Sebelum masuk ke tanah Jawa, Maulana Malik Ibrahim bermukim di Champa (Dlm legenda disebut sebagai negeri Chermain ataupun Cermin) selama 13 tahun. Beliau melamar putri raja yg memberinya dua putra, yakni Raden Rahmat (Sunan Ampel) & Rasyid Ali Murtadha (Raden Santri). Sesudah dirasa lumayan berdakwah di negeri tersebut beliau hijrah di pulau Jawa yakni di Gresik.

Sesudah mendarat di kota Gresik, beliau memilih tempat  di suatu Desa bernama Laren. Di desa itulah tepatnya pada tahun 801 H/ 1329 M beliau menjalankan misi dakwah aliran agama Islam. Tidak hanya itu, beliau juga membuka toko di Desa Romo (3 km sebelah barat kota Gresik). Dgn memperkenalkan barang-barang bawaanya.

Islamisasi Jawa, aktivitas pertama yg di lakukan oleh Maulan Malik Ibrahim ialah berdagang dgn membuka warung yg menyediakan kebutuhan pokok dgn harga terjangkau. Beliau memperkenalkan diri sebagai tabib utk mengobati masyarakat dengan cara gratis. Maulana Malik Ibarahim saat tersebut juga mengajarkan tentang bertani.

Beliau merangkul masyarakat bawah yg di sisihkan oleh komunitas Hindu. Pendekatan yg di lakukan ialah dgn pergaulan & berdagang. Dgn adanya budi bahasa yg ramah senantiasa di perlihatkannya dlm pergaulan sehari-hari, beliau tidak menantang kepercayaan penduduk asli, melainkan hanya menunjukan keindahan & kebaikan agama Islam.

Berkat keramah tamahannya banyak masyarakat yg berminat utk masuk dlm agama Islam. Sesudah lumayan mapan Maulana Malik Ibrahim melakukan kunjungan ke kota Majapahit di Trowulan, walaupun raja tidak masuk Islam, tetapi raja menerimanya dgn bagus, bahkan memberikan sebidang tanah di pinggiran kota Gresik yg sekarang di sebut sebagai Gapura.

2. SUNAN AMPEL – WALISONGO


Nama original dari sunan Ampel ialah Raden Rahmat. Pada umumnya sunan Ampel di anggap sebagai wali sesepuh oleh para wali lainnya. Pesantrennya berada di Ampel Denta Surabaya, juga merupakan salah satu penyebaran aliran agama Islam tertua di Jawa. Beliau menikah dgn Dewi Condrowati yg bergelar Nyai Ageng Manila.

Dewi Condrowati ini merupakan putri dari adipati Tuban yakni Arya Teja, beliau juga menikah dgn Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Dari pernikahannya dgn Dewi Condrowati berputra-putri Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Siti Syari’ah, Raden Qasim (Sunan Derajat), Sunan Sedayu, Siti Mutma’innah, & Siti Hafsah.

Sedangkan pernikahannya dgn Dewi Karimah berputra-putri Dewi Murtasiyah yg juga merupakan istri dari Sunan Giri, Dewi Murtasimah (Dewi Asyiqah) yg juga merupakan istri dari Raden Fatah, Raden Husamuddin (Sunan Lamongan), Raden Zaenal Abidin (Sunan Demak), Pangeran Tumapel & Raden Faqih (Sunan Ampel 2).

Sunan Ampel datang ke pulau Jawa pada tahun 1443,  utk menemui bibinya Dwarawati, ia merupakan seorang putri Champa yg menikah dgn raja Majapahit yg bernama Prabu Kertawijaya. Dakwah sunan Ampel yg di kenalkan terhadap masyarakatnya di kenal dgn sebutan Moh Limo.

Moh Limo yg di maksud ialah Moh Mabok (tidak mau minum minuman keras), Moh Main (tidak mau judi, togel, taruhan), Moh Madon (tidak mau zina, lesbian, homo), Moh Madat (tidak mau mencuri), Moh Maling (tidak mau mencuri, korupsi, & lain sebagainya). Dakwah Sunan Ampel ini bermanfaat utk memperbagusi kerusakan akhlaq di tengah masyarakat saat itu.

Pada tahun 1479 M, Sunan Ampel mendirikan masjid Agung Demak, & yg menjadi penerus utk melanjutkan dakwahnya di kota Demak ialah Raden Zaenal Abidin yg di kenal sebagai sunan Demak, Raden Zaenal Abidin merupakan putra sunan Ampel dari Dewi Karimah.

Baca :

3. SUNAN BONANG – WALISONGO


Sunan Bonang di lahirkan pada tahun 1465 dgn nama orisinil yakni Raden Maulana Makhdum Ibrahim, beliau putra sunan Ampel dgn Nyai Ageng Manila. Bonang merupakan suatu nama Desa di kabupaten Rembang.  Nama sunan Bonang ada yg menyebutnya dari  Bong Ang yg sesuai dgn marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.

Sesudah beres menimba ilmu, beliau kembali lagi ke Tuban  & lalu mendirikan pesantren di tanah kelahiran ibunya tersebut. Saat tersebut masyarakat Tuban sangat menyukai hiburan, oleh sebab tersebut cara berdakwah sunan Bonang salah satunya ialah dgn membuat alat musik tradisional yakni gamelan utk luar biasa hati masyarakat supaya berminat utk belajar agama Islam.

Selain menjadikan pesantren di Tuban sebagai basis wilayah dakwah, beliau juga menyebarkan Islam dgn cara berkeliling. Sunan Bonang tidak hanya menyebarkan aliran agama Islam dgn gamelan, beliau juga memakai cara dakwah dgn adanya karya sastra yg berupa carangan paweygan & suluk serta tembang tamsil.

Sunan Bonang berdakwah dgn memakai kesenian alat musik tradisional ialah utk luar biasa hati & simpatik masyarakat. Menurut beliau cara berdakwah dgn alat musik tradisional merupakan cara yg tepat, jadi beliau juga mendalami kesenian Jawa salah satunya ialah Bonang (alat musik yg di pukul memunculkan suara merdu).

Setiap kali sunan Bonang membunyikan alat musik tersebut banyak masyarakat berdatangan utk mendengar & menyaksikan, sesudah masyarakat berminat hati & simpati lalu beliau menyisipkan aliran agama Islam terhadap masyarakat.

Dgn kepandaian seni & sastranya, sunan Bonang mengajarkan & menyebar luaskan aliran Islam dgn lantunan tembang-tembang yg mengandung kualitas-kualitas ke Islaman, jadi tanpa terasa penduduk sudah mendalami aliran Islam dgn bahagia hati & tanpa paksaan. Salah satu tembang dari  sunan Bonang  yg fenomenal ialah tembang “Tombo Ati”.

4. SUNAN DERAJAT – WALISONGO


Sunan Derajat mempunyai nama kecil syarifuddin ataupun Raden Qasim yg juga merupakan putra bungsu sunan Ampel dgn Nyai Ageng Manila, & beliau juga merupakan saudara dari sunan Bonang. Sunan Derajat di kenal dgn kecerdasannya, beliau menyebar luaskan aliran agama Islam di Desa Paciran Lamongan.

Dakwah yg di lakukan oleh Sunan Derajat pada mulanya di lakukan atas perintah ayahnya, yakni berdakwah di pesisir pantai Gresik, hingga akhirnya beliau menetap di Lamongan. Utk menempati tempat tersebut Raden Qasim di antar sunan Bonang dgn tujuan meminta izin sultan Demak utk menempati wilayah tersebut.

Sultan Demak tidak hanya mengizinkannya utk tinggal tetapi memberikan tanahnya pada tahun 1486 H. Sunan Derajat di kenal sebagai penyebar agama Islam yg mempunyai jiwa sosial tinggi & sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin, tidak hanya tersebut beliau mengutamakan pada kesejahteraan sosial masyarakat.

Sesudah memberikan perhatian penuh, barulah lalu beliau memberikan pemahaman aliran agama Islam yg berkaitan tentang adanya empati & etos kerja yg berupa kedermawanan, pengentasan kemiskinan, usaha menciptakan kemakmuran, solidaritas serta gotong royong.  Cara dakwah yg beliau lakukan banyak memakai aliran luhur & tradisional lokal.

5. SUNAN KUDUS – WALISONGO


Sunan Kudus sejatinya bukanlah merupakan penduduk Kudus, beliau berasal & lahir dari Quds negeri palestina, yg lalu bersama kakek & ayahnya utk hijrah ke tanah Jawa. Dlm cerita lain sunan Kudus merupakan pendatang dari daerah Jipang Panolan yg merupakan daerah di sebelah utara Blora.

Sunan Kudus juga merupakan senopati luar biasa dari kerjaan Demak, saat beliau menjabat sebagai senopati kerajaan Majapahit di taklukannya. Keberhasilan mengalahkan majapahit membuat posisi Ja’far Shadiq terus kuat, tetapi lalu ia meninggalkan Demak sebab ingin hidup merdeka & mendedikasikan semua hidupnya utk menyebar luaskan agama Islam.

Dlm menyebarkan aliran agama Islam sunan Kudus terbukti banyak berguru & belajar ilmu agama terhadap sunan Kalijaga, jadi metode dakwah sunan Kudus tidak jauh beda dgn sunan Kali Jaga, yg menekankan pada budaya kearifan lokal  dgn mengapresiasi budaya masyarakat setempat.

Sosok sunan Kudus di kenal sebab ia memberikan pondasi pengajaran keagamaan & kebudayaan yg toleran. Beberapa kualitas toleransi yg di perlihatkan sunan Kudus terhadap masyarakatnya ialah tidak boleh menyembelih sapi terhadap para pengikutnya, sebab saat tersebut sapi di anggap sebagai fauna suci. Sehingga, aliran agama Islam dari sunan Kudus ini menekankan pada toleransi beragama.

6. SUNAN GIRI – WALISONGO


Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishaq dgn Dewi Sekardadu yakni putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Balambangan pada masa akhir kerajaan Majaphit. Tetapi, akung kelahirannya di anggap sebagai suatu kutukan oleh ayahnya Dewi Sekardadu, sehingga, ia di paksa oleh ayahnya utk membuang anaknya dgn menghanyutkannya ke laut.

Sesudah Lumayan Dewasa, Joko Samudra di bawa bunda angkatnya ke Ampel Denta utk belajar agama terhadap Sunan Ampel. Tak selang beberapa lama mengajarnya sunan Ampel mengenal Bukti diri dari Sunan Giri tersebut, & lalu Sunan Ampel mengirimkan sunan Giri bersama juga dgn sunan Bonang utk mendlmi agama Islam di wilayah Pasai.

Cara Dakwah yg di lakukan oleh Sunan Giri ialah dgn menciptakan unsur lagu & game dgn memasukkan beberapa unsur-unsur agama, hal ini beliau lakukan utk mendekatkan aliran agama Islam terutama utk anak-anak.

Sunan Giri menciptakan tembang dolanan yg di kenal dgn jelungan bukanlah sekadar nyanyian & tertawa belaka, tetapi dari semua tersebut terdapat pelajaran yg luar biasa terkait dgn ketauhidan.

Baca :

7. SUNAN KALIJAGA – WALISONGO


Raden Said merupakan seseorang yg peduli & dekat terhadap rakyat jelata, hal ini dibuktikan saat beliau membela rakyat jelata di masa susahnya. Saat tersebut pemerintah sangat membutuhkan dana besar utk menanggulangi roda pemerintahan, jadi rakyat jelata mau tidak mau haruslah bayar pajak yg tinggi utk hal tersebut.

Saat itulah, sunan Kalijaga berpikir haruslah menolong rakyat jelata. Tetapi, tanpa berpikir panjang Raden Said melakukan hal tidak terpuji demi menolong rakyat jelata. Beliau mencuri hasil bumi yg tersimpan di gudang ayahnya. Hasil bumi tersebut merupakan hasil upeti rakyat jelata yg bakal di setorkan terhadap pemerintahan pusat.

8. SUNAN MURIA – WALISONGO


Nama Sunan Muria di ambil dari tempat tinggal terbarunya yakni di lereng Gunung Muria, yakni 18 kilometer ke utara kota Kudus. Sunan Muria mempunyai peran penting dlm menyebarkan aliran agama Islam di kurang lebih Gunung Muria. Dlm menyebarkan agama Islam beliau meniru cara ayahnya, yakni menyebarkan agama islam dgn halus.

Tetapi, tidak sama dgn ayahnya, dlm menyebarkan dakwahnya Raden Umar Sahid (Sunan Muria) lebih bahagia berdakwah di daerah terpencil & jauh dari pusat kota. Tempat tinggal beliau berada di puncak Gunung Muria yg bernama Colo, di tempat tersebut beliau berinteraksi dgn rakyat jelata, & mengajarkan cara bertepat tanam, berdagang serta melaut.

Sunan Muria dlm menyebarkan agama Islam tetap mempertahankan kesenian gamelan serta wayang sebagai alat dakwah. Beliau menciptakan beberapa tembang utk mengamalkan aliran Islam. Dgn cara inilah sunan Muria di kenal sebagai sunan yg suka berdakwah topo ngeli. Sunan Muria juga di kenal sebagai pribadi yg sanggup memecahkan beberapa macam persoalan.

Dgn gayanya yg moderat dlm berdakwah ini mengikuti jejak ayahnya menyelusup lewat  tradisi kebudayaan Jawa. Seperti halnya adanya budaya kenduri pada hari tertentu sesudah kematian yg lalu di ganti dgn nelung dino hingga nyewu yg tak di haramkannya,  Tradisi membakar menyan ataupun sesaji di ganti dgn berdo’a & bersholawat.

9. SUNAN GUNUNG JATI – WALISONGO


Sunan Gunung Jati mempunyai nama Syarif Hidayatullah. Di usianya yg menginjak 20 tahun sunan Gunung Jati sudah di tinggal oleh ayahnya. Sesudah di tinggal ayahnya beliau di daulat utk menjadi Raja Mesir utk menggantikan ayahnya, tetapi beliau menolaknya & memilih utk menyebarkan aliran agama Islam ke tanah Jawa bersama ibunya.

Sebelum Sunan Gunung Jati & ibunya Syaifah Muda’imah datang ke Jawa Barat tahun 1475 Masehi, mereka terlebih dahulu singgah di Gujarat & Pasai, guna utk memperdlm ilmu agamanya. Kedatangannya sambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana beserta keluarganya.

Dlm menyebarkan Islam, Sunan Gunung Jati tidak sendiri, beliau di bantu oleh para wali lainnya. mereka biasanya bermusyawarah di masjid Demak. Pergaulannya dgn para wali & sultan Demak, menjadikan sunan Gunung Jati mendirikan Kesultanan Pakungwati, yg lalu dia jadi sebagai raja & mendapat gelar sultan.

Dgn adanya kesultanan, Cirebon tidak lagi mengirimkan upeti terhadap pajajaran. Kesultanan pakungwati terus besar dgn bergabungnya perwira & prajurit tambahan, terlebih lagi adanya pelabuhan Muara Jati, yg membuat perdagangan terus pesat terutama dgn Negara China.

Jalinan Cirebon & China terus erat, dlm dakwahnya tersebut beliau mengajarkan ilmu shalat terhadap rakyat China, dgn mengumumkan bahwa setiap melakukan gerakan sholat merupakan terapi pijat ringan ataupun biasa yg disebut dgn akupuntur, ilmu pengobatan tersebut di perolah saat beliau mengembara ilmu di China.

Baca :

ARTI NAMA WALI SONGO


Nama walisongo tetap terkenal hingga sekarang di kalangan masyarakat luas. Julukan walisongo ini diberikan terhadap 9 orang wali yg berjasa besar dlm penyebaran agama Islam di Indonesia pada zaman dahulu.  Wali songo terdiri dari dua kata yakni wali & songo, yg artinya wali ialah wakil & songo ialah sembilan.

Menurut agama Islam adanya istilah waliyullah ataupun wali Allah mempunyai makna yg dekat dgn kekasih Allah. Oleh sebab itu, dengan cara bahasanya pengertian wali songo ialah sembilan wali Allah. Sembilan orang yg tergolong dlm wali songo dijuluki sebagai sunan yg berjasa dlm menyebarkan aliran agama Islam di Indonesia terutama di tanah Jawa.

KAROMAH DAN KESAKTIAN SALAH SATU WALI SONGO


Setiap sunan wali mempunyai gaya & cara yg unik utk memikat hati para masyarakat, bangsawan, musuh & lain sebagainya utk memeluk Islam tanpa adanya paksaan sama sekali. Seperti halnya seorang Brahmana yg ingin menantang dgn memperlawankan keilmuannya dgn sunan Bonang. Tetapi saat di tengah perjalanan kapal yg di naiki oleh Brahmana & muridnya tenggelam.

Hingga akhirnya sang Brahmana terdampar di pesisir laut pantai Tuban. Saat mereka sadar ada seorang yg memakai jubah putih & mendekatinya tersebut menancapkan tongkatnya, & beberapa menit lalu beliau mencabut tongkatnya tersebut lalu keluar air & mengangkat buku-buku Brahmana yg tenggelam.

Sementara itu, murid-murid sang Brahmana merasa kehausan. Hingga akhirnya murid-murid tersebut meminum air jernih yg terpancar tersebut utk meminumnya, tetapi sang Brahmana khawatir air tersebut memabukkan, lalu yg terjadi ialah air tersebut sangat segar & lalu sang Brahmana ikut meminumnya.

Beberapa kejadian tersebut, hingga akhirnya sang Brahmana & muridnya masuk Islam tanpa paksaan dgn sendirinya.mereka menjadi murid sunan Bonang.

PENGARUH WALI SONGO DALAM BUDAYA NUSANTARA


Para 9 sunan walisongo hidup secara berbeda, tetapi hubungan mereka layaknya saudara, kawan, guru & murid, Maulana Malik Ibrahim ialah yg tertua, sunan Ampel merupakan putra dari Maulana Malik Ibrahim, sunan Giri yg juga merupakan keponakan dari Maulana Malik Ibrahim & sepupu dgn sunan Ampel.

Sunan Bonang & sunan Derajat merupakan putra dari sunan Ampel, sunan Kalijaga merupakan murid sekaligus kawan dari sunan Bonang. Sunan Muria merupakan putra & sunan Kalijaga, sunan Kudus merupakan murid dari sunan Kalijaga, & sunan Gunung Jati merupakan sobat dari para sunan lainnya, kecuali Maulana Malik Ibrahim sebab lebih dahulu meninggal.

Mereka mengenalkan beberapa bentuk kebudayaaan baru seperti halnya bertani, berdagang, kebudayaan, kesenian, kesehatan, kemasyarakatan hingga pemerintahan, walau demikian sebelum Islam masuk ke bumi Nusantara sudah banyak suku, bangsa, organisasi, sosial budaya, ekonomi yg berkembang.

Era 9 sunan Wali Songo merupakan era akhir kerajaan Hindu-Budha dlm budaya Nusantara di gantikan dgn kebudayaan Islam. Saat itulah peranan walisongo sangat penting dlm menyebarluaskan Islam di tanah Jawa, beberapa metode yg di gunakan walisongo ialah akulturasi Islam dgn adanya budaya-budaya lokal Nusantara saat itu.

PERANAN WALISONGO DALAM MENYEBARLUASKAN AJARAN AGAMA ISLAM


Beberapa peran 9 walisongo dlm menyebarkan aliran agama Islam di antaranya ialah sebagai pelopor penyebar luasan agama Islam terhadap masyarakat yg belum banyak mengenal aliran agama Islam di daerahnya masing-masing, sebagai pejuang yg gigih dlm membela & mengembangkan agama Islam di masa hidupnya.

Sebagai orang yg pakar dlm bidang agama Islam, sebagai pemimimpin agama Islam di setiap daerah yg di pimpinnya, sebagai guru agama Islam yg gigih mengajarkan agama Islam terhadap setiap muridnya, sebagai kyai yg menguasai aliran Islam dengan cara luas & sebagai tokoh masyarakat yg disegani di masa hidupnya.

MAKAM WALISONGO DI TANAH JAWA


Nama-nama 9 wali songo tersebut di kenang atas jasa-jasanya, tidak hanya tersebut mereka di kenal sebagai tokoh penting Indonesia, oleh sebab tersebut hingga sekarang adanya tradisi ziarah ke makam wali songo menjadi selalu di lakukan oleh kebanyakan orang masyarakat Jawa pada terutama.

Makam sunan Ampel ini berada di kawasan wisata budaya Surabaya yg berdekatan dgn area pecinan kya-kya Kembang Jepun & kampung Arab di Jawa Timur. Sunan Giri & sunan Gresik makamnya berada di Kota yg sama yakni kota Gresik, tetapi sunan Giri letaknya di puncak suatu bukti kebomas Gresik, sedangkan sunan Gresik berada di dekat dgn pusat kota Gresik.

Sang legenda pemilik tembang tombo ati yakni sunan Bonang ini makamnya berada di seberang masjid Agung Tuban, tepatnya di salah satu segi alun-alun kota Tuban, Jawa Timur. Sedangkan makam dari sunan Derajat berada di daerah wisata Lamongan bukit tinggi & di kelilingi oleh pepohonan yg luas. Sunan Kudus makamnya di letakkan di tengah bangunan yg menyerupai joglo.

Makam sunan Muria berada di gunung Muria Jepara, utk makamnya sunan Kalijaga berada di pinggiran kota Demak, tetapi lumayan dekat dgn pemakaman kerajaan Demak. Makam tersebut menjadi wisata sejarah & religi terkenal di Demak. Sedangkan sunan Gunung Jati makamnya berada di Cirobon, & makamnya di hiasi beberapa ornamen budaya Tiangkok.

Nah itulah sejarah wali songo lengkap dengan peranan mereka masing-masing.
Loading...

0 Response to "Sejarah 9 Wali Songo Lengkap dan Peranannya Menyebarkan Islam di Indonesia"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve