√ Teks Cerita Ulang: Pengertian, Ciri, 23 Contoh Beserta Strukturnya [Terbaru 2019]

Loading...
Loading...
 Teks Cerita Ulang: Pengertian, Ciri, Struktur dan 23 Contoh

Pengertian Teks Cerita Ulang

Contoh Teks Cerita Ulang Singkat - Definisi teks cerita ulang (recount) ialah teks yg menceritakan kembali pengalaman masa lalu dengan cara kronologis dgn tujuan memberi info atau menghibur pembaca atau dapat sehingga keduanya. Utk itulah kita sediakan contoh teks cerita ulang kategori pribadi, imajinatif, fakta, & biografi.

Ciri kebahasaan teks cerita ulang

Apa saja si ciri-cirinya teks cerita ulang?

  • Bersifat faktual/imajinatif
  • Menceritakan momen masa lalu
  • Disusun dengan cara kronologis

Struktur Teks Cerita Ulang

Struktur teks cerita ulang yang benar adalah:

  • Orientasi (Pengenalan), yakni memberikan info tentang siapa, dimana, & kapan momen atau kejadian terjadi di masa lampau.
  • Momen (Events), yakni rekaman momen yg terjadi, yg biasa disampaikan dlm urutan kronologis. Umpama seperti: “pada hari pertama, aku…, & pada hari berikutnya, aku…, & pada hari terbaru, aku..”. Pada bagian events ini juga biasanya terdapat komentar pribadi tentang momen atau kejadian yg diceritakan.
  • Reorientasi (Pengulangan Pengenalan), yakni pengulangan pengenalan yg ada di orientasi, pengulangan yg merangkum rentetan momen, kejadian atau kegiatan yg diceritakan.
Nah inilah contoh teks cerita ulang singkat terbaru terlengkap 2019 ini:

Contoh teks cerita ulang biografi

H. Agus Salim

Orientasi (Orientation)

H. Agus Salim lahir di kota Gadang, Bukti Tinggi, Minangkabau pada 8 Oktober 1884 dgn nama Mashudul Haq yg berarti “pembella kebenaran”. Haji Agus Salim merupakan anak dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim & Siti Zainab.

Ayahnya merupakan seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau. Haji Agus Salim menikah dgn Zaenatun Nahar & dikaruniai 8 anak.

Rangkaian Momen Kehidupan Tokoh (Events)

H. Agus Salim mengenyam pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus utk anak-anak Eropa. Lalu dirinya melanjutkan pendidikan di Hoogere Burger School (HBS) di Batavia.

Saat lulus, dirinya sukses menjadi lulusan terbagus di HBS se-Hindia Belkamu. Sesudah lulus, ia bekerja sebagai penerjemah sekaligus pesuruh notaris di suatu kongsi pertambangan di Indragiri, Riau.

Di tahun 1906, ia pergi ke Jeddah, Arab Saudi utk bekerja di Konsulat Belkamu disana. Disana lah ia belajar terhadap Syekh Ahmad Khatib, pamannya sendiri.

Ia lalu menekuni dunia jurnalistik dari tahun 1915 di harian Neratja sebagai Redaktur II. Lalu ia diangkat menjadi Pimpinan Redaksi. Hingga akhirnya ia menjadi pimpinan harian Hindia Baroe di Jakarta.

Lalu ia mendirikan surat berita Fadjar Asia. Dirinya juga akhirnya menjadi redaktur di harian Moestika di Yogyakarta & membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Beriringan dgn itu, ia terjun ke dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.

Karir politiknya dimulai tahun 1915, saat ia bergabung dgn Sarekat Islam (SI) & menjadi pemimpin kedua sesudah H.O.S. Tjokroaminoto. Sejak saat itulah H. Agus Salim terlibat dgn banyak pentas politik bangsa ini, khususnya perannya dlm masa perjuangan kemerdekaan.

Perannya dlm perjuangan tersebut diantaranya yakni sebagai anak buah Volksraad (1921 – 1924), anak buah panitia 9 BPUPKI yg mempersiapkan UUD 1945, Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 & Kabinet II 1947, pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dgn Negara-Negara Arab.

Ditambah lagi, ia juga menjadi Menteri Luar Negeri pada Kabinet Amir Sjarifuddin (1947) & Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta (1948 – 1949).

Kurang lebih tahun 1946 – 1950, ia laksana bintang cemerlang dlm pergolakan politik Indonesia. Utk itu, ia kerap kali digelari “Orang Tua Besar” (The Grand Old Man).

Di tahun 1950 hingga akhir hayatnya, ia dipercaya sebagai Penasihat Menteri Luar Negeri. Tahun 1952 H. Agus Salim menjabat sebagai Pimpinan di Dewa Kehormatan PWI.

Walaupun penanya tajam & kritikannya pedas, H. Agus Salim masih mengetahui batas-batas & menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Di tahun 1953, ia menulis buku Gimana Takdir, Tawakal & Tauhid Haruslah Dipahamkan? Lalu, buku tersebut diperbagusi menjadi Keterangan Filsafat tentang Tauhid, Takdir, & Tawakal.

Orientasi Ulang (Re-orientation)

Haji Agus Salim wafat pada tanggal 4 November 1954 di RSU Jakarta. Beliau dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi  terhadap jasa-jasanya utk negeri ini, pemerintah Indonesia menganugerahkan dirinya sebagai seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Utk kamu yg ingin dibuatkan contoh teks cerita ulang imajinatif, pribadi, biografi, maupun fakta dengan cara khusus, silahkan hinggakan melewati komentar dibawah & sebisa mungkin Faktakah.com bakal membuatkan nya.

Contoh Teks Cerita Ulang Imajinatif Beserta Strukturnya

Judul: Tangisan yg Tulus

Orientasi (Pengenalan)

Ditengah malam yg sunyi, Putri Liliput duduk termenung melihat bulan & bintang. Dirinya tidak peduli dgn apapun di sekelilingnya, tapi dirinya hanya pedulikan rasa damai & tenang bersama dgn semilir angin yg seakan-akan membelainya dgn penuh rasa akung.

Momen (Events)

Sebagai putri kerajaan Liliput, dirinya memikirkan nasib rakyat yg tidak bahagia sebab lakukanan ayahnya yg seenaknya sendiri. Ia berjuang keras utk memperjuangkan hak rakyatnya tapi masih saja hasilnya nihil. Sebab ayahnya tidak lain ialah raja kerajaan Liliput yg rutin merusak & menggagalkan rencananya.

Dia menangis & rugi sebab lakukanan ayahnya. Mendadak seorang kakek lewat & mengajaknya bicara. Putri Liliput pun menceritakan seluruh kejadian yg dialaminya terhadap kakek tersebut.

Kakek tersebut hanya tersenyum lalu mengatakan, “Tuan putri, apabila kau terbukti ingin memperjuangkan apa yg menurutmu benar, semakinlah berjuang!! Serta jangan sempat hiraukan apapun resikonya, tapi pikirkanlah hidayah apa yg bakal kau peroleh apabila kau semakin bekerja keras & melakukan dgn sepenuh hati. Percayalah!”.

Sesudah tersebut sang kakek menghilang dari pkamungan sang putri. Putri Liliput pun kaget, & perkataan kakek tadi terngiang-ngian semakin di pikirannya. Lalu dirinya bergegas menemui ayahnya, dirinya menangis di kaki ayahnya sembari memohon.

“Ayah… dgn tidak mengurangi rasa hormatku padamu, aku mohon jangan siksa rakyat kecil dgn ketidakadilan & ketidaksewenangan yg ayah lakukan.

Apa salah mereka ayah? Mereka mencintai ayah dgn sepenuh hati, jiwa, & raga, mereka menghormati ayah. Percayalah ayah, ayah atau kerajaan tidak bakal rugi dgn sikap adil terhadap mereka. Biarkanlah aku yg merasakan & mewakili kepedihan mereka ayah”

Raja pun turut menangis & mengatakan, “Anakku, kau terbukti gadis yg berhati mulia, tangisan tulusmu sudah meluluhkan hatiku.

Baguslah, mulai kini aku bakal berlaku adil terhadap mereka & tidak semena-mena lagi. Aku bakal berusaha mencintai mereka dgn sepenuh hati seperti engkau mencintai mereka.

Materi lainnya: Contoh Teks Ulasan Film, Novel, Buku, Cerpen.
“Jangan menangis lagi anakku!”. Raja menghilangkan air mata putri Lililiput, putripun tersenyum.

“Terimakasih ayah.. Ayah terbukti lelaki terbagus di dunia ini”. Putri liliput memeluk erat ayahnya.

Reorientasi (Pengulangan Pengenalan)

Sejak saat itu, seluruh rakyat kerajaan Liliput tergolong raja & putri Liliput berbahagia sebab penindasan yg dilakukan raja sudah tidak ada lagi. Rakyat sangat berterimakasih terhadap Putri Liliput sebab berkah tangisan tulusnya, hati raja dapat luluh.

Contoh teks cerita ulang pribadi

Judul: Hiking ke Gunung Prau

Orientasi (Pengenalan)

Pada bulan mei tahun 2015 aku & kawan satu organisasi OSIS pergi ke kawasan pegunungan tinggi dieng utk melakukan pendakian ke gunung prau, kita terbukti sengaja melakukan pendakian & menganggapnya sebagai refreshing sesudah kegiatan sekolah yg sangat padat.

Momen (Events)

Berawal dari kota Purwokerto, aku & kawan-kawan pergi dari terminal bis Purwokerto dgn tujuan Wonosobo. Singkatnya, sesudah 3 jam kita akhirnya menginjakkan kaki di Wonosobo. Sesudah tersebut kita beristirahat kurang lebih 1 jam, tidak lupa kita makan & minum serta melaksanakan kewajiban.

Waktu istirahat berakhir & kita melanjutkan perjalanan menuju ke Dieng memakai bis. Perjalanan kita tempuh kurang lebih 30 menit & akhirnya kita hingga di Dieng menjelang maghrib.

Sesudah waktu istirahat berakhir, kita melanjutkan perjalanan menuju ke Dieng dgn memakai Bus lagi. Akhirnya kita hingga ke Dieng menjelang maghrib.

Kita memutuskan utk melakukan pendakian ke puncak saat malam hari. Kita mengawali pendakian gunung prau, tapi ada satu persoalan yakni tidak ada satupun dari kita yg mengangkat senter (alat penerangan), sebab lupa.

Alhamdulillah, ada kakak-kakak dari Semarang yg tidak sengaja berjumpa dgn kita & mengundang kita utk melakukan pendakian dengan cara bersama-sama. Akhirnya sesudah 2-3 jam kita hingga di puncak & membangun tenda disana.

Reorientasi (Pengulangan Pengenalan)

Kita menyaksikan hal yg sangat menarik yakni indahnya langit ciptaan Allah SWT. Kita pun bahagia & sangat menikmati perjalanan itu. Bertambahlah rasa syukur terhadap nikmat yg sudah Allah berikan terhadap kita.

Nah untuk update artikel selanjutnya, admin akan menambah tujuan teks cerita ulang.

Wajib baca:

Latihan:

1. Tuliskan struktur teks cerita ulang biografi yang benar adalah
2. Tuliskan dan jelaskan struktur yang membentuk teks cerita ulang
Loading...

0 Response to "√ Teks Cerita Ulang: Pengertian, Ciri, 23 Contoh Beserta Strukturnya [Terbaru 2019]"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve