√ Contoh Laporan Kunjungan Museum Terlengkap 2019

Loading...
Loading...
Daftar Isi [Tampil]
Contoh Laporan Kunjungan Museum Terlengkap 2019
Contoh Laporan Kunjungan Museum Terlengkap 2019

Contoh Laporan Kunjungan Museum

Laporan kunjungan ke museum nasional - Ada suatu kegiatan selalu yg dilsayakan saat tetap bersekolah yakni melsayakan kunjungan ke tempat-tempat tertentu. Hal ini lumayan penting bagi mereka yg ingin refreshing maupun memperdlm ilmu mengenai pelajaran yg dipelajarinya.

Baca:



Sesudah berkunjung ke tempat-tempat tertentu seperti museum, kamu mungkin bakal disuruh utk membuat laporan kunjungan. Namun kamu mungkin bimbang sebab belum sempat membuat laporan tersebut & membutuhkan contoh laporan kunjungan singkat sebagai acuan yang benar.

Inilah contoh laporan kunjungan wisata:

Contoh Laporan Kunjungan Ke Museum

Bagi kamu yg sedang kebingungan gimana cara membuat laporan kunjungan ke museum, disini yuksinau.id bakal memberikan contoh pembuatan laporannya. Mari simak penjelasan berikut ini:



LAPORAN KUNJUNGAN KE MUSEUM KAILASA

PROGRAM “WAJIB KUNJUNG MUSEUM”

Disusun Oleh:

Rihdo Basko

SMA NEGERI 1 Jakarta

TAHUN AJARAN 2019/2020



Kata Pengantar

      Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yg sudah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, jadi kita bisa menyelesaikan laporan kunjungan ke Museum Kailasa yg dilaksanakan pada Jumat, 26 Februari 2019.

     Lewat laporan ini juga kita mengucapkan terima kasih terutama terhadap Bapak Kepala Sekolah yg sudah memberi peluang terhadap kita utk melsayakan perjalanan wisata ini, serta terhadap orangtua kita yg sudah mengizinkan kita utk melsayakan perjalanan wisata ini, jadi kegiatan perjalanan wisata ini bisa berlangsung dgn bagus.

Baca juga: Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan

     Kita menyadari sepenuhnya bahwa dlm penulisan laporan ini tetap banyak kekekuranganan, maka dari tersebut saran & kritik yg membangun, sangat kita harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.

     Andalan kita semoga penyusunan laporan ini bisa diterima & dimengerti serta berfungsi bagi kita terutama maupun pembaca sekalian.

Yogyakarta, 26 Februari 2019

Penyusun



HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis Ini Sudah Disetujui Oleh Guru Pengajar & Disahkan Oleh

Kepala Sekolah

Pada Tanggal 26 Februari 2019

Pembimbing

Panitia

Kepala Sekolah



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

HALAMAN PENGESAHAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I. PENDAHULUAN

     Latar belakang

     Tujuan

BAB II. PEMBAHASAN

1. Museum Kailasa

     1.1 Sejarah Dieng

     1.2 Keterkaitan kehadiran isi museum dgn kehidupan masyarakat zaman sekarang

     1.3 Macam-macam peninggalan di museum Kailasa

BAB III. KESIMPULAN

     Kesimpulan

     Saran

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang

Pelaksanaan kunjungan museum merupakan program kegiatan wajib kunjung museum yg diajukan oleh sekolah terhadap Dinas Dikpora. Kunjungan museum ini diikuti oleh semua OSIS SMA N 1 Jakarta, yg semuanya terdiri dari kelas XI.

Dipilihnya Museum Kailasa sebab tempat ini ialah tempat yg tepat sebagai objek kegiatan pengawasan bagi siswa & siswi sebab bisa memberikan pengetahuan mengenai semua info yg berkaitan dgn adat yg terdapat di Dieng.

Dipilihnya obyek Museum Kailasa sebab disana sebagai wahana pelestarian adat Jawa masa kemudian yg luhur yg haruslah di lestarikan. Hal ini juga sangat penting bagi para pelajar sebab tidak hanya berlibur para pelajar juga bisa berwisata & juga bisa meningkatkan wawasan & pengetahuan.

I.2 Tujuan

Utk sarana pendidikan.
Utk mengenal sejarah terbentuknya dataran tinggi Dieng
Utk mengenal macam-macam peninggalan di museum Kaliasa.
Memperoleh banyak info mengenai objek-objek wisata di Dieng.
Dan juga sebagai sarana rekreasi siswa

BAB II
PEMBAHASAN

1. MUSEUM KAILASA
1.1 Sejarah Dieng
Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu yg paling atas kedua didunia sesudah Tibet / Nepal, & yg terluas di Pulau Jawa. Dieng terletak pada posisi geografis 7’ 12’ Lintang Selatan & 109 ‘ 54’ Bujur Timur, berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl. Dengan cara administratif, Dieng mencsayap Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Letaknya yg juga berada di sebelah barat rumit Gunung Sindoro & Gunung Sumbing.

Dieng ialah wilayah vulkanik aktif & bisa dikatakan sebagai gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana. Ketinggian rata-rata ialah kurang lebih 2.000m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15—20 °C di siang hari & 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli & Agustus), suhu udara bisa mencapai 0 °C di pagi hari & menimbulkan embun beku yg oleh penduduk setempat disebut bun upas “embun racun” sebab menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Nama Dieng berasal dari perpaduan dua kata Bahasa Kawi: “di” yg berarti “tempat” atau “gunung” & “Hyg” yg bermakna “Dewa”. Dgn demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa & dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda sebab diperkirakan pada masa pra-Medang kurang lebih tahun 600 Masehi, daerah tersebut berada dlm pengaruh politik Kerajaan Galuh. ‘Surga Dieng’ yg pada masa kerajaan Chandra Gupta Sidhapala, oleh umat Hindu, diyakini sebagai poros dunia. Saat itu, Sang Hyg Jagadnata memindahkan ‘gunung kosmik’ Meru dari India ke Gunung Dieng. Sebagai ibukota kerajaan, saat itu, Dieng (surga para hyg) tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, namun juga pusat spiritualitas & peradaban.

Dulu diperkirakan terdapat 200 candi di seputar Dieng. Namun sebab bencana alam tinggal 8 yg tersisa. Candi-candi ini didirikan oleh Kerajaan Kalingga dari dinasti Sanjaya. Dlm kitab Raja Sanjaya ada disebut-sebut kata ‘Dieng’ yg dikatakan merupakan tempat paling bagus utk memuja Dewa Siwa. Jadi candi-candi tersebut dibangun utk memuja Dewa Siwa. Siwa ialah dewa perusak. Dipuja supaya ia tidak merusak kehidupan manusia. Ditengah-tengah dataran tinggi Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan & asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut hingga kini bisa kita saksikan dgn adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara.

Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu plateu yg terjadi sebab letusan dasyat suatu gunung berapi. Dgn demikian kondisi geologisnya hingga kini tetap relative labil bahkan sering terjadi gerakan-geraka tanah. Beberapa bukti memperlihatkan hal tersebut ialah, momen hilangnya Desa Legetang, terpotongnya jalan antara Banjarnegara Karangkobar & Sukoharjo Ngadirejo maupun retakan-retakan tanah yg mengeluarkan gas beracun seperti momen Sinila.

Dataran tinggi Dieng (DTD) ialah dataran dgn aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone atau Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia ialah kaldera dgn gunung-gunung di kurang lebihnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air & beberapa material vulkanik lainnya. Kondisi ini sangat berbahaya bagi penduduk yg menghuni wilayah itu, memang dgn adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, namun juga bisa dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor & banjir. Tidak hanya kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yg berisi air bercampur belerang jadi mempunyai warna khas kuning kehijauan seperti Telaga Warna.

Museum Kailasa ialah tempat yg menceritakan terbentuknya Dieng. Dimulai letusan gunung api, terbentuknya dataran tinggi Dieng, berdirinya kerajaan, hingga kehidupan masyarakat zaman sekarang. Sebagian besar masyarakatnya ialah petani sebab Dieng merupakan dataran tinggi yg mempunyai suhu yg dingin jadi tepat utk beberapa tanaman seperti kentang & carica. Carica ialah tanaman khas Dieng. Tidak hanya tersebut Dieng juga merupakan gunung api yg tetap aktif jadi menjadikan tanahnya subur.

Dieng juga mempunyai banyak kawah & salah satunya ada yg dipakai sebagai pembangkit listips tenaga uap. Kerena Dieng mempunyai suhu yg dingin, mayoritas masyarakatnya memakai pakaian yg tebal-tebal seperti orang eropa. Dahulu Dieng ialah tempat ziarah & pemujaan dewa Shiwa yg paling mutlak di pulau Jawa bagi umat Hindu, namun kini masyarakatnya banyak yg memeluk agama Islam. Meskipun begitu tetap ada beberapa adat peniggalan yg tetap hidup ditengah masyarakat Dieng, seperti Tari Topeng Lengger yg tetap dilestarikan hingga sekarang.

1.3 Macam-macam peninggalan di museum Kailasa

Macam peninggalan Arca: Arca Dewa, Arca Nandi, Arca Siva, Arca Ganesa, Arca Singa, Arca Kinara-kinari, dll.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Kegiatan kunjungan sangat berfungsi bagi para siswa-siswi terutama siswa-siswi SMA N 1 Jakarta

Dgn adanya kegiatan kunjungan ini siswa bisa meningkatkan ilmu pengetahuan.
Kegiatan kunjungan Meningkatkan pengalaman.
Dapat mengembangkan potensi,etika,estetika, & pratika.
Menumpukkan rasa cinta terhadap tanah air & bangsa.

3.2 Saran

Dgn terberakhirnya karya tulis ingin mengemukakan beberapa saran yg kiranya berfungsi bagi siswa siswi kelas XI. Adapun sarannya yakni:

Pada waktu melaksanakan kunjungan hendaknya mencatat hal penting yg ada di objek.
Berhati-hati dlm kunjungan sebab lokasi kunjungan ialah museum, jangan hingga merusak barang.
mengikuti tata tertib museum.

LAMPIRAN

(Bila tersedia, lampirkan photo seputar pernyataan diatas)

Demikian contoh laporan kunjungan singkat yang baik dan benar. Jika anda ingin contoh laporan kunjungan museum sangiran, contoh laporan kegiatan kunjungan ke museum merapi, dan contoh laporan kunjungan museum benteng vredeburg, silahkan berkomentar.
Loading...

0 Response to "√ Contoh Laporan Kunjungan Museum Terlengkap 2019"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve