Arti dan 20 Tujuan Organisasi Sekolah Serta Penjelasannya

Loading...
Loading...
Daftar Isi [Tampil]
Arti dan 20 Tujuan Organisasi Sekolah


Tujuan organisasi sekolah - Semenjak berjalannya sistem pemerintahan orde baru, organisasi sekolah menjadi salah satu bagian yang penting dalam menjaga eksistensi sebuah sekolah. Dengan organisasi sekolah, setiap stakeholder seperti warga sekolah, orangtua siswa, & tokoh masyarakat bisa terlibat langsung dalam pembuatan program-program demi memajukan sekolahnya. Nah apa itu apa itu organisasi?

Baca: 22+ Contoh Teks Berita 5W+1H (Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan Teks Berita)

Arti organisasi

Organisasi sekolah adalah sebuah kelompok stakeholder sekolah yang berkumpul, mendesainkan, menyelenggarakan, & mengevaluasi kegiatan yang diperbuat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Sebab organisasi merupakan organisasi sekolah, maka kegiatan yang dirancang & diselenggarakan pastinya berkaitan dengan sekolah tempat organisasi tersebut berada. Adanya organisasi sekolah merupakan salah satu bukti bahwa bentuk-bentuk demokrasi di Indonesia tidak hanya terjadi di lingkungan sistem pemerintahan maupun kemasyarakatan, melainkan juga di lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, organisasi sekolah bisa dipakai sebagai laboratorium oleh setiap stakeholder sekolah demi mewujudkan ciri mutlak pemerintahan demokrasi. Sekolah sebagai tempat bernaungnya organisasi sekolah setidak-tidaknya mempunyai beberapa organisasi sekolah yang mempunyai peran & manfaatnya masing-masing seperti:

  1. Organisasi Kepengurusan Sekolah
  2. Organisasi Kelas
  3. Organisasi Siswa Intra Sekolah
  4. Organisasi Ekstra Kulikuler


Masing-masing organisasi mempunyai tujuan & peranannya masing-masing dalam mendukung eksistensi sebuah sekolah. Melewati postingan ini, tujuan masing-masing organisasi sekolah bakal dibahas dengan cara lebih lanjut dengan mengacu pada Permendiknas No. 39 Tahun 2008 Mengenai Pembinaan Kesiswaan & Permendiknas No. 29 Tahun 2007 Mengenai Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar & Menengah.

Organisasi Sekolah

Organisasi kepengurusan sekolah merupakan organisasi sekolah yang mempunyai peranan dengan cara langsung dalam mendesain, melaksanakan, mengatur, & mengevaluasi program-progam yang dijalankan oleh sebuah sekolah.

Organisasi ini melibatkan kepala sekolah, guru, orangtua siswa, serta beberapa tokoh masyarakat di lingkungan sekolah untuk mengawasi & mengevaluasi jalannya program sekolah, seperti seperti ialah struktur komite sekolah, jenis-jenis koperasi, & lainnya. Adapun tujuan organisasi sekolah:

1. Menjadi Wadah Sarana Penyalur Tekad Antar Stakeholder Sekolah.

Organisasi kepengurusan sekolah mempunyai tujuan untuk menampung segala bentuk tekad dari stakeholder sekolah. Organisasi ini setidaknya sanggup menampung tekad dari guru, pegawai, orangtua siswa, & tokoh masyarakat. Seluruh yang terlibat dalam organisasi mempunyai kedudukan yang sama dalam menyempaikan aspirasinya.

Proses penyampaian tekad & pengolahannya haru diperbuat sesuai dengan prinsip-prinisp demokrasi Pancasila sebab sekolah terbebut berdiri di negara yang berlandaskan Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia. Melewati proses bentuk penyaluran tekad dalam proses demokrasi sekolah, diinginkan masing-masing stakeholder berpartisipasi dalam menjaga eksistensi sekolah jadi sekolah tersebut bisa mencapai tujuan yang sudah ditentukan bersama.

2. Menambah Tanggung JawabPeran Dari Stakeholder Sekolah.

Stakeholder sekolah yang terlibat dalam organisasi sekolah mempunyai peranannya masing-masing. Peranan yang dimiliki pastinya wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab supaya fungsi organisasi kepengurusan sekolah bisa berjalan dengan maksimal.

Melewati organisasi kepengurusan sekolah, stakeholder sekolah bisa dilatih untuk menambah tanggung jawabnya sebagai pengurus organisasi. Bentuk tanggung jawab yang dimiliki & ditingkatkan dalam organisasi kepengurusan sekolah merupakan salah satu implementasi kualitas-kualitas Pancasila, terutama dalam penerapan kualitas yang terdapat pada sila keempat Pancasila.

3. Mendukung Terciptanya Kondisi & Situasi Sekolah Yang Mantap & Stabil.

Keadaan & situasi sekolah butuh diciptakan melewati adanya organisasi kepengurusan sekolah. Kondisi & situasi sekolah yang mantap & stabil diperlukan guna melancarkan kegiatan yang terkait dengan proses pendidikan.

Proses pendukungan terhadap penciptaan kondisi & situasi lingkungan yang kondusif butuh diperbuat oleh setiap pengurus organisasi sekolah untuk meminimalisir terjadinya konflik sosial di lingkungan sekolah, terutama di lingkungan sekolah.

Peran serta stakeholder sekolah dalam organisasi sekolah juga butuh ditekankan supaya program-program yang dicetuskan bisa mendukung terciptanya kondisi & situasi sekolah jadi proses pendidikan bisa berjalan dengan bagus & maksimal. Kondisi & situasi sekolah yang mantap & stabil yang sukses diciptakan melewati organisasi sekolah setidaknya bisa mengurangi penyebab anak sekolah menjadi malas belajar.

Organisasi Kelas

Organisasi kelas merupakan organisasi yang terkecil yang dimiliki oleh sebuah sekolah. Organisasi ini berjalan & dibentuk berdasarkan kepentingan sebuah kelas yang ada di sekolah. Peran & fungsi organisasi kelas yang satu dengan kelas yang lainnya pasti saja tidak sama. Tetapi dengan cara umum, tujuan organisasi kelas bisa dijabarkan sebagai berikut:

4. Mengatur Regulasi Kelas.


Organisasi kelas dibentuk dengan tujuan untuk memberikan kemudahan terhadap regulasi kelas. Regulasi ini berkaitan dengan kepengurusan kelas & manfaatnya masing-masing dalam menjalankan kelas.

Proses pengaturan kelas diperbuat dengan difasilitasi (apabila pengaturan kelas terjadi di sekolah menengah) & dibimbing oleh guru (apabila pengaturan kelas terjadi di sekolah dasar). Pengaturan regulasi kelas diperlukan guna melancarkan segala bentuk adminstrasi yang berkaitan dengan kelas.

Regulasi kelas juga dengan cara tidak langsung menerapkan ciri-ciri demokrasi Pancasila dalam lingkup kecil. Regulasi di dalam kelas diperbuat untuk mengatur beberapa hal diantaranya:


  1. Cara bertamu di kelas.
  2. Cara meminjam barang dari kelas.
  3. Cara memberi tau info yang berasal dari luar kelas.


5. Membentuk Kelompok Piket.

Pembentukan organisasi kelas salah satunya berujuan untuk membentuk kelompok piket. Pembentukan kelompok piket ini biasanya diperbuat pada tingkat pendidikan dasar & menengah. Khusus untuk tingkatan pendidikan menengah seperti SMA/ MA/ SMK/ SMALB, kelompok piket tidak mesti ada.

Kelompok piket diperlukan guna menjaga kebersihan & keindahan kelas untuk mendukung proses pembelajaran jadi proses pembelajaran bisa berjalan dengan menyenangkan.

6. Membentuk Tata Tertib Kelas.

Membentuk tata tertib kelas merupakan tujuan jangka singkat dari adanya organisasi kelas. Tata tertib kelas dibentuk melewati proses musyawarah mufakat (baca juga: Fungsi Musyawarah) guna bisa dilaksanakan oleh warga kelas.

Tata tertib kelas mengatur hal-hal teknis yang berkaitan dengan kehidupan warga kelas yang tidak diatur dengan cara eksplisit oleh sekolah. Masing-masing siswa bisa memberikan aspirasinya untuk melengkapi tata tertib kelas yang bakal berlaku di kelasnya.

Butuh diketahui, tata tertib kelas dirancang & dilaksanakan sesuai dengan karakteristik warga kelasnya. Hal ini berarti bahwa tata tertib kelas yang satu dengan yang lainnya belum pasti sama.

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Menurut Permendiknas No. 39 Tahun 2008 Mengenai Pembinaan Kesiswaan, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan organisasi kesiswaan yang resmi & diakui oleh sekolah. Organisasi ini tidak mempunyai hubungan dengan organisasi-organisasi lain yang ada di luar sekolah tempat OSIS tersebut berkembang.

OSIS dimiliki oleh satuan pendidikan menengah seperti SMP/ MTS / SMPLB, & SMA/ MA/ SMK/ SMALB. Kehadiran organisasi siswa intra sekolah merupakan salah satu bentuk penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat terutama pada kehidupan sekolah. Adapun tujuan OSIS dalam sebuah sekolah antara lain:

7. Memantapkan & Mengembangkan Peran Siswa.

Pemantaapam & pengembangan peran siswa yang dimaksud disini ialah keterlibatan siswa dalam kepengurusan organisasi. OSIS merupakan organiasi yang menaungui beberapa kegiatan sekolah.

Siswa bisa melibatkan dia ke dalam susunan pengurus organisasi dalam kegiatan-kegiatan yang dianungi oleh OSIS sekalipun tersebut ialah panitia kecil. Peran serta siswa dalam organisasi ini pastinya dikembangkan & dimantapkan terutama yang berkaitan dengan tanggung jawab.

Peran siswa yang dimantapkan melewati organisasi sekolah bisa berfungsi bagi dia saat siswa tersebut terjun langsung di dalam kehidupan bermasyarakat. Pengembangan peran siswa juga merupakan bentuk penerapan Pancasila sebagai kepribadian bangsa serta landasan kehidupan berbangsa & bertanah air di sekolah.

8. Melatih Jiwa Kepemimpinan Siswa.

Tujuan organisasi sekolah berupa OSIS bisa melatih jiwa kepemimpinan siswa. Siswa dilatih untuk membuat keputusan yang menyangkut harkat hidup warga sekolah & memberikan solusi saat ada persoalan yang ditemui.

Apabila terdapat sebuah kesalahan, organisasi siswa bisa memberikan solusi & berperan sebagai lembaga penegak hukum & melaksanakan sistem peradilan sesuai dengan kapasitasnya.

Kepemimpinan yang dilatih melewati organisasi sekolah seperti OSIS bermanfaat untuk menghasilkan jiwa pemimpin yang sesuai dengan kualitas-kualitas Pancasila sebagai ideologi nasional.

9. Melaksanakan Kegiatan Dengan Prinsip.

Tujuan dari organisasi siswa intra sekolah (OSIS) ialah melaksanakan beberapa kegiatan dengan memakai prinsip kejujuran, transparan, & professional. Prinsip kejujuran berkaitan dengan pengelolaan sistem yang ada di dalam organisasi tersebut.

Segala sesuatu yang diperbuat & berkaitan dengan organisasi haruslah dilandaskan pada kejujuran sebagai penerapan kualitas-kualitas dasar Pancasila. Prinsip tranparan berkaitan dengan pengelolaan yang terdapat pada organisasi tersebut bagus kepengurusan, kegiatan maupun keuangan. OSIS merupakan perwakilan dari warga sekolah yang menjalankan perannya seperti DPR.

Oleh sebab itu, setiap kegiatan & perencanaan keuangan yang dimiliki oleh OSIS berhak untuk diketahui oleh warga sekolah. Prinsip professional berkaitan dengan kinerja pengurus dalam menjalankan perannya di dalam organisasi.

Keprofesionalan seringkali dikaitkan dengan tidak diperkenankannya mencampurkan kepentingan individu dengan kepentingan organisasi yang bisa menjadi salah satu faktor penyebab konflik sosial diantara pengurus & anak buah organisasi.

10. Mengimplementasikan Hak & Kewajiban Dalam Lingkungan Masyarakat.

Seperti yang kami ketahui, terdapat beberapa hak & kewajiban warga negara Indonesia yang telah diatur & dijamin oleh undang-undang. Pengimpelementasian hak & kewajiban juga diperbuat oleh OSIS sebagai salah satu tujuannya.

Tidak hanya bergerak di lingkungan sekolah, OSIS juga bergerak di lingkungan masyarakat terutama di dalam bidang sosial. Penerapan hak & kewajiban OSIS di lingkungan masyarakat diperlukan supaya masyarakat merasa dilibatkan bisa kegiatan-kegiatan sekolah melewati OSIS sebagai perantara.

Harapannya, masyarakat bisa mendukung kegiatan-kegiatan sekolah dengan adanya penerapan hak & kewajiban OSIS di lingkungan masyarakat.

11. Menjamin Kegiatan-Kegiatan Kelompok

Kegiatan-kegiatan kelompok yang terdapat di sekolah butuh dijamin oleh sekolah, salah satunya melewati OSIS. Kelompok-kelompok yang bisa dijamin oleh OSIS pastinya ialah kelompok yang berkaitan dengan kegiatan belajar, diskusi, debat, & yang lainnya.

Kegiatan-kegiatan ini pastinya berjalan atas dasar persetujuan sekolah yang lalu difasilitasi oleh OSIS. Kegiatan-kegiatan kelompok butuh dijamin & diawasi supaya mencegah bahaya radikalisme di lingkungan sekolah.

12. Melaksanakan Kegiatan Orientasi Siswa.

Melaksanakan kegiatan orientasi siswa merupakan tujuan dari OSIS tersebut sendiri. Orientasi ditujukan terhadap siswa baru bagus tersebut di tingkat sekolah dasar maupun menengah dalam rangka mengetahuikan kondisi & situasi sekolah.

Pelaksanaan kegiatan orientasi diperbuat oleh OSIS & diawasi oleh organisasi kepengurusan sekolah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diingkan selagi masa orientasi tersebut. Masa orientasi di sebuah sekolah biasanya berjalan selagi tiga hingga tujuh hari, tegantung dari kebutuhan sekolah tersebut.

Dalam kegiatan orientasi, butuh disampaikan mengenai kualitas-kualitas & pedoman hidup berbangsa & bernegara supaya siswa bisa menerapkan kualitas-kualitas Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Organisasi Ekstra Kulikuler

Organisasi ekstra kulikuler merupakan organisasi sekolah yang bergerak pada pembinaan terhadap prestasi akademik, seni, dan/ ataupun olahraga yang sesuai dengan bakat & ketertarikan siswa. Organisasi ektra kulikuler diperlukan demi menyalurkan bakat & ketertarikan siswa di beberapa bidang supaya siswa tersebut bisa mempunyai peluang untuk mengembangkan bakat & minatnya di sekolah. Adapun tujuan organisasi ekstra kulikuler antara lain:

13. Membangun Pribadi Siswa yang Kompetitif.

Salah satu tujuan organisasi ekstra kulikuler ialah mengadakan kegiatan perlombaan sebagai bentuk kompetisi terhadap siswa yang mempunyai bakat & ketertarikan dalam sebuah bidang. Sebagai salah satu cara untuk membentuk pribadi siswa yang mempunyai jiwa kompetitif, organisasi bisa melaksanakan kegiatan perlombaan yang dijakukan terlebih dahulu dalam program sekolah.

Pengajuan perlombaan sebagai bentuk kompetisi bisa diajukan dalam program sekolah apabila melibatkan banyak orang & memerlukan biaya lebih dalam pelaksanaannya. Tetapi apabila perlombaan ini bersifat minimalis, organisasi sekolah bisa melaksanan perlombaan sesuai dengan kebutuhannya tetapi masih mengacu pada tujuan membentuk pribadi siswa yang kompetitif.

14. Mengembangkan Pengalaman dalam Pengembangan Bakat & Minat

Organisasi ekstra kulikuler mempunyai tujuan untuk mengembangkan pengalaman mereka melewati kegiatan seperti workshop maupun seminar. Sekolah memilih siswa yang berpotensi untuk diikutkan pada kegiatan ini guna mengembangkan pengalaman siswa mengenai bakat & ketertarikan yang dimilikinya.

Pengalaman yang didapatkan melewati kegiatan workshop maupun seminar nantinya bakal dipakai oleh siswa untuk mengembangkan bakat & ketertarikan siswa dalam bidang tertentu yang nantinya bakal mengangkat kemajuan sekolah & bisa dipakai sebagai sarana mengembangkan karakter bangsa di era globalisasi.

15. Mengoptimalkan Bakat & Ketertarikan Siswa.

Bakat & ketertarikan yang dimiliki oleh siswa setidaknya bisa tersalurkan saat siswa mengenyam bangku pendidikan. Oleh sebab itu, sekolah butuh mengadakan kegiatan untuk mewadahi pengembangan bakat & ketertarikan siswa.

Butuh diketahui, pengembangan bakat & ketertarikan siswa merupakan penerapan hak & kewajiban warga negara dalam UUD 1945 yang berkaitan dengan pengembangan diri.

Melewati kegiatan ekstra kulikuler yang dikoordinasi oleh organisasi ektra kulikuler yang dimiliki oleh sekolah, siswa bisa mengoptimalkan baka & minatnya pada bidang tertentu. Tetapi pada pelaksanaannya, tidak seluruh bakat & ketertarikan siswa bisa difasilitasi oleh organisasi ekstra kulikuler. Biasanya organisasi ekstra kulikuler bakal membuka kegiatan ektra kulikuler berdasarkan jumlah peminat terbanyak & sesuai dengan biaya sekolah tersebut.

16. Mengoptimalkan Sarana & Prasarana Sekolah.

Keberadaan organisasi ekstra kulikuler sebagai wadah untuk menyalurkan bakat & ketertarikan siswa bisa mengoptimalkan sarana & prasarana sekolah yang berkaitan dengan pengembangan bakat & minat. Sebagai contoh, sekolah mempunyai peralatan drum band lengkap tetapi tidak ada peminatnya merupakan sebuah pemborosan. Oleh sebab itu, sarana & prasarana sekolah yang berkaitan dengan pengembangan bakat & ketertarikan haruslah cocok guna supaya sarana & prasarana bisa dipakai dengan cara optimal.

17. Mendidik Siswa Menjadi Disiplin


18. Organisasi Sekolah Bermanfaat Untuk Nilai Tabah Daftar SNMPTN


19. Organisasi Sekolah Bermanfaat Untuk  Mempererat Silahturahmi


20. Organisasi Sekolah Bermanfaat Untuk Menambah Nilai Rapor 


Demikianlah tujuan organisasi sekolah yang ditinjau dari organisasi kepengurusan sekolah, organisasi kelas, organisasi siswa intra sekolah, & organisasi ekstra kulikuler. Masing-masing organisasi mempunyai tujuan yang tidak sama-beda tetapi masih mengacu pada tujuan sekolah yang ada demi mendukung eksistensi sekolah tersebut sendiri. Kiranya postingan ini bisa berfungsi bagi pembaca sekalian.

Wajib baca: 10 Tugas Kepala Sekolah dan Fungsinya + Penjelasannya

Nah itulah tujuan struktur organisasi sekolah. Jika kamu ingin bertanya mengenai makalah organisasi sekolah, silahkan berkomentar.
Loading...

0 Response to "Arti dan 20 Tujuan Organisasi Sekolah Serta Penjelasannya"

Posting Komentar

Bebas berkomentar dengan akun apapun