√ TAWURAN: Pengertian, Penyebab, Cara Mengatasi

Loading...
Loading...
√ TAWURAN: Pengertia, Penyebab, Cara Mengatasi

Pengertian Tawuran

Tawuran adalah pertarungan 2 kelompok atau lebih dengan aksi melukai lawan secara fisik. Meski sudah banyak perbuatan dari aparat kepolisian, tetapi sampai saat ini tawuran tetap saja kerap terjadi. Bukan hanya antara warga tetapi juga yang memperihatinkan ialah tawuran antara pelajar.

Banyak motif dari tawuran ini, mulai dari salah faham yang menyebabkan sebuah kelompok merasa terhina, dendam yang sudah mengakar, sampai hanya ingin memperlihatkan performa untuk gagah-gagahan saja. Banyak korban yang muncul sebab tawuran ini.

Bukan saja kemenyesalan dalam artian luka-luka & bahkan nyawa, kemenyesalan juga bisa berupa materi umpama kerusakan fasilitas. Kemenyesalan ini selain terakibat pada orang-orang yang meperbuat tawuran, melainkan juga pada orang-orang tak bersalah yang pada ketika kejadian berada di lokasi.

Wajib baca: Login SIM PKB 2018 Klik Disini Untuk Masuk/Registrasi

Dengan demikian, sudah pantaslah tawuran ini bisa disudahi sebab jelas tidak ada manfaatnya.

Sebelum mengenal cara mencegah tawuran bisa diatasi, kami haruslah mengenal terlebih dahulu mengapa tawuran bisa terjadi. Dengan cara garis besar, ada berbagai faktor tawuran yaitu sebagai berikut. Nah apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran pelajar?

1. Faktor Tabiat


Tak diragukan lagi, faktor mutlak penyebab tawuran ialah tabiat dari para pelaku sendiri. Kondisi emosional yang tidak terjaga & ketidakmampuan untuk menahan diri dari amarah  merupakan sebab gimana tawuran bisa dimulai.

Tawuran ialah manifestasi dari emosi yang tidak terkontrol dalam menghadapi sebuah “serangan” dari sebuah kelompok lain.

Pada umumnya, tawuran diawali dengan persoalan kecil yang melibatkan perseorangan kemudian membesar menjadi perpersoalanan kelompok sebab faktor relasi. Masing-masing pribadi tidak bisa menahan emosinya & akhirnya meperbuat jalan kekerasan untuk memperlihatkan rasa tidak suka & tidak setuju dengan beradu fisik.

Tambahan pula, emosi ini lama-lama bakal menjadi dendam antar kelompok & akhirnya munculah istilah “musuh abadi” yang biasanya menjadi dasar untuk terjadinya tawuran.

2. Faktor Keluarga


Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi setiap pribadi merupakan ujung tombak dari penanaman kualitas & budi pekerti. Ada kalanya orangtua tidak terlalu memperhatikan perkembangan anak meskipun sudah dilindungi oleh hak perlindungan anak sebab kesibukan & karir jadi anak tidak mempunyai sebuah sosok untuk diteladani.

Ada pula orangtua yang membiarkan anaknya berteman dengan lingkungannya dengan cara terlalu bebas.

Tetapi demikian, hal yang paling bisa menjadi bibit tawuran dari faktor keluarga ialah kondisi emosi keluarga itu sendiri. Banyak sekali orang tua yang ringan tangan kepada anak mereka & tak jarang bertengkar bagus antara suami istri maupun dengan anak-anak mereka.

Kebiasaan yang mendahulukan perlakuan fisik dibandingkan pendekatan melewati perkataan ataupun diplomasi bisa menjadikan anak mafhum bahwa kekerasan fisik ialah sesuatu yang lumrah.

3. Faktor Lingkungan


Lingkungan yang tidak sehat bisa memicu anak untuk terbiasa dengan hal-hal yang kurang baik juga. Umpama saja film di televisi yang meperlihatkan kekerasan & malah dianggap sesuatu yang membahagiakan bisa ditiru oleh anak jadi terbiasa dengan kekerasan.

Belum lagi faktor lingkungan kurang lebih di mana anak-anak berteman dengan kawan-kawan yang “keras” sebab tidak memperoleh pendidikan dari keluarganya, contohnya yang dijelaskan sebelumnya, bisa memicu kebiasaan bakal perlakuan fisik antar sesama.

Bila ini dibiarkan sampai anak-anak menjadi dewasa, maka kualitas-kualitas kekerasan fisik bakal melekat & menurun & bisa menjadi penyebab terjadinya perbuatan penyalahgunaan kewenangan.

Maka, tawuran bakal menjadi sebuah hal yang biasa sebab orang-orang berpikir bahwa jalan kekerasan ialah jalan yang benar untuk menanggulangi sebuah persoalan, jalan kekerasan ialah jalan yang legal atas segala perlakuan yang tidak membahagiakan yang terjadi pada orang tersebut.

4. Faktor Relasi


Persahabatan yang kuat terbukti bagus jika sebab persahabatan itu mereka menjadi saling tolong-membantu dalam kebagusan. Tetapi ada kalanya persahabatan disalahartikan menjadi saling tolong-membantu tanpa memikirkan apa yang bakal diperbuat.

Seseorang yang medapatkan perlakuan yang tidak membahagiakan ataupun seseorang yang merasa kelompoknya dihina bakal menggalang kekuatan kelompoknya.

Hal inilah yang memicu tawuran yang diakibatkan oleh persoalan perorangan. Persoalan seorang anak buah kelompok menjadi persoalan keseluruhan kelompok sebab adanya rasa saling mempunyai yang erat.

Tetapi sayangnya, sebab faktor-faktor lain yang disebutkan sebelumnya, pertikaian dengan cara adu jotoslah yang menjadi opsi utama.

5. Faktor Pendidikan


Sekolah ialah lembaga formal tempat mendidik anak-anak untuk memperoleh kualitas-kualitas & budi pekerti luhur. Tetapi adakalanya sekolah tidak bisa menjalankan tugasnya mendidik anak sebab guru-guru yang kekurangan cakap.

Tetap banyak sampai dewasa ini guru-guru yang tak segan berbuat kekerasan kepada siswanya yang tidak mengenal fungsi tata tertib sekolah untuk memperlihatkan ketidaksetujuan kepada apa yang diperbuat oleh sang siswa. Jelas, ini ialah sesuatu yang salah.

Belum lagi munculnya Masa Orientasi Siswa (MOS) yang sebetulnya ditujukan untuk menawarkan lingkungan sekolah baru tetapi saat ini menjadi ajang unjuk kekuasaan senior kepada junior. Tak jarang agenda MOS tahun berikutnya menjadi ajang balas dendam senior baru kepada angkatan di bawahnya lagi.

Ajang unjuk kekuasaan ini biasanya dibumbui dengan berbagai kekerasan fisik dengan dalih melatih fisik & mental. Bisa jadi, dari sinilah salah satu faktor tawuran berasal.

Untuk menanggulangi tawuran setidaknya ada dua macam pendekatan yaitu preventif (mencegah) & kuratif (menganggulangi). Pendekatan-pendekatan ini diperbuat berdasarkan faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya tawuran contohnya yang dijelaskan sebelumnya.

Cara Mengatasi Tawuran


1. Pendekatan keluarga

Keluarga ialah tameng pertama bagi anak-anak kepada pengaruh kurang baik lingkungan. Peran ayah dalam keluarga & bunda haruslah menjadi teladan bagi anak mereka & memberikan waktu yang lumayan untuk kegiatan bersama.

Banyak pemuda yang meperbuat tawuran berasal dari keluarga broken home. Dengan keluarga yang memperhatikan perkembangan & keperluan anak maka anak bakal mengerti mengenai bagus kurang baiknya sebuah perkara.

Keluarga juga haruslah senantiasa harmonis & tidak memperlihatkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga. Seluruh anak buah keluarga haruslah belajar bahwa emosi bisa dikendalikan & lebih mengutamakan pendekatan diskusi jika terjadi sebuah perselisihan.

2. Pembatasan pergaulan


Kita boleh kenal dengan siapa saja tetapi dalam pergaulan kami haruslah bisa memilah mana pengaruh yang bisa kami terima, mana yang haruslah kami tolak berdasarkan kualitas & norma yang kami ketahui.

Bila kami berteman dengan orang-orang yang rela berbuat apa saja demi tujuannya walau dengan kekerasan maka jauhilah.

Dan yang haruslah diperhatikan bahwa persahabatan & ikatan perkawanan yang kuat itu bagus. Tetapi, hal ini menjadi tidak bagus jika dengan dalih persahabatan maka terjadi peperangan antara dua kubu yang sebetulnya terjadi sebab persoalan sepele.

Kami pun haruslah bisa mengingatkan kawan-kawan sepergaulan kami untuk senantiasa menghindarkan diri dari kekerasan.

3. Pengendalian diri


Sesudah kondisi dalam sebuah keluarga & pergaulan bisa dijaga, maka kuasa ada di dalam pribadi masing-masing. Cobalah untuk menjadi orang yang lebih sabar & mendahulukan diskusi dibandingkan perlakuan fisik, apalagi hanya untuk persoalan kecil.

Orang sempat mengatakan bahwa kepala boleh panas tetapi tangan haruslah tetap dingin. Bila orang-orang bisa mengendalikan diri mereka maka niscaya tidak bakal terjadi tawuran.

4. Penegakan hukum oleh aparat kepolisian


Bila terjadi sebuah tawuran maka pihak yang berwajib haruslah turun tangan & meringkus provokator di antaranya. Pembuat keonaran haruslah dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Bila ada pelaku yang mempunyai usia di bawah batas maka penyuluhan bisa diperbuat.

5. Peran aktif guru & lingkungan sekolah


Guru & lingkungan sekolah haruslah menindak para siswa yang terlibat dalam tawuran. Sanksi bisa dijalankan sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Penyuluhan mengenai bahaya tawuran haruslah semakin dijalankan, khusunya melewati guru BP ataupun BK. (baca : fungsi guru BK)

6. Peran aktif dari pihak keluarga


Keluarga yang mengenal bahwa ada keluarganya ikut dalam agenda tawuran haruslah memberikan sanksi tegas tergantung gimana aturan & peran orang tua dalam mendidik anak yang berlaku di keluarga tersebut. Tetapi demikian, sanksi janganlah berupa kekerasan fisik sebab itu ialah sebuah ironi, melarang untuk berbuat kekerasan dengan cara kekerasan.

Wajib baca: Hadits Palsu Tentang Menuntut Ilmu Sampai Ke Negeri China

Itulah artikel pengertian tawuran, penyebab tawuran dan cara mengatasi tawuran.

Latihan:
1. menurut anda jika terjadi tawuran di sekolah anda apa yang akan anda lakukan
2. mengapa tawuran sulit diatasi
3. penyebab tawuran antar warga
Loading...

0 Response to "√ TAWURAN: Pengertian, Penyebab, Cara Mengatasi"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve