Loading...

15 Contoh Pelanggaran Norma Agama yang Sering Terjadi

Loading...
15 Contoh Pelanggaran Norma Agama yang Sering Terjadi

Apa yang dimaksud dengan norma

Norma adalah aturan yang terdapat dalam masyarakat, dengan cara tidak tertulis diakui & haruslah ditaati anak buah masyarakatnya. Aturan tersebut dipercaya, diwariskan dengan cara turun temurun, & bisa merupakan kesepakatan masyarakat sendiri, maupun yang dipercaya sebagai aturan Tuhan Yang Maha Esa.

Norma, mempunyai definisi ataupun arti yang tidak sama menurut para ahli, tergantung berdasarkan bagian mana yang dilihat para pakar dalam mendefinisikannya. Beberapa arti norma menurut para pakar yaitu :

  1. Norma menurut John Macionis, yaitu segala aturan & andalan yang diterapkan masyarakat terhadap anggotanya yang memandu segala perilaku anak buah masyarakat tersebut.
  2. Norma menurut A. Ridwan Halim, yaitu semua peraturan tertulis & tidak tertulis yang menjadi pedoman dalam masyarakat & haruslah ditaati setiap individu anak buah masyarakat tersebut.
  3. Norma menurut Bellebaum, yaitu alat yang dipakai dalam sebuah masyarakat untuk mengatur semua individunya supaya berperilaku sesuai dengan sikap & keyakinan yang dianut masyarakat tersebut.
  4. Norma menurut Ismoro Hadi Wiyono, yaitu sebuah bentuk aturan & petunjuk hidup mengenai apa saja yang boleh dilakukan & tidak boleh dilakukan individu dalam masyarakatnya.
  5. Norma menurut Soerjono Soekanto, yaitu sebuah aturan ataupun perangkat alat supaya semua hubungan yang terjadi dalam masyarakat sesuai ataupun berlangsung contohnya yang diinginkan.
  6. Norma menurut Richard T. Schaefer & Robert P Lamn, yaitu standar perilaku yang lurus ataupun benar menurut masyarakat tertentu & dipelihara keberadaannya.
  7. Norma menurut Robert M.Z. Lawang, yaitu standar perilaku yang terdapat dalam masyarakat tertentu.


Baca juga: √ ILUMINATI: Teori Iluminati Dan Sejarah Iluminati [Lengkap]

Meskipun dengan cara sepintas, definisi norma dalam masyarakat yang dikemukakan di atas tidak sama-beda, tetapi bisa digarisbawahi bahwa norma menurut para ahli, yaitu aturan yang dijadikan standar dalam masyarakat tertentu untuk semua individu di dalamnya supaya sesuai dengan harapan. Fungsi dari norma sendiri yaitu:

  1. Mengatur tingkah laku individu anak buah masyarakat supaya sesuai dengan kualitas yang berlaku di masyarakatnya.
  2. Untuk ketertiban dalam masyarakat jadi tujuan bersama bisa tercapai.
  3. Untuk menciptakan keadilan dalam masyarakat
  4. Sebagai dasar hukum jika dalam masyarakat terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok.


Dan berdasarkan arti & fungsi dari norma, maka dalam ilmu sosial & kewarganegaraan, macam-macam norma dibagi menjadi 4 macam, yaitu norma agama, norma hukum, norma kesusilaan, & norma kesopanan. Di mana setiap norma tersebut, mempunyai ciri tersendiri & cara tersendiri pula untuk setiap pelanggaran yang dilakukan individu masyarakat.

Postingan kami hari ini bakal mengulas lebih detil mengenai segalas sesuatu mengenai norma agama & contoh pelanggaran norma agama tersebut.

Arti norma agama

Norma agama ialah peraturan-peraturan yang ada dalam masyarakat & asalnya ialah Tuhan Yang Maha Esa. Aturan ini berisi larangan-larangan, perintah-perintah, & anjuran-anjuran yang diyakini diciptakan oleh Tuhan melewati kitab suci agama yang diyakini masyarakat.

Dalam norma agama, orang yang melaksanakan dianggap menjunjung tinggi kualitas-kualitas kemanusiaan & beriman terhadap Tuhan. Norma tersebut diyakini juga bakal mengangkat manusia menuju ketersanjungan dunia & akhirat, Dengan demikian, norma agama mempunyai ciri-ciri, yaitu:


  1. Bersumber terhadap Tuhan Yang Maha Esa & tertulis pada kitab suci masing-masing agama.
  2. Bagi pelanggarnya bisa diberikan sanksi dengan cara langsung di dunia (bencana / teguran/ perasaam bersalah) dari Tuhan maupun dengan cara tidak langsung di akhirat. Sanksinya berupa dosa & siksa di akhirat.
  3. Aturannya bersifat utama terhadap semua manusia pemeluk agamanya.
  4. Bersifat universal, yaitu berlaku untuk semua manusia di dunia yang meyakininya di manapun dirinya berada tanpa membedakan kedudukan & hartanya.
  5. Bersifat abadi, norma agama sudah dibangun sesuai dengan segala macam zaman, jadi tidak butuh disesuaikan lagi. Ini yang disebut sifatnya abadi, aturannya di setiap zaman sama.


Manfaat norma agama menurut Prof. Dr. H. Jalaludin, antara lain :


  1. Fungsi edukatif, mengundang pemeluknya untuk melakukan yang benar.
  2. Fungsi penyelamat, menyelamatkan pemeluknya dari kehidupan di dunia & akhirat.
  3. Fungsi perdamaian, mengundang pemeluknya untuk berdamai dengan diri sendiri & orang lain.
  4. Fungsi kreatif, mengundang pemeluknya utnuk berusaha untuk dirinya sendiri & orang lain.
  5. Fungsi sublimatif, mengundang manusia mengendalikan emosinya & beribadah terhadap Tuhan.
  6. Fungsi kontrol sosial, mengundang manusia untuk rutin melakukan yang benar.
  7. Fungsi solidaritas sosial, mengundang pemeluknya untuk saling tolong membantu sesama manusia.
  8. Fungsi pembaharuan, mengundang pemeluknya untuk menjadi penyuplai pembaharuan.


Ada beberapa kewajiban, berupa perintah ataupun larangan yang umum dimiliki oleh semua agama. Contohnya umpama, larangan berjudi, larangan mencuri, larangan berzina, perintah beribadah, & sebagainya.

Jika kewajiban-kewajiban tersebut tidak dilakukan, maka berarti individu melakukan pelanggaran. Hukum dari Tuhan mengenai pelanggaran perintah & larangannya ialah berdosa, hukumnya di akhirat. Tetapi dengan cara langsung individu bakal merasakan bersalah, rugi, hidupnya tidak enjoy, & lain-lain.

Contoh pelanggaran terhadap norma agama, yaitu:

Berikut contoh pelanggaran norma agama yang sering terjadi:

1. Mencuri

Semua agama di dunia ini melarang pencurian, yang artinya mengambil sesuatu milik orang lain tanpa ijin pemiliknya dengan cara sah. Bahkan, aturan mencuri ini dimasukkan ke dalam norma hukum, supaya sanksi yang diberikan langsung.

Beberapa kegiatan yang tergolong pencurian ialah ; merampok, mencuri barang, korupsi harta & waktu, penyelewengan jabatan, & lain-lain. Beberapa agama punya sanksi sendiri terhadap pencuri, umpama dalam agama Islam pencuri dipotong tangannya supaya ada efek jera pada pelaku, tetapi biasanya aturan sanksi yang diikuti ialah sanksi berdasarkan norma hukum.

2. Berzina

Berzina ialah melakukan hubungan intim dengan orang yang bukan pasangannya dengan cara hukum negara & agama. Berzina dilarang oleh semua agama, sebab lakukanan ini memberikan banyak akibat negatif. Akibat negatifnya, antara lain:


  1. Menyebarnya penyakit yang bisa menular sebab hubungan seksual dengan berganti pasangan.
  2. Tidak diketahuinya lagi asal usul tentu seorang anak dari garis ayah, menurunnya moralitas sebuah masyarakat, & lain-lain. 


Meskipun di beberapa negara dunia, berzina dianggap hal biasa, atas nama pergaulan bebas, tetapi pemeluk agama yakin ini merupakan lakukanan dosa. Dengan cara norma hukum sendiri belum ada hukuman yang jelas mengenai perzinahan.

3. Tidak Melaksanakan Ibadah wajib

Ibadah wajib yang dimaksud ialah sholat dalam agama Islam ataupun sembahyang dalam agama lain menyebutnya. Sholat & sembahyang diyakini sebagai sarana berhubungan dengan tuhan Yang Maha Esa, merupakan wujud rasa syukur, & doa dengan segala kondisi yang ada.

Orang yang tidak melaksanakan sholat & sembahyang dianggap telah melakukan dosa, meskipun tidak ada sanksi tegas yang langsung diterima pelanggar. Masyarakat berpendapat sholat & sembahyang merupakan hubungan pribadi seseorang dengan tuhan. (baca juga: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini)

4. Konsumsi Minuman Keras ataupun Alkohol

Minuman yang mengandung alkohol mengandung banyak bahaya dari zat-zat beracun yang dikandungnya. Bahaya tersebut khususnya menyerang & merusak otak para pemakai / orang yang mengkonsumsi alkohol dengan cara rutin & semakin menerus.

Di beberapa negara, mempunyai aturan yang ketat terkait dengan konsumsi narkoba & diatur dalam norma hukum. Contoh pelanggaran norma agama tipe ini tergolong banyak orang melakukannya dengan beberapa alasan.

5. Melakukan Perjudian

Contohnya halnya minuman alkohol & berzina, melakukan perjudian juga dilarang oleh semua anggota. Sebab pada dasarnya lebih banyak manusia / individu yang mengalami kerugian saat melakukannya.menggantungkan nasib pada hal yang belum tentu juga merupakan hal yang dilarang dalam agama. (baca juga: Pendidikan Karakter Di Sekolah)

6. Tidak Menghormati Orangtua

Setiap agama memerintahkan umatnya untuk menghormati orang yang lebih tua, khususnya orangtua yang telah melahirkan kita. Meskipun tidak ada sanksi hukum dengan cara jelas, tidak mematuhi orangtua umumnya bakal menghasilkan penyesalan yang dalam & tidak habis-habis terhadap si pelaku.

7. Memfitnah

Memfitnah artinya menyebarkan kekurang baikan orang lain yang tidak terbukti adanya. Biasanya dilakukan sebab seseorang merasa iri & dengki terhadap kesuksesan seseorang. Dalam semua agama, hal ini juga tergolong kategori lakukanan yang dilarang, sebab memfitnah bisa menghancurkan nama bagus seseorang & merusak hubungan sosial yang terjadi dalam mayarakat.

Di beberapa negara, memfitnah diikat pula dalam norma hukum dengan hukuman fisik berupa pidana kurungan / denda. Di Indonesia, seseorang yang memfitnah orang lain bakal mendapat sanksi berkaitan dengan pasal pencemaran nama bagus. (baca juga: Pentingnya Pendidikan Karakter)

8. Membunuh

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak terhadap nyawa seseorang tidak hanya Tuhan. Maka perbuatan mengambil nyawa seseorang ataupun membunuh tergolong pelanggaran norma agama. Semua agama menyetujui hal ini. Dalam norma-norma hukum, membunuh mempunyai undang-undang yang jelas & sanksi fisik denda sebagai hukuman pelanggaran.

9. Menjadi teroris

Ada banyak aktegori berbuat jahat. dari mulai dengan cara fisik, verbal, maupun psikologis yang membuat orang lain merasa tidak enjoy. Umpama, pemukulan, menyakiti hati orang lain dengan perkataan, menekan orang lain dengan cara psikologis / mengancam, & lain-lain.

10. Teror


11. Pencabulan/Pelecehan


12. Perbudakan

13. Penyiksaan

14. Menjual manusia

15. Menjebak orang


Meskipun tidak semua perbuatan jahat diatur dalam norma hukum, tetapi dengan cara norma agama perbuatan ini merupakan perbuatan yang menghasilkan dosa. (baca juga: Hakikat Pendidikan kewarganegaraan)

Solusi Pelanggaran Norma Agama

Aturan norma agama dibangun untuk ketertiban hubungan manusia dengan Tuhannya & hubungannya dengan manusia lain. Tetapi, kenyataannya banyak sekali norma agama yang ilanggar oleh para pemeluknya. Contoh peanggran di atas hanya contoh kecil yang bisa diuraikan. Gimana solusinya? Berikut solusi menanggulangi & mencegah terjadinya contoh pelanggaran norma agama:

  1. Mengajarkan pendidikan agama & pentingnya pendidikan karakter sejak dini di sekolah-sekolah & di rumah dalam keluarga. Pendidikan yang diajarkan sejak dini bakal lebih diingat oleh seseorang.
  2. Membiasakan hidup sesuai aturan norma agam sejak dini saat anak baru lahir. Menciptakan pembiasaan hidup beragama, bakal melahirkan pribadi-pribadi yang taat terhadap norma agama. Sebab kebiasaan bagus pada dasarnya bukan kebiasaan yang diciptakan dengan cara instan dalam sehari.
  3. Saling mengingatkan antar sesama pemeluk agama. Hal ini juga merupakan solusi paling manjur mencegah & menanggulangi pelanggaran norma agama. Oleh sebab itu, disarankan setiap individu berkawan / akrab dengan orang-orang yang bagus yang rutin mengingatkan bakal kebagusan.



Postingan mengenai contoh pelanggaran terhadap norma agama ini hanya pendek & menguraikan hal-hal yang umum. Diinginkan masih mengangkat fungsi bagi pembaca semua supaya menjalani kehidupan yang lebih bagus berdasarkan norma agama yang dianutnya. Terima kasih. Jika ingin bertanya mengenai macam macam norma lainnya silahkan berkomentar.
Loading...

0 Response to "15 Contoh Pelanggaran Norma Agama yang Sering Terjadi"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve