10 Tingkatan Organisasi Kehidupan Serta Penjelasannya Lengkap

Faktakah.com - Organisasi kehidupan.
Halo sahabat hari ini admin bakal mengulas tingkat organisasi kehidupan. Materi ini merupakan materi biologi kelas X yang telah saya pelajari. Struktur organisasi kehidupan ini terdiri dari delapan tingkat mulai dari molekul sel sampai bioma (biosfir). Berikut merupakan struktur yang menyusun tingkat organisasi kehidupan: sel> jaringan > organ > individu > populasi > ekosistem > bioma.

Nah apa itu sistem organisasi kehidupan? ada berapa tingkatan organisasi makhluk hidup? dan dari mana urutan organisasi kehidupan yang benar? mari kita simak...

10 Tingkatan Organisasi Kehidupan Serta Penjelasannya Lengkap

Keragaman pada sistem organisasi kehidupan

Pengertian organisasi kehidupan adalah sebuah urutan mulai terciptanya sebuah komunitas makhluk hidup dari paling kecil sampai komunitas yang besar. Tingkat organisasi kehidupan tersebut adalah: sel> jaringan > organ > individu > populasi > ekosistem > bioma.

#1. Tingkatan Organisasi Kehidupan: Molekul

Tingkat organisasi kehidupan yang paling kecil adalah molekul. Organisasi tingkat molekul ialah organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah sebab materi penyusunnya hanya terdiri atas asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (ADN) atau Asam Ribonukleat (ARN) & protein, seperti virus. Virus berukuran (2 - 20) milimikron, hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup, & bisa berkembang biak. Virus merupakan bentuk peralihan antara benda hidup & benda mati sebab bisa berbentuk kristal.

#2. Tingkatan Organisasi Kehidupan: sel

Tingkatan organisasi makhluk hidup yang kedua adalah sel. Tiap makhluk hidup terdiri dari sel. Teori ini disebut teori sel, dikembangkan oleh Schleiden (1804 - 1881) & Schwann (1810 - 1892). Keduanya berkebangsaan Jerman. Amoeba & Paramaecium yang hanya terdiri atas sebuah sel termasuk organisme bersel tunggal atau uniseluler, sedangkan organisme yang tersusun dari banyak sel disebut organisme bersel banyak atau multiseluler.

Pada umumnya mikroorganisme yang termasuk dalam kingdom monera & protista hanya terdiri dari inti sel. Sejarah penelitian mengenai sel periode pertama berlangsung 200 tahun. Diawali oleh Robert Hooke (1635 - 1703) yang memantau sayatan gabus dengan memakai mikroskop.

Kemudian Schleiden (1804 - 1881) & Schwann (1810 - 1882) yang mengadakan pengawasan berulang-ulang terhadap sel-sel fauna & flora dengan mikroskop. Pada tahun 1831 Robert Brown seorang pakar biologi dari Scotlandia, mengabarkan pengamatannya mengenai adanya benda kecil yang terapung dalam cairan sel yang disebut sebagai inti sel atau nukleus.

Penyelidikan sel selanjutnya terfokus pada cairan sel yang disebut protoplasma oleh Felix Dujardin (1835), Johannes Purkinje (1787 - 1869) & Max Schultze (1825 - 1874). Teori sel yang semula hanya menyebutkan bahwa sel merupakan kesatuan struktural dari kehidupan, ditambah dengan pernyataan bahwa sel juga merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan. Rudolf Virchow pada tahun 1858 menyebutkan bahwa semua sel berasal dari sel-sel juga (omnis cellula cellula), maka dengan kata lain, sel juga merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup.

Periode kedua sejarah penelitian sel ialah eksperimeneksperimen, salah satu hasilnya ialah diketahui adanya faktor menawan yang terdapat di dalam nukleus, yaitu kromosom. Berdasarkan pengetahuan itu, maka bisa dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Penemuan yang paling modern ketika ini ialah adanya mikroskop elektron yang bisa memberikan foto dengan skala 1.000.000 kali ukuran benda yang sesungguhnya.

#3. Tingkatan Organisasi Kehidupan: jaringan

Tingkatan organisasi kehidupan yang ketiga adalah jaringan. Jaringan sel merupakan kesatuan bentuk kehidupan (teori sel). Di dalam badan organisme multiseluler terdapat banyak sel yang tidak sama bentuk & fungsinya. Bentuk & susunan sel tergantung pada letak & fungsinya di dalam tubuh. Sel-sel yang sama bentuk & fungsinya membentuk kelompok yang disebut jaringan. Untuk bisa membentuk sebuah jaringan, sel mengalami perubahan bentuk & fungsinya.

Sel-sel yang mengalami perubahan biasanya pada jaringan embrionel, umpamanya jaringan meristem pada titik tumbuh sebuah flora membentuk jaringan epidermis, jaringan pembuluh, & lain-lain. Pada fauna juga terjadi perubahan yang demikian, zigot mengalami pembelahan sel membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya sel-sel penyusun blastula berubah bentuk & fungsinya menjadi beberapa jaringan tubuh, seperti jaringan kulit, jaringan otot, & lain-lain.

#4. Tingkatan Organisasi Kehidupan: organ

Organisasi makhluk hidup yang keempat adalah organ. Jaringan sebagai sebuah organisasi sel belum bisa bertujuan dalam badan organisme apabila tidak bekerja sama dengan jaringan yang lain, jantung umpama haruslah dibekali dengan jaringan otot, jaringan saraf, jaringan darah, jaringan ikat, & jaringan epitel. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama supaya jantung bisa bekerja dengan bagus.

Jantung ialah organ atau alat tubuh. Organ badan yang lain umpamanya ginjal, liver, & paru-paru. Organ-organ ini pun memiliki organisasi tertentu untuk membentuk sistem tertentu pula. Umpamanya sistem pernapasan terdiri atas beberapa organ antara lain hidung, rongga hidung, tenggorokan, cabang batang tenggorokan & paru-paru. Organisasi semacam ini disebut sistem organ.

#5. Tingkatan Organisasi Kehidupan: Sistem Organ

Sistem organ disusun oleh berbagai organ yang saling berinteraksi satu sama lain dalam melaksanakan sebuah manfaat di dalam tubuh. Sebagai contoh, sistem peredaran darah manusia, yang terdiri dari jantung & pembuluh darah, bertujuan untuk mengedarkan darah ke semua tubuh. Sistem organ ialah tingkat organisasi kehidupan yang lalu menyusun sebuah individu tingkat tinggi.

#6. Tingkatan Organisasi Kehidupan: individu

Dalam badan kamu terdapat beberapa macam sistem organ. Semua sistem tersebut saling berinteraksi melaksanakan sebuah manfaat dalam badan makhluk hidup. Makhluk hidup yang terdiri atas beberapa sistem organ disebut satu individu. Setiap manusia termasuk individu. Demikian pula tiap-tiap ekor semut dalam sekelompok semut atau tiap-tiap ekor domba dalam peternakan & tiap pohon teh dalam sebuah perkebunan.

#7. Tingkatan Organisasi Kehidupan: populasi

Kita dikelilingi beberapa tipe makhluk hidup yang bermacam-macam, umpamanya ayam, mangga, pepaya, kambing, & lain-lain. Populasi merupakan tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang & waktu yang sama. Apabila berkata mengenai populasi, kamu haruslah menyebutkan jenis individu yang dibicarakan dalam batas waktu & tempat tertentu. Kamu tidak bisa berkata bahwa pohon bakau yang hidup di hutan mangrove & di pesisir pantai selatan ialah satu populasi, sebab tempatnya tidak sama.

#8. Tingkatan Organisasi Kehidupan: Komunitas

Komunitas ialah tingkat organisasi kehidupan yang tersusun atas sekumpulan populasi yang berada pada waktu & tempat yang sama. Contoh komunitas yang bisa kami jumpai sehari-hari umpama komunitas padangrumput, yang terdiri dari populasi alang alang, populasi rerumputan, populasi belalang, populasi cacing tanah, populasi kupu-kupu, & sebagainya.

#9. Tingkatan Organisasi Kehidupan: ekosistem

Makhluk hidup hanya bisa hidup di tempat-tempat dengan syarat-syarat tertentu untuk hidupnya, umpamanya bakau tumbuh di pantai, lumut hidup di tempat-tempat lembap, & pohon kurma hidup di tempat-tempat kering. Tetapi, ada juga makhluk hidup yang tidak terbelit pada syarat-syarat tertentu untuk bisa hidup di beberapa tempat yang kondisinya berlainan.

Beberapa tipe makhluk hidup yang memerlukan syarat lingkungan sama & dalam beberapa hal saling membutuhkan, biasanya bakal hidup bersamaan. Umpamanya di persawahan terdapat padi, katak, ulat, & tikus. Kelompok organisme yang hidup bersama-sama disebut komunitas. Setiap organisme hidup dalam lingkungannya masing masing, lingkungan biotik & lingkungan abiotiknya. Lingkungan biotik, yaitu semua organisme yang terdapat di sekelilingnya. Adapun lingkungan abiotik, yaitu faktor-faktor seperti iklim (suhu, kelembapan, cahaya) & tempat hidupnya (tanah, air, udara).

Untuk memperoleh energi & materi yang diperlukan untuk hidupnya, semua komunitas bergantung terhadap lingkungan abiotik. Organisme produsen memerlukan energi, cahaya, oksigen, karbon dioksida, air, & garam-garam dari lingkungan abiotik. Sesudah materi & energi diuraikan produsen, hasilnya bisa disemakinkan terhadap konsumen tingkat pertama. Lalu ke konsumen tingkat kedua & sesemakinnya. Materi & energi yang berasal dari lingkungan abiotik bakal kembali lagi ke lingkungan abiotik lagi. Dengan demikian komunitas & lingkungan abiotiknya merupakan sebuah sistem. Setiap sistem demikian dinamakan ekosistem.

#10. Organisasi tingkat bioma

Tingkatan organisasi kehidupan yang terakhir adalah bioma. Semua komunitas biotik berhubungan dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya. Demikian pula ekosistem berhubungan dengan ekosistem lain di sekelilingnya. Ekosistem hutan berhubungan dengan ekosistem sungai. Ekosistem sungai berhubungan dengan laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, jadi bumi merupakan sebuah ekosistem besar disebut juga biosfer.

Nah itulah postingan tingkatan organisasi makhluk hidup yang benar. Semoga PR materi biologi mengenai tingkatan organisasi kehidupan bisa terlesaikan dengan melihat organisasi kehidupan diatas. Apabila ingin bertanya mengenai organisasi makhluk hidup/buku biologi tentang tingkat organisme kehidupan, silakan ketik di komentar dibawah.

Terima kasih telah membaca postingan urutan organisasi kehidupan yang benar. Baca Juga:


Bagi sahabat yang ingin copas isi postingan tingkat organisasi kehidupan ini, maka diinginkan untuk cantumkan sumber dengan "Link Aktif Menuju ke Postingan Ini", apabila tidak dicantumkan, maka blog sahabat bakal saya laporkan ke DMCA.

0 Response to "10 Tingkatan Organisasi Kehidupan Serta Penjelasannya Lengkap"

Posting Komentar

Komentar Sopan Akan di Approve