Menginterpretasi Struktur Teks Cerpen Banun (Intrinsik dan Ekstrinsik)

Loading...
Loading...
Faktakah.com - Struktur teks cerpen banun. Halo sobat, hari ini admin bakal menginterpretasi teks cerpen "Banun" yang ada pada Buku Paket Bahasa Indonesia kelas XI. Disini admin bakal memberikan kunci jawaban dari intrpretasi teks cerpen "Banun" mulai dari unsur intrinsik hingga unsur ekstrinsik teks tersebut. Diantara yang bakal kami interpretasi tersebut ialah mulai dari tema, amanat, alur, penokohan, latar, latar belakang pengarang, & gaya bahasa teks cerpen Banun.

Cerpen yang berjudul "Banun" karya Damhuri Muhammad ini mempunyai makna & pesan kehidupan. Contoh makna & pesan dalam cerpen tersebut ialah "apabila berhemat ialah cara yang cocok supaya kami menjadi orang berhasil tetapi jangan sempat lupa untuk menolong orang lain yang membutuhkan".

Teks cerpen Banun ini menceritakan mengenai seorang wanita tangguh & mempunyai aspirasi yang kuat. cerpen berjudul Banun ini juga mempunyai bahasa baku yang estetis sekaligus juga mudah dipahami oleh para pembaca. Inilah struktur teks cerpen banun:
Menginterpretasi Struktur Teks Cerpen Banun (Intrinsik dan Ekstrinsik)

Struktur Teks Cerpen Banun

1. Tema

Tema pada cerpen "Banun" ialah keberanian sesorang yang tidak memperdulikan omongan orang lain mengenai dirinya demi masa depan dirinya & keluarganya. Banun populer menjadi orang kikir tetapi sebetulnya Banun ialah seorang pekerja keras yang dengan gigih berjuang utuk kehidupan dirinya & anak-anaknya.

2. Amanat

Amanat pada cerpen "Banun" ialah jangan pernah menilai orang hanya dari kebiasaaan yang dilakukan tanpa sempat tahu apa maksud & tujuan orang tersebut melakukannya. Jadilah orang yang rutin bekerja keras dalam melakukan segala pekerjaan.

3. Alur

Alur cerpen Banun Memakai alur campuran, sebab menceritakan asal-muasal Banun dijuluki Banun Kikir.

Kaidah pemplotan dalam cerpen "Banun"

  1. Plausibilitas (kemasukakalan). Plausibilitas yaitu menyaran pada arti sebuah hal yang bisa dipercaya sesuai dengan logika cerita. Plot sebuah cerita harus mempunyai sifat plausible, bisa dipercaya oleh pembaca. (Banun menjodohkan anaknya dengan lelaki lain yang beralasan hatinya sedih dengan Palar sebab rutin dihina)
  2. Suspense (rasa ingin tahu). Suspense ialah hasrat dari pembaca sebuah cerpen untuk menyelesaikan kegiatan membacanya yang dikarenakan cerita tersebut luar biasa, memotivasi & mengikat pembaca. Rasa ingin tahu terlihat dari alasan yang mendasari menghina Banun dengan sebutan kikir hanya sebab tidak sempat membeli dagangan orang lain & memilih bekerja keras untuk menanam tanaman tersebut sendiri serta mencari barang substitusi/pengganti barang tersebut. Umpama minyak tanah & elpiji digantikan dengan daun kelapa yang kering.
  3. Surprise ( Kejutan). pemplotan dengan cara mengejutkan pembaca saat telah larut dalam sebuah cerita singkat ataupun cerpen. (Palar tiba-tiba ingin meminang Banun)
  4. Unity( kesatupaduan), pemlotan dengan cara mengutamakan keutuhan, keterkaitan antara hal sebelumnya & diceritakan dengan hal yang lain. Adanya keterkaitan antara beberapa. Cerpen Banun ceritanya saling bersangkutan dari awal yaitu keadaan Banun yang ditinggal mati suaminya yang mempunyai kelebihan parasnya yang cantik, menyebabkan palar ingin meminanngnya. Sesudah palar ditolak oleh Banun tetap saja berusaha untuk dekat dengan Banun yaitu dengan cara meminang anak Banun (Rimah) untuk anaknya (Rustam). Tetapi sebab Banun sedih dengan sikap palar maka Banun menolaknya & menjodohkannya dengan lelaki lain, sementara Palar terus menghina Banun. Hal ini menyebabkan Rimah memarahi Banun sebab tidak menjodohkannya saja dengan Rustam.

4. Penokohan

Penokohan ialah cara penulis memperlihatkan karakter tokoh-tokohnya.

  1. Banun : Tangguh, keras kepala, hemat, & pekerja keras
  2. Rimah : Pembantah
  3. Nami : Pembantah
  4. Palar : Pemalas, pendendam, & pemarah
  5. Zubaedah (istri Palar) : Pemboros

Sudut Pandang pada cerpen "Banun" tersebut memakai aspek pandang orang ketiga yaitu pemakaian nama yang sering dipakai pengarang dalam menceritakan tokoh utamanya yaitu Banun.

5. Latar

Latar meliputi tempat, waktu, & suasana momen yang terjadi ataupun yang diceritakan.
1. Latar tempat

  1. Di hutan mana para pemburu melepas anjing, di sana tentu tegak lapak lemang-tapai milik Banun.
  2. Maka, selepas kesibukannya menanam, menyiangi, & menuai padi di sawah milik sendiri, dengan segenap tenaga yang tersisa, Banun menghijaukan pekarangan dengan bermacam-ragam sayuran, cabai, seledri, bawang, lengkuas, jahe, kunyit, gardamunggu, jeruk nipis, hingga seluruh kebutuhannya untuk memasak tersedia hanya beberapa jengkal dari aspek dapurnya.
  3. Keluargamu beruntung bila menerima Rustam. Ia bakal menjadi satu-satunya insinyur pertanian di kampung ini, & hendak menerapkan cara bertani zaman kini, hingga orang-orang tani tidak lagi terpuruk dalam kesulitan," ungkap Palar sebelum meninggalkan rumah Banun

2. Latar suasana

  1. (Menegangkan) Rupanya penolakan Banun telah menyinggung perasaan Palar. Lelaki tersebut merasa terhina. Mentang-mentang sudah kaya, Banun mentah-mentah menolak pinangannya.

3. Latar Waktu

  1. Banun tukang lemang yang hanya terlihat sibuk pada hari Selasa & Sabtu, hari berburu yang nyaris tak sekali pun dilewatkan oleh para penggila buru babi dari beberapa pelosok.
  2. Saban petang, selepas bergelimang lumpur sawah, daun-daun kelapa kering tersebut dipikulnya dari kebun yang sejak lama telah digarapnya.
  3. Setiap Jumat, Banun datang berkunjung, menjenguk cucu, dengan cara bergiliran.

6. Latar Belakang Pengarang

Damhuri Muhammad lahir pada tanggal 1 Juli 1974 di Taram, Payakumbuh, Sumatra Barat. Dirinya sangat mengetahui adat Minang sebab dirinya dibesarkan dengan adat Minang. Di dalam cerpen Banun Damhuri Muhammad mengfotokan tokoh Banun sebagai orang yang suka bekerja keras & hemat.

Latar belakang Damhuri Muhammad banyak memengaruhi hasil karyanya. Sebagai orang Minang yang populer dengan kerja kerasanya dalam mencapai sebuah impian. Hal ini memberikan inspirasi bagi Damhuri dalam menciptakan tokoh Banun yang yang tidak memperdulikan omongan orang lain mengenai dirinya demi masa depan dirinya & keluarganya.
Keterkaitan Pengarang dengan latar belakang daerahnya.

  1. Masakan : Lemang
  2. Perjodohan : Perjodohan Rimah dengan Rustam yang gagal, Perjodohan Rimah dengan lelaki lain.
  3. Merantau : Rustam yang sekolah di luar negeri.
  4. Pintar dagang : Penjual Minyak & gas elpiji.
  5. Etos Kerja tinggi : Banun yang bekerja keras sebagai petani yang tidakmembeli bahan makanan tetapi menanamnya sendiri.

Sesudah membaca cerpen di atas dengan cara perlahan & hati-hati bisa kita tangkap bahwa dalam cerpen Banun menuai kritik sosial & pendidikan. Pendidikan dalam cerpen Banun membahas arti kata tani yang berasal dari kata "tahani" yang bermakna menahan diri untuk membeli sesuatu apabila tetap bisa kami hasilkan sendiri. Untuk kritik sosialnya Damhuri Muhammad meyindir dengan cara halus pasca sarjana pertanian ataupun insinyur pertanian yang sebagian hanya banyak memahami teori pertanian tetapi tidak ada praktek di lapangan. Ia memperlihatkan gimana seorang insinyur pertanian tak bisa berbuat banyak, tidak mempunyai lahan sekaligus menyindir para lulusan pertanian yang sebetulnya tidak mempunyai niat sama sekali untuk mengembangkan performa & keilmuan mereka dalam bidang pertanian.

7. Gaya Bahasa


  1. Bila ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak bakal ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya.(majas praeterito yaitu majas majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan sesuatu & pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu) dari tahun ke tahun (majas Klimaks yaitu majas penegasan dengan menyebutkan beberapa hal berturut-turut dengan memakai urutan kata-kata yang terus lama terus memuncak)
  2. Sifat kikirnya dari tahun ke tahun terus mengakar. (majas hiperbola yaitu majas yang melebih-lebihan, dimana sifat kikir tersebut hingga berakar)
  3. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang mampu menyumbangkan rekor kekikiran Banun. (majas interupsi yaitu majas penegasan yang memakai kata-kata ataupun bagian kalimat yang disisipkan diantara kalimat pokok guna lebih membahas & menekankan bagian kalimat sebelumnya).
  4. Banun dukun patah-tulang yang dangau usangnya kerap didatangi laki-laki pekerja keras. (majas tropen yaitu majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan pekerjaan ataupun lakukanan dengan kata-kata lain yang mengandung arti yang sejalan).
  5. Disepanjang usianya, banun Kikir tak sempat membeli minyak tanah untuk mengasapi dapur keluarganya. (Majas alusio yaitu majas yang mempergunakan ungkapan paribahasa , kata-kata yang artinya diketahui umum).
  6. Perempuan tersebut menanak nasi dengan cara cara menyorongkan seikat daun kelapa kering ke dalam tungku, & sesudah api menyala, lekas disorongkannya pula beberapa keeping kayu bakar yang rutin tersedia di bawah lumbungnya.( majas Klimaks).
  7. Cabai, bawang, seledri, kunyit, lengkuas…. .(majas Asidenton yaitu majas penegasan yang menyebutkan beberapa barang, hal ataupun keadaan dengan cara berturut-turut tanpa memakai kata penghubung).
  8. Begitu aliran mendiang suami Banun, yang meninggalkan perempuan tersebut saat anak-anaknya belum bisa mengelap ingus sendiri.(majas Alusio).
  9. Maka selepas kesibukannya menanam, menyiangi, & … .(majas klimaks).
  10. Cabai, seledri, bawang, lengkuas…(majas asidenton).
  11. Hampir separuh dari lahan sawah…(majas hiperbola).
  12. Bukankah ada tauke yang rutin berkenan memberi pinjaman, selagi orang tani tetap mau menyemai benih?(majas retorik yaitu majas penegasan dengan memakai kalimat Tanya retorik yang sebetulnya tidak memerlukan jawabansebab sudah diketahuinya).
  13. Perangai lintah darat tersebut sudah merajalela.(majas simbolik yaitu majas perbandingan yang melukiskan sebuah dengan memperbandingkan benda-benda lain sebagia simbol).
  14. Si Banun Kikir…(majas antomonasia yaitu majas perbandingan dengan menyebutkan seseorang berdasarkan ciriatau sifat menonjol yang dimilikinya).

Nah itulah artikel Menginterpretasi Struktur Teks Cerpen Banun. Semoga PR struktur cerpen Banun kamu dapat terlesaikan dengan melihat contoh diatas. Jika ingin bertanya tantang materi struktur teks cerpen banun, silakan ketik di komentar dibawah.

Terima kasih telah membaca artikel struktur teks cerpen banun. Baca Juga:
Bagi sobat yang ingin copas isi artikel struktur teks cerpen banun ini, maka diharapkan untuk cantumkan sumber dengan "Link Aktif Menuju ke Artikel Ini", jika tidak dicantumkan, maka blog sobat akan saya laporkan ke DMCA.
Loading...

0 Response to "Menginterpretasi Struktur Teks Cerpen Banun (Intrinsik dan Ekstrinsik)"

Post a Comment

Komentar Sopan Akan di Approve