8 Contoh Resensi Buku Non Fiksi Sesuai EYD dan 5W+1H

Loading...
Loading...
Faktakah.com - Contoh resensi buku non fiksi.
Halo sobat hari ini admin mau memberi kalian semua 8 contoh meresensi buku non fiksi lengkap yang saya ambil dari beberapa sumber supaya bisa memudahkan kalian semua dalam mengerjakan tugas meresensi buku non fiksi kalian. Kalian tentu sadah tau apa tersebut non fiksi, non fiksi ialah suatu karangan yang dibangun bedasarkan fakta sesuai kenyataan yang ada & terjadi bahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti essai, biografi, jurnal, buku sejarah, buku ilmiah dan lain-lain.

Cara meresensi buku non fiksi yang baik & benar sangat diperlukan apabila kalian ingin membuat suatu resensi buku khususnya apabila buku tersebut terbukti sudah populer.

Meresensi buku tersebut sendiri merupakan suatu pertimbangan ataupun penilaian seseorang terhadap buku sudah diterbitkan yang telah banyak beredar di masyarakat.

Dalam membuat suatu resensi buku non fiksi tidak boleh sembarangan sebab ada berbagai sudut penting yang harus diperhatikan. Apabila suatu contoh resensi buku non fiksi harus berisi hal-hal yang positif ataupun berisikan penilaian yang baik, maka resensi tersebut bisa berpengaruh terhadap naiknya pembelian buku.

Dikarenakan tidak boleh sembarangan dalam meresensi buku non fiksi, maka hari ini saya bakal memberikan gimana cara meresensi buku yang baik & benar, baik itu resensi buku pengetahuan, buku novel, cerpen dan film.
8 Contoh Resensi Buku Non Fiksi Sesuai EYD dan 5W+1H

Bagi yang belum paham mengenai definisi resensi kalian bisa membaca postingan saya sebelumnya yaitu arti & cara  meresensi buku yang bagus & benar atau klik disini. Disitu kalian bakal belajar cara membuat resensi buku yang betul, sebab tidak hanya melihat contoh resensi buku dari beberapa sumber, kalian juga butuh mengenal langka-langkah pembuatannya.

CARA MEMBUAT RESENSI BUKU LENGKAP

Dalam membuat resensi buku non fiksi lengkap yang baik dan benar, anda harus bisa memahami contoh resensi buku yang ada dibagian bawah halaman artikel ini.

Nah ada berbagai sudut ataupun unsur yang haruslah dilakukan meresensi buku non fiksi, diantaranya ialah sebagai berikut dalam 21 cara meresensi buku (6 langkah-langkah meresensi buku + 6 Unsur resensi buku + 4 Susunan resensi buku + 5 Syarat penyusunan resensi buku)

Langkah langkah menulis resensi

  1. Membuat penjajakan terhadap buku yang bakal diresensi. Hal yang harus dijajaki meliputi tema buku, penerbit, pengarang, & katagori buku.
  2. Membaca buku yang bakal diresensi dengan cara tuntas & intensif untuk memahami isi buku dengan cara menyeluruh.
  3. Memberi tanda bagian-bagian yang dianggap penting & bakal dimunculkan dalam resensi.
  4. Membuaat inti sari buku.
  5. Menentukan sikap terhadap buku. Sikap tersebut meliputi:
  • Organisasi ataupun karangan penulisan, meliputi kohesi & koherensi antarbagian yang ditulis;
  • Isi penyataan, meliputi gimana bobot ide, analisis, penyajian data, & pemikiran yang disampaikan;
  • Bahasa, meliputi pemilihan kata, struktur kalimat, & penerapan ejaan;
  • Aspek teknis, meliputi tata letak, tata wajah, & sebagainya.
      6. Mengoreksi & merevisi hasil resensi untuk menghasilkan tulisan yang sangatlah bernilai.

Ok berikut bakal saya berikan 8 contoh resensi buku non fiksi yang telah saya ambil dari beberapa sumber.

CONTOH RESENSI BUKU NON FIKSI

Contoh Resensi Buku Non Fiksi 1

IDENTITAS BUKU
Judul Buku       : Trik danTrik Jago Main Rubik
Penulis              : Wicaksono Adi
Penerbit            : Gradien Mediatama
Cetakan            : 1, 2009
Tebal                 : 184 halaman

PENULIS
Wicaksono Adi, lahir di Semarang pada 6 Oktober 1986. Di komunitas rubik Indonesia & internasional, ia dikenal dengan nama panggilan Chuck. Mulai mengenal rubik pada Maret 2009, dengan segera ia jatuh cinta dengan permainan ini serta komunitasnya.

PENDAHULUAN
Buku "Tip danTrik Jago Main Rubik" ini hadir sebagai solusi jitu & komplit. Buku ini bakal menjadi kawan bersahabat Kita dalam menyelami permainan rubik, mulai dari nol hingga mahir. Dari berjam-jan hingga sanggup menyelesaikannya dibawah 20 detik, bahkan dengan mata tertutup.

SINOPSIS
Rubik ialah permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang mempunyai enam warna pada setiap sisinya. Ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Ernö Rubik, seorang arsitek & pemahat asal Hungaria. Dengan segera, rubik menciptakan sensasi internasional. Setiap orang ingin mempunyainya. Demam ini menjalar bagus pada anak-anak maupun dewasa. Ada sesuatu yang memikat pada kubus kecil ini. Ia mempunyai konsep yang sederhana, elegan, tetapi dengan cara mengejutkan susah untuk diberakhirkan.

Satu demi satu kompetisi lokal diadakan untuk berlomba menyelesaikan rubik, di antaranya American Rubik's Cube Championship (November 1981), United Kingdom Rubik's Cube Championship (Desember 1981), Canadian Rubik's Cube Championship (Maret 1982). Puncaknya, di bulan Juni 1982 untuk pertama kalinya diselenggarakan Rubik's Cube World Championship di Budapest, di mana orang-orang dari beberapa negara dipertemukan oleh rubik. Kejuaraan ini dimenangkan oleh seorang pelajar Vietnam berumur 16 tahun, Minh Thai, dengan catatan waktu 22,95 detik.

Keberminatan publik pada rubik mulai memudar menjelang tahun 1990. Orang-orang sudah terlalu kesal saat mencoba menyelesaikannya, mengingat keterbatasan info saat itu. Sebagian lebih berminat dengan keberadaan video permainan elektronik yang lebih modern. Tetapi hingga hari ini, lebih dari 30 juta rubik telah terjual (belum tergolong merk-merk tiruannya!), menjadikannya diakui sebagai permainan puzzle terlaris di dunia. Bahkan rubik juga disebut-sebut sebagai mainan terlaris sepanjang masa, berdampingan dengan boneka Barbie.

Dengan kemuncurjan internet, rubik akhirnya bangkit dari tidur panjangnya. Pada tahun 2000, petunjuk untuk menyelesaikan rubik telah banyak ditemukan di internet. Demam rubik pun melanda untuk kedua kalinya. Puncaknya terjadi pada tahun 2003, saat World Championship kedua diadakan di Canada. Rubik dipandang sebagai permainan yang positif, murah, melatih motorik, daya ingat, serta sanggup mendorong peminatnya untuk menjalin komunitas & berkompetisi dengan cara sehat.

IKHTISAR
Speedsolving ialah seni menyelesaikan rubik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Para pelakunya biasa disebut speedcuber. Bagi mereka, menyelesaikan rubik ialah suatu olahraga ketangkasan. Mereka tidak hanya mengejar kebahagiaan, melainkan juga membuktikan diri &
meraih prestasi.

KELEBIHAN
1.   Banyak terdapat foto yang luar biasa.
2.   Penjelasannya sangat rinci.
3.   Terdapat indeks untuk kata-kata yang susah dimengerti.

KEKURANGAN
1.   Beberapa kata yang susah dimengerti tidak terdapat dibagian indeks.

Diatas adalah contoh resensi buku non fiksi pengetahuan tentang rubik.

Contoh Resensi Buku Non Fiksi 2

IDENTITAS BUKU
Judul Buku       : Dahsyatnya Hypnoparenting
Editor                : Yoan Destarina
Penerbit            : Penebar Plus+
Cetakan            : I. Jakarta 2010, II. Jakarta 2010
Tebal                 : iv + 116 Halaman
ISBN                 : 978-602-8661-23-2

ULASAN BUKU
Keberhasilan pergi dari keluarga. Dari keluargalah seseorang dibentuk karakternya. Tetapi dalam perjalanannya, banyak orang tua yang menemui beberapa kesusahan dalam mendidik anak. Anak malas belajar, tidak suka makan, kekurangan percaya diri, anak yang nakal, & tetap banyak lagi. Hypnoparenting ialah salah satu solusi bagi para orang tua yang menemui kesusahan tersebut.

Hypnoparenting berasal dari hipnosis & parenting. Hipnosis bukan sihir, hipnosis ialah pengetahuan & teknik berkomunikasi dengan sistem kerja otak. Sedangkan parenting ialah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik anak. Hypnoparenting memakai prinsip kerja hypnosis (komunikasi dengan otak) dengan pengetahuan mengenai gimana mendidik anak & menjadi orang tua yang sanggup memahami perkembangan anak untuk menuju kehidupan yang bagus, berhasil & bahagia.

Orang tua menjadi pelaku penting dalam hypnoparenting ini. Dalam prakteknya, hypnoparenting ialah proses sugestif dengan menanamkan kalimat-kalimat yang bersifat positif, seperti, "kamu pintar & rajin. Kamu bahagia belajar & rutin mengerjakan tugas dengan bagus." Waktu paling manjur untuk memasukkan sugesti ialah menjelang tidur, saat bangun tidur, pada waktu emosi anak meningkat, & saat anak dalam kondisi terkejut.

Agus Sutiyono selaku penulis sudah mulai membisikkan kalimat sugestif terhadap anaknya, Citra Amalia Putri Sutiyono. Kalimat yang rutin ia bisikkan setiap bangun tidur sejak Citra berumur 6 bulan tersebut yaitu, "Terima kasih, ya Allah, aku sehat, aku bahagia, aku pintar, & bagus hati." Sugesti yang diberikan pada saat yang tepat ini nyatanya membentuk betul perilakunya. Citra tumbuh dengan emosi yang sebanding & dibahagiai kawan-kawan.

Dalam hypnoparenting, orang tua haruslah mempunyai kecerdasan emosional & kecerdasan spiritual yang tinggi untuk menolong anak-anak mengoptimalkan performa. Anak sebagusnya tidak dididik supaya cerdas namun juga sanggup berfikir kreatif, imajinatif, & mempunyai emosi yang stabil. Kreativitas orang tua diperlukan dalam memakai kalimat sugesti yang tepat untuk anak.

Buku ini merupakan hasil belajar sang penulis di fakultas Magister Manajemen IPMI Jakarta dengan spealisasi program Manajemen Sumber Daya Manusia Pada tahun 1996. Tidak hanya itu, penulis juga mengikuti Indonesia-Australia Specialist Project II, Human Rights Program-University Of Sidney (UTS), Australia pada tahun 2003. Ditulis dengan bahasa yang lugas nan santai & berorientasi ke dalam keluarga, buku ini sangat tepat dibaca oleh para orang tua. Kalimat-kalimat sugestif dalam buku ini sangat beragam & telah diterapkan oleh penulisnya sendiri yang terbukti berhasil membentuk perilaku anaknya.

Selain mendapat ilmu mengenai cara mendidik, merubah atau membentuk perilaku anak, orang tua juga bisa mendapat beberapa ilmu pengetahuan yang bisa mereka ajarkan terhadap anak-anak mereka, seperti arti hipnotis, mekanisme kerja otak & lain sebagainya. Buku ini juga tepat dibaca oleh kalangan remaja. Kalimat-kalimat sugestif yang ada pada buku ini sangat berguna & bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tampilan foto animasi yang banyak terdapat dalam buku ini justru menjadi kekekuranganan sebab buku ini berorientasi dalam kehidupan keluarga yang ditujukan untuk dibaca orang tua. Tidak hanya itu, ada banyak istilah-istilah dalam bahasa asing yang umumnya sukar dipahami oleh para orang tua. Tetapi, terlepas dari kekekuranganan yang ada, buku ini pantas dimiliki oleh semua kalangan terutama orang tua yang mengharapkan anaknya menjadi pribadi yang bagus. Mendidik anak layaknya menanam pohon, apabila kita benar dengan cara perlakuannya, maka kita juga yang bakal memetik & menikmati hasilnya. Sungguh Dahsyatnya Hypnoparenting.

Diatas contoh resensi buku non fiksi Hypnoparenting.

Contoh Resensi Buku Non Fiksi 3

IDENTITAS BUKU
Judul Buku      : Tafsir Ibadah
Penulis             : H. Abd. Kholiq Hasan
Penerbit           : Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Cetakan           : 1 September 2008
Tebal               : 332 Halaman

ULASAN BUKU
Ibadah merupakan bentuk penghambaan manusia terhadap Tuhan, dengan hal tersebut manusia menjalin komunikasi dengan penciptanya, Allah swt. Apabila dilihat dengan cara umum ibadah mempunyai dua tingkatan dengan cara dogmatis, wajib & sunah.

Pada sudut lain, apabila dilihat dengan cara definitif, ibadah berasal dari kata bahasa Arab, 'ibadah, kata ni merupakan turunan dari 'a-ba-da, yang berarti…mempunyai makna yang luas. Dengan ibadah ini bakal tersadar komunikasi dengan Tuhan, bagus bersifat personal maupun komunal.

Disadari atau tidak hidup di dunia merupakan kehidupan sementara, di dunia manusia diperintahkan untuk berusaha & mempersiapkan bekal untuk kelangsungan hidup & bekal di akhirat kelak. Bekal dunia manusia di anjurkan untuk mencari rezeki untuk kehidupan di dunia.
Adapun untuk bekal di akhirat manusia hendak ibadah atau berbuat sesuatu yang berkualitas ibadah. Ibadah yang telah diperbuat manusia inilah yang bakal menjadi bekal di akhirat, yang bakal menentukan manusia mendapatkan kenikmatan surgawi atau kesengsaraan di neraka.

Tetapi demikian, tidak semata-mata kita melaksanakan ibadah tanpa ada tuntutan yang berasal dari nash-nya. Sebab apabila beribadah tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan agama atau tidak ada tuntunan dari nash, maka ibadah tersebut tidak bakal diterima, bahkan sebaliknya bisa merilis kemurkaan Allah swt. Jadi butuh pembacaan & melihat  pada sumber tuntutan umat Islam, Alqur'an. Alqur'an yang menjadi sumber umat islam dalam hal apapun, tak terkecuali ibadah. 

Dengan memahami & mengenal peribadatan langsung dari sumbernya, maka bakal memberikan satu pemahaman bahwa aliran yang dibawakan Islam sangat lentur, memungkinkan adanya perbedaan penafsiran, & mengangkat kita pada tujuan dari proses ibadah tersebut sendiri.
Penulis Abdul Khaliq Hasan, yang merupakan lulusan Madrasatul Qur'an Tebuireng, memilih bentuk tematis (maudhu'i) dalam buku tafsirnya ini. Selanjutnya penulis memperjelas maksud dari tematik tersebut ialah dengan mengaitkan isis kandungan Al-Qur'an denga hokum-hukum Islam (Fiqh) dengan mengambil judul besar "ibadah".

Buku ini berisi penafsiran atas ayat-ayat ahkam (ayat yang berkata mengenai hukun syari'at), terutama yang berkaitan dengan ibadah mahdhah, dari persoalan thaharah hingga persoalan haji & umrah. Berdasarkan isinya yang ada, buku ini bisa dikategorikan sebagai tafsir ahkam. sebab berisi pembahasan-pembahasan perihal hukum, terutama yang berkaitan mengenai ibadah mahdhah. Dengan kata lain persoalan rukun Islam yang lima dibahas & diuraikan dalam buku ini.
Buku dengan judul Tafsir Ibadah ini juga membahas dalil-dalil & pemikiran-pemikiran mujtahid mengenai hukum & ibadah. 

Dalam konteks ijtihad, buku ini menjadi penting sebab ia berusaha memberikan fotoan gimana para mujtahid meng-istinbat-kan hukum yang tidak sama-beda.

Dengan pembacaan dari asalnya langsung justru bakal memperkaya ikhtilaf (perbedaan). Pergi dari hal tersebut justru diinginkan tersadar sikap saling menghormati & saling menghargai pemikiran orang lain.

Kehadiran Buku ini sangat tepat untuk dijadikan sebagai salah satu referensi pribadi atau dijadikan sebagai pedoman materi dakwah bagi para da'i. Sekalipun tidak semua, perpersoalanan terkait ibadah mahdhah sudah terwakili & dibahas dalam buku ini.

Uraian ibadah langsung dari asalnya atau dari ayat yang berkaitan dengan ibadah tertentu & dijelaskan dengan penafsiran para ulama yang menafsirkan ayat tersebut. Penulis menjadi penengah dalam beberapa perbedaan penafsiran para ulama terkait maslah ikhtilaf hukum. Penulis juga menyatakan asbab al-nuzul, serta dibekali dengan Hadis dalam membahas ayat demi ayat.

Diatas adalah contoh resensi buku non fiksi tafsir ibadah.

Contoh Resensi Buku Non Fiksi 4

IDENTITAS BUKU
Judul             : Saat Nabi di Kota: Kisah Sehari-Hari Nabi di Madinah (Menata Sendi-Sendi Ekonomi, Sosial & Politik)
Penulis           : Dr. Nizar Abazhah
Penerjemah   : Asy'ari Khatib
Penerbit         : Zaman, Jakarta
Cetakan         : I, 2010
Tebal              : 603 Halaman
ISBN              : 978-979-024-232-6

ULASAN BUKU
Suatu hari penduduk Yatsrib berkerumun di setiap sudut kota. Mereka sedang menanti kedatangan utusan Allah beserta rombangan. Kerumunan tersebut dipenuhi laki-laki, perempuan, orang tua renta hingga anak-anak. Saat salah satu warga melihat rombongan Nabi saw. tiba di tepi Yatsrib, serontak keramaian suara penyambutan pun bergelegar. Peristiwa bersejarah ini dikenal dengan nama hijrah, yang terjadi pada tahun 622 Masehi.

Nabi meperbuat hijrah berkaitan dengan kondisi sosio-politik Mekkah. Kondisi tersebut tidak memungkinkan Nabi saw. untuk semakin bermukim & menyebarkan Islam di Mekkah. Dengan beberapa pertimbangan, Nabi saw. pun memilih Madinah sebagai wilayah transmigrasinya.

Madinah merupakan perkampungan yang terletak sebelah utara Mekkah. Dengan cara geografis, Madinah tepat untuk pertanian. Kondisi tersebut tidak sama dengan Mekkah yang kering & gersang, jadi tidak tepat untuk lahan pertanian. Daerah yang mulanya bernama Yatsrib ini sangat strategis untuk perdagangan sebab terletak pada jalur rempah-rempah yang menghubungkan Yaman & Suriah.

Oleh sebab tersebut masyarakat Madinah lebih memilih menetap dibanding nomaden (berpindah-pindah), seperti masyarakat Arab pada umumnya. Masyarakat Madinah mempunyai struktur terdiri atas beragam etnis, suku, & agama. Hal ini dikarenakan penduduk yang ada di Madinah merupakan masyarakat urban dari beberapa kabilah.

Madinah menjadi pusat kebudayaaan Islam yang cemerlang diantara imperium Persia & Romawi. Sendi-sendi kebudayaaan dirintis Nabi dengan membangun pusat ekonomi, spiritual & pusat pemerintahan pun menjadi prioritas Nabi.

Madinah menjadi wilayah suci bagi umat Islam sesudah Mekkah. Nabi saw. bersabda, Madinah ialah haram dari tempat ini hingga tempat ini, tidak boleh dipotong pepohonannya, tidak boleh diperbuat kejahatan di dalamnya. Barangsiapa meperbuat kejahatan di dalamnya maka baginya laknat Allah, para melaikat & semua manusia (HR. Imam al-Bukhari).

Nizar Abazhah mengundang kita untuk berwisata ke kota Madinah tersebut melewati fiksi yang dibalut dengan sejarah dengan apik. Abazhah menyuguhkan dengan cerita yang diambil dari sumber 'aslinya', yakni al-Qur'an & Hadis. Maka, novel ini bisa dikatakan bukan fiksi belaka, namun sangatlah sejarah kebudayaaan Islam. Kita diajak untuk menelusuri dengan cara lengkap seluk-beluk kehidupan Nabi saw. di Madinah dengan alur yang sistematis. Dewasa ini belum banyak novel yang menguraikan kehidupan Nabi saw. dengan cara khusus di Madinah dengan lengkap & kritis seperti halnya dengan novel ini.

Untuk membangun suatu peradaban, Nabi saw. banyak membangunan fasilitas umum. Umpama, pusat perekonomian, hutan lindung, kebun, sumur, & lembah-lembah. Nabi juga mengajarkan terhadap masyarakat kurang lebih untuk hidup bersama tanpa membedakan tingkat & status sosial.

Aspek tidak kalah penting lainnya ialah 'pembangunan' sumber daya manusia. Nabi saw. ingin membangun tatanan masyarakat yang kukuh, mempunyai solidaritas kuat & hubungan sosial yang erat (hlm. 84).  Semua sudut pembangunan di Madinah dilandaskan pada kualitas-kualitas al-Qur'an & Sunnah.

Untuk mendapatkan bangunan masyarakat baru tersebut, Nabi menyususn asas-asas pedoman hidup. Yaitu asas persamaan hak & kewajiban pada semua tingkat masyarakat & haruslah dipenuhi oleh setiap individu sesuai kedudukan masing-masing (halaman 87).

Dalam sendi politik, Nabi menyusun asas-asas negara yang bakal mengalahkan imperium Romawi. Dalam sendi ekonomi, Nabi menegakkan kejujuran & ekonomi berbasis kerakyatan. Nabi juga menyusun asas-asas hukum yang adil. Untuk tersebut Nabi membentuk lembaga, semacam menteri, ekonomi, politik, hukum, & sebagainya. Nabi sendiri sebagai kepala negara di Madinah. Hampir semua peristiwa & peristiwa-peristiwa bersejarah terekam dengan cara apik dalam novel ini.

Tidak bisa diragukan buku ini mempunyai keunggulan yang profetik. Buku ini tidak hanya tepat bagi peminat sastra, tetapi juga relevan bagi penggila sejarah. Mesikipun, kesedihan bakal dirasakan oleh para pengagum sastra, sebab kita tidak bakal menemukan bahasa yang menjulang dengan rangkaian keindahan & majaz-majaz yang menghiasi. Jadi, buku ini pantas dibaca oleh semua kalangan.

Diatas adalah contoh resensi buku non fiksi kisah nabi.

Baca Juga:
Itulah artikel ringkasan buku non fiksi yang telah kita resensi. Semoga dengan adanya artikel resensi buku non fiksi lengkap diatas maka PR bahasa indonesia kamu selesai dengan baik.

Terima kasih telah membaca artikel contoh rangkuman buku non fiksi yang telah kita resensi. Semoga admin dapat mengupdate contoh resensi buku non fiksi no.4 - no.8 ya sobat hehe.
Loading...

0 Response to "8 Contoh Resensi Buku Non Fiksi Sesuai EYD dan 5W+1H"

Post a Comment

Komentar Sopan Akan di Approve