21 Cara Meresensi Buku Fiksi & Non Fiksi + 15 Contoh Meresensi Buku (Lengkap)

Loading...
Loading...
Cara meresensi buku yang baik & benar sangat diperlukan apabila kalian ingin membuat suatu resensi buku khususnya apabila buku tersebut terbukti sudah populer.

Resensi buku tersebut sendiri merupakan suatu pertimbangan ataupun penilaian seseorang terhadap buku sudah diterbitkan yang telah banyak beredar di masyarakat.

Dalam membuat suatu resensi buku tidak boleh sembarangan sebab ada berbagai sudut penting yang harus diperhatikan. Apabila suatu contoh resensi buku berisi hal-hal yang positif ataupun berisikan penilaian yang baik, maka resensi tersebut bisa berpengaruh terhadap naiknya pembelian buku.

Dikarenakan tidak boleh sembarangan dalam membuat resensi pengetahun, meresensi buku novel, meresensi cerpen dan ceresensi film, maka hari ini saya bakal memberikan gimana cara resensi buku yang baik & benar, baik itu resensi buku pengetahuan, buku novel, cerpen dan film.

Cara meresensi buku fiksi dan non fiksi tergolong sama, tidak ada perbedaan cara cara meresensi buku fiksi dengan non fiksi.

CARA MEMBUAT RESENSI BUKU

Dalam membuat resensi buku yang baik dan benar, anda harus bisa memahami contoh resensi buku yang ada dibagian bawah halaman artikel ini, contoh resensi buku novel yang bisa dicontoh adalah novel Laskar Pelangi.

Nah ada berbagai sudut ataupun unsur yang haruslah dilakukan meresensi novel, buku pegetahuan, cerpen dan film, diantaranya ialah sebagai berikut dalam 21 cara meresensi buku (6 langkah-langkah meresensi buku + 6 Unsur resensi buku + 4 Susunan resensi buku + 5 Syarat penyusunan resensi buku)

Langkah langkah menulis resensi

  1. Membuat penjajakan terhadap buku yang bakal diresensi. Hal yang harus dijajaki meliputi tema buku, penerbit, pengarang, & katagori buku.
  2. Membaca buku yang bakal diresensi dengan cara tuntas & intensif untuk memahami isi buku dengan cara menyeluruh.
  3. Memberi tanda bagian-bagian yang dianggap penting & bakal dimunculkan dalam resensi.
  4. Membuaat inti sari buku.
  5. Menentukan sikap terhadap buku. Sikap tersebut meliputi:
  • Organisasi ataupun karangan penulisan, meliputi kohesi & koherensi antarbagian yang ditulis;
  • Isi penyataan, meliputi gimana bobot ide, analisis, penyajian data, & pemikiran yang disampaikan;
  • Bahasa, meliputi pemilihan kata, struktur kalimat, & penerapan ejaan;
  • Aspek teknis, meliputi tata letak, tata wajah, & sebagainya.
      6. Mengoreksi & merevisi hasil resensi untuk menghasilkan tulisan yang sangatlah bernilai.

Unsur-unsur yang dinilai dalam resensi buku

Berikut unsur unsur meresensi buku pengetahuan, meresensi novel, meresensi cerpen dan meresensi film:
  1. Tipe/jenis buku, apakah yang tergolong fiksi ataupun nonfiksi. Apabila buku tersebut buku fiksi, ditunjukkan apakah tergolong cerpen, novel, antologi puisi, ataupun tipe lainnya.
  2. Kemurnian ide, apakah buku tersebut hasil karya asli dari pengarangnya, ataupun merupakan buku jiplakan dari buku yang sempat terbit.
  3. Bentuk, apakan buku tersebut disusun dengan cara praktis, ilustrasi pada kover, ilustrasi dalam isi buku, tipe kertas yang dipakai, tipe huruf, & sebagainya.
  4. Isi, menjelaskan mengenai unsur intrinsik & ekstrinsik (untuk buku fiksi).
  5. Bahasa, menjelaskan mengenai gaya bahasa, penyampaian, keterbacaan, & sebagainya.
  6. Kesimpulan, mengungkap apakah buku tersebut pantas ataupun tidak untuk dibaca.

Susunan Bahasa Resensi Buku

Berikut empat susunan resensi buku pengetahuan, meresensi novel, meresensi cerpen dan merensi film:
  1. Pendahuluan, memberi tahu keadaan buku, contohnya judul, nama pengarang, nama penerbit, jumlah halaman, & sebagainya.
  2. Sinopsis buku, mengemukakan isi buku dengan cara simpel sebagai bukti pemahaman resensator.
  3. Komentar, berisi komentar terhadap isi buku.
  4. Kesimpulan, berisi keputusan pantas & tidak mengenai isi buku & fungsi isi buku bagi pembaca.

Syarat penyusunan resensi buku

Berikut syarat penyusunan resensi buku:
  1. Objektif, singkat, padat, tapi menyeluruh.
  2. Jelas & langsung pada sasaran.
  3. Lugas, jujur, & sesuai performa pembaca.
  4. Memakai bahasa ilmiah.
  5. Mempunyai nilai guna ataupun berguna bagi pembaca.

Contoh Resensi Novel Laskar Pelangi Lengkap

Nah, contoh resensi buku singkat sangatlah mudah dibuat namun menulis resensi buku itu yang lama (30 menit - 2 jam). 

Contoh cara meresensi novel sudah saya buat dibawah ini, tentu kalian sudah mengenal novel laskar pelangi sebab novel laskar pelangi dulu sangat populer dimana-mana sebab ceritanya yang sangat menginspirasi banyak orang, maka contoh resensi buku novel laskar pelangi ini dibangun untuk contoh untuk PR sekolah kamu saja. Berikut contoh meresensi buku novel Laskar Pelangi:

Judul Buku : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Genre : Roman
Terbit :Cetakan III, Juli 2007
Halaman :xxxiv, 529 halaman
Penerbit : Bentang
Harga :Rp.69.000,
ISBN : ISBN 979-3062-79-7
Sinpilihans Laskar Pelangi

SD Muhammadiyah nampak rapuh & menyedihkan bila dibandingkan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka sangat tersudut dalam ironi yang begitu besar sebab kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah dari kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah mereka.
Kesusahan terus dialami oleh sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun dari jiwa yang ikhlas & juga kepeloporan dua orang guru yaitu, seorang kepala sekolah yang sudah berumur tua, Bapak Harfan Efendy Noor & bunda guru yang muda, Bunda Muslimah Hafsari, & juga sangat miskin, berusaha untuk mempertahankan dengan semangat yang sangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang hampir dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel dikarenakan kekekuranganan murid itu, tetapi terselamatkan berkah dari seorang anak idiot yang selama masa bersekolah tidak sempat memperoleh rapor.
Sekolah yang berlangsung melewati uluran tangan dari para donatur di komunitas marjinal tersebut yang begitu miskin: gedung sekolah yang sudah bobrok, ruang kelas hanya beralaskan tanah, memiliki atap yang bolong-bolong, dengan bangku seadanya, bila malam hari dipakai untuk menyimpan fauna ternak, bahkan hanya sebuah kapur tulispun terasa amat mahal bagi sekolah ini yang hanya sanggup untuk menggaji guru & kepala sekolahnya hanya dengan sekian kilo beras, sampai para guru tersebut terpaksa untuk menafkahi keluarganya dengan pekerjaan yang lain. Bahkan kepala sekolah berkaerja dengan mencangkul sebidang kebun & juga sang bunda guru menerima jasa jahitan.
Kendati demikian, keajaiban seakan terjadi setiap hari di sekolah yang kelihatan dari jauh contohnya bangunan hampir roboh. Semuanya terjadi sebab sejak hari pertama kelas satu kepala sekolah & juga bunda guru muda yang hanya bermodalkan berijazah SKP (Sekolah Keahlian Putri) telah berhasil untuk mengambil hati dari sebelas anak-anak kecil miskin itu. Lama-kelamaan mereka berdua bahu membahu untuk membesarkan hati dari kesebelas anak-anak tadi supaya percaya diri, berani berkompetisi, supaya menghargai & menjadikan pendidikan sebagai hal sangat penting dalam hidup.

Mereka mendidik kesebelas muridnya tersebut supaya tegar, tekun, pantang menyerah, & gagah berani menghadapi tantangan sebesar apapun. Kedua guru tersebut juga merupakan guru yang ulung jadi menghasilkan seorang murid sangat sangat & mereka sanggup mengasah bakat berbagai dari murid lainnya. Pak Harfan & Bu Mus juga memberikan cinta sesama juga mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru yang miskin tersebut memberikan julukan terhadap kesebelas murid tersebut sebagai para Laskar Pelangi.
Keajaiban terjadi pada saat sekolah Muhamadiyah, dipimpin oleh salah satu dari laskar pelangi yang sanggup menjuarai karnaval dengan mengalahkan sekolah PN & keajaiban juga mencapai puncaknya pada saat tiga orang anak anak buah dari laskar pelangi (Ikal, Lintang, & Sahara) sanggup menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN & sekolah-sekolah negeri yang lain. Sebuah prestasi yang sudah puluhan tahun rutin digondol sekolah-sekolah PN.
Tak hayal, kejadian sangat menyedihkan menimpa sekolah Muhamadiyah saat Lintang, siswa yang paling jenius dari anak buah laskar pelangi tersebut haruslah berhenti sekolah padahal hanya tinggal satu triwulan lagi untuk menyelesaikan SMP. Ia haruslah berhenti sebab ia anak laki-laki tertua yang haruslah menghidupi keluarganya, sebab saat tersebut ayahnya meninggal dunia ataupun wafat. Belitong kembali ditimpa ironi yang sangat besar sebab seorang anak yang jenius haruslah keluar dari sekolah sebab alasan anggaran & nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi terus kaya raya dengan mengekploitasi tanah para leluhurnya.
Meskipun pada awal tahun 90-an sekolah Muhamadiyah tersebut akhirnya ditutup dikarenakan tidak bisa membiayai diri sendiri, namun semangat, integritas, keluruhan budi, & ketekunan yang diajarkan oleh Pak Harfan & Bu Muslimah tersebut masih hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru bisa bangga sebab dari sebelas orang anak buah laskar pelangi kini sudah ada yang menjadi wakil rakyat, ada juga yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional yang terpenting di negeri ini, & juga ada yang memperoleh bea siswa international kemudian meperbuat research di University de Paris, Sorbonne & lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris.
Semua itu, merupakan buah dari sebuah pendidikan adab & kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus & Pak Harfan. Kedua orang luar biasa yang bahkan belum sempat keluar dari pulau mereka sendiri yang berada di ujung paling Selatan Sumatera sana.

Isi Pokok Novel Laskar Pelangi:


Tema

Persahabatan sepuluh anak yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Harun, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai & satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara dari orang kecil yang memiliki impian yang tinggi dengan bersekolah di pendidikan rakyat kecil Sekolah Muhamadiyah.

Tokoh & Perwatakan
  1. Kucai : Banyak Bicara
  2. Sahara : Keras Kepala
  3. A Kiong : Sopan & Tidak banyak Aneh
  4. Harun : Baik hati
  5. Aku sebagai Haikal : Tidak Mudah Putus Asa
  6. Ayahku/ayah Haikal : Baik
  7. Pak K.A Harpan Noor : Baik
  8. Borek : Nakal
  9. Ibu N.A : Penyabar
  10. Lintang : Pantang Menyerah
  11. Mahar : Imajinatif
  12. Trapani : Manja & Cerdas
Alur
Di dalam novel ini memakai alur maju.

Sudut Pandang
Memakai kata ganti orang pertama tunggal ataupun memakai akuan sertaan, sebab dalam penceritaan novel penulis memakai kata aku.

Gaya Bahasa
Di sini saya tidak mengenal gaya bahasanya, sebab ada kata-kata yang susah untuk dipahami ataupun bisa anda mengerti. Hal ini dikarenakan untuk menyesuaikan bahasa berdasarkan tempat yang diceritakan yaitu di Bangka Belitong, daerah terpencil yang belum meluas bahasanya.

Latar (Setting)
  1. Tempat : di sekolah, di bawah pohon, di gua, & di rumah.
  2. Suasana : menyenangkan, menyedihkan, & menegangkan.
  3. Kapan : siang hari, sore hari, & malam hari.

Baca Juga:
Nah itulah artikel cara meresensi buku dan contoh resensi singkat novel Laskar Pelangi. Semoga dengan adanya artikel contoh resensi buku novel Laskar Pelangi tersebut, maka PR bahasa Indonesia anda dapat terselesaikan. Jika ingin melihat contoh lain dalam resensi buku novel, maka klik disini (15 contoh resensi novel).

Terima kasih telah membaca artikel contoh resensi buku fiksi yaitu novel Laskar Pelangi. Nah untuk contoh resensi buku non fiksi akan admin update ya lain kali hehe.
Loading...

0 Response to "21 Cara Meresensi Buku Fiksi & Non Fiksi + 15 Contoh Meresensi Buku (Lengkap)"

Post a Comment

Komentar Sopan Akan di Approve