2 Alasan Jangan Larangan Bikin Susu Dengan Air Panas

loading...
loading...
Faktakah.com - Susu jangan air panas.
Susu merupakan minuman yang mengandung banyak fungsi bagi badan manusia & minuman ini telah dikonsumsi oleh masyarakat luas sejak dulu kala, tetapi tahukah kita bahwa ada larangan yang menyatakan: Jangan bikin susu dengan air panas. Mengapa demikian? Apa bahaya membuat susu dengan memakai air panas?

2 Alasan Jangan Larangan Bikin Susu Dengan Air Panas

Alasan susu jangan air panas

Susu yang banyak beredar di pasaran & yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat ialah susu yang banyak berasal dari susu sapi & sudah diolah menjadi krimmer & susu bubuk supaya lebih praktis. 

Banyak juga susu yang dipasarkan dipasaran tetap berupa susu asli ataupun murni, tetapi konsumen susu murni ini sangat sedikit karena mempunyai harga jual lebih tinggi & cepat busuk apabila tidak disimpan dengan benar.

Ada berbagai tipe susu yang biasa dikonsumsi masyarakat, salah satunya ialah susu formula. Susu formula merupakan tipe susu yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak. 

Susu ini banyak mengandung protein hewani yang bagus bagi pertumbuhan & kesehatan anak-anak, dalam satu gelas susu formula mengandung banyak kandungan zat yang bagus bagi badan contohnya vitamin, DHA, kolin, mineral, karbohidrat, dll.

Ada metode salah yang selama ini dilakukan oleh banyak orang dalam membuat susu yaitu kebanyakan mereka memakai air panas untuk menyeduhnya. Sebetulnya para pakar telah menghimbau untuk jangan membuat susu formula dengan air terlalu panas, mengapa demikian? Berikut alasannya:

1. Menghapus kandungan vitamin dalam susu

Tindakan sepele menyeduh susu dengan air panas nyatanya tidak bisa dianggap remeh, perbuatan ini bisa mengurangi bahkan menghapus kandungan vitamin yang ada dalam susu tersebut, padahal tujuan orang mengkonsumsi susu ialah untuk memperoleh fungsi dari kandungan susu tersebut yaitu vitamin.

Tahukah kita nyatanya vitamin merupakan zat yang sangat mudah terurai sebab berbagai faktor salah satunya ialah suhu yang terlalu tinggi. Suhu air yang mendidih mencapai 100o celcius bisa mengurangi kandungan vitamin dalam susu.

2. Banyak bakteri dalam susu

Kenapa jangan bikin susu dengan air panas? Susu yang dihasilkan dari perahan susu sapi mengandung banyak bakteri di dalamnya, untuk memisahkan & menghapus bakteri tersebut dibutuhkan suhu yang tinggi untuk bisa menghapus bakteri ini bukanlah suhu 100o celcius tetapi hanya berkisar 70o celcius. Dalam suhu ini bakteri bakal mati tetapi kandungan vitamin dalam susu tetap terjaga, jadi dalam menyeduh susu sebagusnya tidak memakai air dengan suhu yang terlalu tinggi.

Ada berbagai cara untuk menyeduh susu yang telah disarankan oleh para pakar agar tidak merusak kandungan zat-zat yang bagus bagi badan manusia. Berikut cara menyeduh susu yang benar yang bisa kita praktekkan dirumah:

1. Gunakan air hangat

Gunakan air hangat dengan suhu kurang dari 100o Celcius, tetapi apabila kita hanya mempunyai air mendidih maka biarkan terlebih dahulu sebentar agak beberapa menit sehingga suhu air tersebut menurun sampai hangat-hangat kuku. Lalu tuangkan air tersebut kedalam gelas lalu bubuhkan susu formula sesuai dengan takaran yang tertera dalam kemasan & aduk sampai merata.

2. Tambahkan air dingin

Cara selanjutnya ialah dengan meningkatkankan air dingin kedalam seduhan susu. Caranya ialah terlebih dahulu tuang air panas kedalam gelas kurang lebih setengah gelas saja lalu tuangkan air dingin ataupun air yang sesuai dengan suhu ruangan kedalamnya. 

Sebelum membubuhkan susu kedalam air tersebut, terlebih dahulu cek suhu campuran air yang telah dibuat. Apabila suhunya sudah pas yaitu hangat-hangat kuku maka bubuhkan susu kedalamnya sesuai dengan takarannya.

Itulah berbagai alasan & info mengenai menyeduh susu yang sering diperbuat oleh kebanyakan orang. Nyatanya himbauan untuk jangan bikin susu dengan air panas bisa menghilangkan kandungan gizi.

Terima kasih telah membaca artikel susu jangan air panas.

Baca Juga:

loading...

0 Response to "2 Alasan Jangan Larangan Bikin Susu Dengan Air Panas"

Post a Comment