Cak To, Pengemis Rp 5 Milyar + 2 Rumah + Hondal CRV

loading...
loading...
Faktakah.com - Pengemis terkaya di indonesiaTernyata tidak semua pengemis itu betul-betul miskin, inilah pengemis terkaya di Indonesia yang memiliki banyak kendaraan dan juga rumah, namanya Cak To (nama samaran). Boleh percaya boleh tidak, tapi justru dari profesinya sebagai pengemis itulah sekarang dia bisa hidup enak. Penghasilannya selama sebulan bahkan seperti gaji orang yang bekerja kantoran, mungkin juga lebih. Yuk, baca kisahnya! inilah pengemis terkaya di indonesia:


Cak To, Pengemis Rp 5 Milyar + 2 Rumah + Hondal CRV
Foto pengemis terkaya di Indonesia


Kisah Cak To Pengemis Terkaya di Indonesia


Pengemis terkaya asal indonesia ini bernama Cak To, adalah nama alias, karena dia tidak mau nama aslinya disebut dan dipublikasikan. Saat ini dia membawahi puluhan pengemis yang ada di Surabaya. Dari hasilnya menjadi seorang bos pengemis itulah, dia sekarang bisa hidup enak, punya 2 sepeda motor, 1 mobil, dan juga 4 rumah berbeda. Cak To sendiri memiliki 2 orang anak dan dia juga dibesarkan dari keluarga pengemis.

Profesi pengemis kaya asal indonesia ini sudah dia jalani bahkan sebelum menginjak usia 10 tahun, dia adalah anak sulung dari 4 bersaudara. Dia sering diajak oleh ibunya yang dia panggil sebagai Emak untuk meminta-minta di perempatan jalan. 

Emak dan bapaknya juga berprofesi sebagai pengemis di Bangkalan. Pria kelahiran 1960 ini memang berasal dari Bangkalan dan akhirnya diajak oleh orang tuanya pindah ke Surabaya sementara adiknya yang lain tidak ikut.

Saat pertama kali pindah ke Surabaya, Cak To dan keluarga tinggal di emperan sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun dia mengemis di Surabaya dan bakatnya sebagai bos pengemis mulai terlihat saat dia menginjak usia remaja. 

Pengemis kaya yang bernama Cak To ini bercerita dahulu uang hasil mengemis suka dirampas preman, tetapi Cak To berusaha untuk melawan dan mempertahankan uang. Bahkan dia tak takut menggunakan pisau untuk melawan musuhnya. Dari situlah, Cak To disegani oleh para pengemis yang lain dan selama mengemis tidak hanya harus berurusan dengan para preman, pengalaman dengan satpol PP juga harus dia alami.

Pada tahun 90-an, Cak To sudah mulai hidup enak dengan penghasilan yang lumayan. Dia juga sering menjadi ketua pengemis lainnya dan disegani sebagai senior. Dari situ dia memulai karir sebagai bos para pengemis dan berusaha untuk mengumpulkan anak buah. 

Kemudian, tahun 1996 akhirnya Cak To mengakhiri masa lajang di usianya yang ke-36. Dia melamar seorang gadis yang berasal dari kampungnya. Semenjak menikah, kehidupan Cak To semakin meningkat dan awal tahun 2000-an dia bahkan sudah tidak perlu mengemis sendiri lagi dan hanya menerima uang setoran dari anak buahnya yang berjumlah sekitar 54-an orang.

Cak To sendiri mengungkapkan bahwa penghasilannya per hari bisa mencapai 200 sampai dengan 300 ribu atau dengan kata lain sebulan bisa 6 sampai 9 jutaan. Wow! Sepertinya pekerja kantoran saja ada yang tidak mencapai jumlah gaji segitu. Dari penghasilannya itu, Cak To juga memberi amal serta menjadi donatur mushola dan masjid di tempat dia singgah. Dan saat ini hanya 1 impian Cak To setelah bisa hidup enak: naik Haji!


Siapa Bilang Mengemis Itu Tidak Bisa Jadi Kaya?

Cak To sendiri juga bercerita bahwa banyak yang mencibir profesinya sebagai seorang pengemis. Tetapi dia cuek saja karena yang penting penghasilan yang dia dapatkan itu halal. Bagaimana menurut Anda setelah mendengar kisah hidup Cak To, inilah pengemis terkaya di Indonesia? Apakah Anda setuju dengan gaya hidup dan pekerjaan tersebut yang rupanya bisa membuat seseorang jadi kaya?

Baca Juga:

  • Ternyata tinja bisa dijadikan emas!
  • Ini alasan islam melarang laki-laki pakai emas

Itulah artikel kisah hidup pengemis terkaya di indonesia. Yernyata nama pengemis terkaya di Indonesia adalah Cak To.

Terima kasih telah membaca artikel kisah hidup pengemis terkaya di indonesia, inilah kisah orang kaya menyamar jadi orang miskin.
loading...

0 Response to "Cak To, Pengemis Rp 5 Milyar + 2 Rumah + Hondal CRV"

Post a Comment