Membuktikan Keberadaan Tuhan Secara Ilmiah [Junk DNA]

loading...
loading...
Faktakah.com - Bukti adanya tuhan menurut ilmiahDengan cara berkala, sering ada penelitian yg ingin untuk membuktikan keberadaan Tuhan dengan cara ilmiah dari beberapa sisi. Penelitian bukti adanya tuhan secara ilmiah selalu dikaitkan dengan berbagai ilmu seperti ketiadaan Tuhan melalui teori fisika, & ada juga yg mengulas mengenai kepastian adanya tuhan melalui teori biologis. Bahkan pada satu peluang ada yg mengatakan bahwa Tuhan dibutuhkan untuk ada dalam kehidupan di dunia ini. Hari ini, kita bakal sama-sama mengulas pembuktian tersebut.

Baca Juga : Mengerikan, 5 orang ini Tewas Setelah Menghina Tuhan...!!!

Membuktikan Keberadaan Tuhan Secara Ilmiah [Junk DNA]

Penelitian Untuk Membuktikan Keberadaan Tuhan Dengan cara Ilmiah

Suatu penelitian yg dilakukan oleh para peneliti dari Wyoming Institute of Technology dimana penelitian tersebut bekerjasama dengan Human Genome Project & Bob Jones University, dimana lalu mereka menemukan hal yg dapat dianggap sebagai bukti ilmiah keberadaan Tuhan yg pertama & dikualitas menjadi salah satu penemuan yg paling mengejutkan di generasi ini ataupun bahkan sampai generasi berikutnya. Yg mereka temukan sebagai hasil penelitian mereka ialah suatu bagian DNA dari manusia.

Bagian DNA yg ditemukan oleh sekelompok peneliti tadi diberi nama “Junk DNA” yg mereka pilih sebab kurang diketahuinya kegunaan dari DNA tersebut sampai sekarang ini. Para peneliti di institut teknologi Wyoming tadi juga mencatat bahwa bukti ilmiah Tuhan yg mereka temukan ini mempunyai sedikit kesamaan struktur dengan proses pengkodean yang berguna unutk biologis, & selain tersebut nyatanya pola yg dihasilkan juga sama dengan bahasa yg dipakai oleh manusia selama ini.

Nyatanya tidak lumayan hanya dengan kerja sama antara institut teknologi Wyoming, Human Genome Project, & Bob Jones University untuk menganalisa bukti-bukti yg ketika ini telah ada di tangan mereka, namun demi membuktikan keberadaan tuhan dengan cara ilmiah mereka melanjutkan kerjasama dengan salah satu profesor di bidang bahasa yg lalu menolong mereka melakukan proses pembagian kode dari segmen yg telah diberikan. Ketika sukses, ia berani menyimpulkan bahwa struktur dari segmen DNA tersebut sangat manusia, khususnya lewat bahasa pengkodean yg dipakai, dimana bahasa tersebut dapat dikaitkan dengan alfabet yg telah diketahui manusia ketika ini.

Membuktikan Keberadaan Tuhan Dengan cara Ilmiah Lewat “Junk DNA”

Bukti keberadaan tuhan secara ilmiah yang telah dibantu dari pakar bahasa tersebut, para peneliti langsung bergerak untuk mencari tipe bahasa apa yg dapat berguna untuk mendefinsikan segmen DNA yg mereka temukan, & akhirnya mereka sukses menemukan satu bahasa yg disebut bahasa Aramaic kuno. Yg lebih mengejutkan lagi nyatanya bahwa bahasa-bahasa yg ditemukan dari bukti ilmiah mengenai Tuhan yg mereka temukan nyatanya mengandung banyak hal yg isinya selaras dengan apa yg ada di kitab-kitab milik Tuhan, mengenai gimana dunia tercipta & segala macam hal-hal baik yg lain lagi. Semua bukti mengenai ketuhanan ini lalu ada berulang-ulang kali pada segmen DNA milik manusia, seolah-olah Tuhan ingin berkata langsung dengan umat ciptaannya.

Ketua dari proyek perpaduan yg sekaligus sebagai profesor dari sains penciptaan terapan, Matthew Boulder, mengatakan bahwa bukti yg selama ini diperdebatkan mengenai Tuhan selalu ada di depan kita & sama sekali tidak dapat ditolak. Bahwa sesungguhnya, di dalam badan kita mengalir kata-kata mutiara yg berasal dari Tuhan sendiri.

Untuk ke depannya, para peneliti dari institut teknologi Wyoming sedang menantikan hasil salinan penemuan tersebut & melanjutkan menuju proses peer review sebelum mereka akhirnya berniat untuk mencatatkan penemuan yg sukses mereka perbuat, penemuan dimana mereka membuktikan keberadaan Tuhan dengan cara ilmiah.

Baca Juga : 6 Arti mimpi melihat kematian diri sendiri

Nah itulah artikel mengenai bukti keberadaan Tuhan ilmiah biologi lewat Junk DNA.
loading...

0 Response to "Membuktikan Keberadaan Tuhan Secara Ilmiah [Junk DNA]"

Post a Comment