Cara Mengubur Ari-Ari Bayi Dan Mitos Yang Menyelimutinya

Faktakah.com - Mengubur ari-ari bayi dan mitos yang menyelimutinya amat sangat melekat pada penduduk Jawa. Kehidupan manusia memang lah dipenuhi dengan mitos. Mitos tersebut teramat kental sekali dan hingga kini tetap dilakukan oleh banyak warga jawa pada kebanyakan. Penduduk jawa banyak yang tetap kejawen, kejawen ini maksudnya merupakan tetap yakin dengan mitos dan kebudayaan yang dianut oleh leluhur dari sejak era dulu diwaktu. Tradisi yang tetap dilakukan hingga waktu ini merupakan mengubur ari-ari bayi laki-laki ataupun mengubur ari-ari bayi perempuan.

Nah yang jadi pertanyaan artikel kita ini ialah : Bagaimana cara mengubur ari-ari bayi yang baru lahir? Bagaimana mengubur ari-ari bayi dalam islam?
Mengubur Ari-Ari Bayi Dan Mitos Yang Menyelimutinya
Plasenta/Ari-Ari Bayi

Ritual Mengubur Ari-Ari Bayi 

Mengubur ari-ari bayi dan mitos yang menyelimutinya teramat kental bagi warga Jawa. Ari-ari yang sering dinamakan warga Jawa ialah plasenta yang melekat terhadap bayi. Ari-ari bagi penduduk Jawa dipercayai juga sebagai saudara jejaka dari bayi yang baru saja dilahirkan. Oleh maka dari itu ari-ari mesti meraih perlakuan husus dan istimewa. Salah satu wujud penghormatan dan penjagaan pada saudara bayi yang dilahirkan yakni dengan menguburkannya di ruang yang baik dan pantas. Bahkan buat menguburkannya pula tidak boleh sembarangan, lantaran seandainya dilakukan dengan cara sembarangan, saudara bayi tersebut dapat beram dan jadi sebuah pantangan bagi bayi diantaranya ialah bayi akan sering rewel dan sering menangis. Faktor ini lantaran dirinya diganggu oleh saudaranya yang dinamakan ari-ari itu. 

Tetapi jikalau tatacara mengubur ari-ari bayi yang dianjurkan dan dilakukan penuh hormat sehingga bayi dapat tidak mudah rewel dan ia tidak mau merepotkan orang tuanya lantaran saudaranya ikut menemaninya. Cara mengubur ari-ari bayi dengan benar yakni dengan mencuci bersih dulu memakai air. Kebanyakan tugas ini akan dilakukan oleh Pegawai kesehatan yang menangani persalinan contohnya saja Bidan atau banyak dukun yang mempermudah istri persalinan. Bagi keluarga cuma tinggal menerima ari-ari yang telah bersih. Bahkan dari ketika ke dikala penanganan ari-ari ini makin berkembang dan makin maju. Tetapi dalam dunia medis mereka cuma membersihkan ari-ari setelah itu dimasukkan ke dalam kendhil dan segera diberikan pada keluarga tidak dengan lewat tahapan sosial kemasyarakatan tertentu. Bahkan peralatan yang mesti menyertai sangat sering tidak ikut dibanyakkan dalam kendhil ari-ari yang akan ditanam. 

Dengan Cara rutinitas jawa hal itu tidaklah memenuhi syarat karena kurang kumplit. Cara mengubur ari-ari yang benar ialah kendhil yang diperlukan buat menaruh ari-ari mampu ditukar dengan batok kelapa dan banyak tabonan. Bila mau diletidakkan di dalam kendhil, semestinya kendhil diberikan alas lebih-lebih dulu. Alas itu berupa daun senthe yang dipakai sebagai alas ruang ari-ari. Dikala kendhil di tutup diatasnya mesti diberikan banyak syarat. 


Barang Barang yang bermanfaat sebagai syarat mengubur ari-ari bayi ialah sebagai berikut : 

Kembang boreh, minyak wangi, kunir yang dijadikan yang merupakan second alas untuk memotong usus, kemiri gepak jendhul dan tulisan arab dan tulisan jawa ha na ca ra ka. 
Kemiri gepak jendhul, jarum, ikan asin, kunyit, beras merah, garam dan pula kertas yang ada tulisan arabnya. 

Pensil, buku, kertas bertuliskan arab, tulisan jawa dan tulisan latin. diluar itu, jikalau bayi wanita di dalam kendhil dimasukkan tanaman empon-empon. Tanaman empon-empon ini berupa temu ireng, kunir, dingo blenge, bawang putih, bawang merah, benang dan banyak jarum. Seandainya bayinya merupakan cowok sehingga dimasukkan duit logam Rp100. 

Dan yang paling penting ialah : Cara dan doa mengubur ari-ari bayi jangan sampai dilupakan.

Kenapa Ari-Ari Bayi Harus Dikubur? 

Tidak Cuma mitos yang beredar tersebut, nyata-nyatanya ada kenyataan logis yang menyertai penjelasan berkaitan mengubur ari-ari. Ari-ari bayi adalah sektor badan dari manusia perihal itulah yang mesti dipegang teguh oleh manusia. Bahkan banyak yang melirik ari-ari bayi buat dijadikan kosmetik dan obat kebugaran. Kalau ari-ari bayi dibuang demikian saja ke sungai maupun ke laut pasti dapat dikonsumsi oleh ikan atau binatang buas yang lain. Lebih-lebih kalau ari-ari itu tidak dibungkus rapi dan ditanam jauh di dalam tanah. Ari-ari bayi itu akan memunculkan bau yang tidak sedap, busuk dan yang mesti dihindari yaitu terjangan dari kucing dan anjing. Anjing dan kucing amat sangat senang sekali dengan bau daging, argumen itulah yang mengharuskan Kamu untuk mengubur ari-ari bayi. 

Penggemar Faktakah.com, yakin atau tidak dengan mitos memang lah bagi Kamu yang mempunyai bayi yang baru lahir kiat paling baik ialah menguburkan ari-arinya. Telah disebuntukan diatas mengubur mampu jadi alternatif plihan buat menghindari ari-ari yang bau dan membusuk, terjangan binatang liar seperti anjing dan kucing pun menghindari dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak penelitian menyampaikan bahwa di dalam plasenta dan tali pusat terdapat suatu stem cell yang berguna juga sebagai bibit kloning paling keren buat membuat manusia baru. Bahkan di luar negara seperti New York sedang banyak ngetren memakan plasenta bayi, tetapi di dunia timur seperti Indonesia apakah mesti mengaplikasikan tren seperti itu juga?. Itulah artikel berkenaan pemikiran logis, megubur ari-ari bayi dan mitos yang menyelimutinya.

0 Response to "Cara Mengubur Ari-Ari Bayi Dan Mitos Yang Menyelimutinya"

Post a Comment

# Dilarang Meninggalkan Link di Kolom Komentar
# Berikan Saran dan Komentar Anda Jika menurut Anda Benar :)