Kebiasaan Menggigit Kuku Pada Anak Ternyata Dapat Mengurangi IQ dan 10 Solusinya

Faktakah.com - Pernahkah terbesit dalam benak Kamu bahwa nyatanya rutinitas menggigit kuku bisa menurunkan IQ? Hal ini terutama amat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Mempunyai anak ialah anugerah paling indah bagi semua anggota keluarga, khususnya bagi sepasang suami istri yang telah mendambakan kedatangan seseorang anak ditengah-tengah keluarga mereka. Tapi makin besar seseorang anak, makin besar juga tanggung jawab orangtua untuk membesarkan anak tersebut supaya menjadi anak yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Sebelum melangkah lebih jauh mengenai gimana mengasuh anak yang baik, peminat Faktakah.com barangkali baru mendengar berita yang menyampaikan bahwa menggigit kuku bisa menurunkan tingkat IQ anak. Kenapa demikian?

Kebiasaan Menggigit Kuku Pada Anak Ternyata Dapat Mengurangi IQ dan 10 Solusinya

Etika mengigit kuku yang tidak baik

banyak anak kecil yang setidaknya sempat lakukan tradisi menggigit benda-benda untuk dimasukkan kedalam mulutnya seperti pensil, pulpen, mainan, dan seterusnya. Waktu sang anak beranjak dewasa, mulailah rutinitas menggigit tersebut menyusut atau malah dapat berganti jadi tradisi menggigit kuku. Etika menggigit kuku ini rata rata dilakukan disaat seseorang sedang merasa stress, menyukai, bosan, atau yang lebih parah lagi sebab sedang  tak ada gerakan saja. Etika mengigit kuku yakni salah satu adat yang dilakukan dengan cara tak sadar yang pun mampu termasuk juga kedalam tingkah laku yang memunculkan kecemasan. Etika menggigit kuku mampu jadi yaitu rutinitas yang sifatnya turun-temurun dari anggota keluarga. Tidak Cuma mengigit kuku, tradisi lain yang serta mampu diturunkan merupakan rutinitas untuk menggaruk hidung, memainkan rambut, atau menggertakkan gigi. Tersangka yang biasa melaksanakan gerakan tersebut yaitu anak-anak dan remaja.

Jalinan antara kandungan timah dengan tradisi mengigit kuku 

Pernyataan tentang etika menggigit kuku akan menurunkan IQ muncul disaat ada suatu penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan Rusia yang menyoroti rutinitas menggigit kuku yang mampu mengganggu intelegensi seseorang anak. Pada rata-rata, anak-anak senang main-main dan lokasi yang difungsikan untuk main bisa di mana saja, baik itu didalam ataupun di luar hunian. Sebab lokasi main-main yang tak terbatas seperti itulah, sehingga anak serta bisa mempunyai risiko untuk keracunan timah sebab timah yaitu salah satu logam yang mampu menumpuk dengan gampang di bawah kuku. Bisa Saja untuk keracunan ini bisa diperparah oleh anak yang mempunyai adat untuk menggigit kukunya, apalgi saatu anak mempunyai rutinitas untuk menggigit kukunya hingga ke sektor kutikula lantaran dapat menyebabkan infeksi dan luka. Belum lagi penampakan kuku yang tak menawan lantaran kukunya telah habis dikuliti, dulu sebenarnya apa keuntungan yang didapatkan dari mengigit kuku ini?

Sebuah faktor yang butuh Kamu garis bawahi yaitu paparan timah yang menumpuk didalam kuku itu bisa makin parah oleh rutinitas anak yang menyukai mengigit kuku. Timah-timah tersebut mampu masuk kedalam badan anak dan dengan cara tak cepat dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, dan memicu adanya kerusakan system terhadap saraf anak. Timah ini mampu dengan mudah ditemukan terhadap debu dan tanah, dua benda yang amat sangat akrab dimanfaatkan oleh anak yang merupakan sarana untuk main-main. terkecuali itu, kandungan timah pula terdapat kepada buah-buahan dan sayuran. Hal ini berlangsung jika buah-buahan dan sayuran tersebut tak dicuci dengan baik dan benar.

Kandungan timah berada dimana-mana. Apabila Kamu mau mengetahui seberapa tinggi atau rendahnya kandungan timah yang berada didalam badan Kamu, sehingga Kamu dapat melihatnya dengan trik memerhatikan letak hunian. Seandainya hunian Kamu terletak dipinggir jalan yang berdebu, sehingga barangkali anak untuk terpapar kandungan timah bakal jauh lebih tinggi. Belum lagi saatu anak tidak jarang main-main dengan benda-benda yang mempunyai kandungan cat yang lumayan banyak.

Kenapa anak gemar menggigit kuku? 

Sekian Banyak anak mengaku senang menggigit kuku dikarenakan sekian banyak argumen seperti adanya rasa mau tahu dengan cara apa rasanya menggigit kuku itu, atau juga dapat dikarenakan elemen lain seperti mengatasi kebosanan waktu tak ada kegiatan, timbulnya rasa cemas, dan untuk menutupi rasa takut dapat sebuah masalah. Adat untuk menggigit kuku pun dinamakan dengan nervous habit. Nervous habit merupakan suatu tradisi yang muncul akibat adanya perasaan cemas atau gelisah. Tradisi ini pastinya buruk dan mesti cepat diatasi, dikarenakan bila tak diatasi sehingga etika menggigit kuku ini dapat terjadi hingga anak tumbuh dewasa.

Rutinitas ini bakal hilang dengan sendirinya cuma seandainya sekian banyak syarat tercukupi seperti diwaktu tradisi ini tak dilakukan dengan cara berlebihan, tak melukai diri sendiri, dilakukan dengan cara tak sadar, atau jalankan tradisi tersebut yang merupakan wujud respon kepada factor tertentu. Tetapi seandainya rutinitas ini masih terjadi dalam ketika lama dan tidak jarang dilakukan, ada solusi untuk mengatasinya. Kamu mampu tanya kepada anak apakah ada sesuatu yang memuntuknya tidak jarang merasa cemas, gelisah atau takut. Jika Kamu telah mengetahui masalahnya, bantulah anak untuk menghentikan adat menggigit kuku tersebut dab bantulah dirinya untuk mengungkapkan kekhawatirannya biar etika menggigit kuku tersebut tak dilakukan lagi di seterusnya hari.

Beberapa orang mungkin suka menggigit kuku karena alasan bosan, cemas, stres atau perilaku kompulsif (kebiasaan yang berulang-ulang).Kebiasaan menggigit kuku bisa membahayakan kesehatan.Bagaimana cara menghentikannya..??.Menurut studi Operant Learning Principles Applied to Nail Biting yang dilakukan oleh Terry M. Mc Clanahan, kebiasaan menggigit kuku terjadi 28-33 persen pada anak-anak usia 7-10 tahun, 44 persen remaja, 19-29 persen dewasa muda dan 5 persen pada dewasa tua.

Kadang-kadang kebiasaan menggigit kuku juga dikenal sebagai onychophagia kronis, yang harus dirawat oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan mental, karena sering kali kebiasaan ini dapat merusak.

Tangan dan kuku merupakan sarang kuman, bakteri, virus atau jamur. Oleh karena itu, kebiasaan menggigit kuku harus segera dihentikan karena kebiasaan buruk ini dapat membahayakan kesehatan. Seperti dilansir dari Ehow, Selasa (1/6/2010),

Berikut 10 cara untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku :

1. Keinginan berhenti
Kebiasaan menggigit kuku adalah masalah mental, sama halnya dengan kebiasaan merokok atau menurunkan berat badan. Maka untuk mematahkannya, terlebih dahulu Anda harus berniat untuk berhenti.

2. Identifikasi masalah
Bila kebiasaan menggigit kuku terjadi pada anak, pertama identifikasi penyebab kebiasaan tersebut. Seringkali stres adalah penyebab utama menggigit kuku pada anak. Maka dengan membantu mengatasi stres, Anda juga akan dapat menghentikan kebiasaannya menggigit kuku.

3. Perhatikan diri ketika sedang menggigit kuku
Dengan duduk di depan kaca dan memperhatikan diri Anda sendiri, akan terlihat betapa tidak menariknya Anda ketika sedang menggigit kuku. Ini akan membantu mengurangi kebiasaan Anda.

4. Membuat tangan tetap sibuk
Ketika Anda merasakan godaan untuk menggigit kuku, cobalah untuk membuat tangan dan jari tetap sibuk, misalnya dengan menulis atau melakukan sesuatu yang membuat jari tetap bergerak.

5. Kunyah permen karet
Dengan membuat mulut dan gigi sibuk pun dapat mencegah menggigit kuku. Mengunyah permen karet bebas gula dapat membuat gigi Anda tetap sibuk dan lupa untuk menggigit kuku.

6. Rawat kuku dengan baik
Menjaga dan merawat kuku adalah trik psikologi terbaik untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku, terlebih lagi jika Anda merawatnya di salon dengan perawatan khusus, yaitu manicure. Melihat kuku yang rapi, bersih, segar dan indah akan membuat Anda sayang untuk merusak keindahan tersebut, sehingga lambat laun dapat menghentikan kebiasaan menggigit kuku.

7. Potong pendek kuku
Kuku yang pendek jelas akan mencegah Anda untuk menggigit kuku, karena tidak ada kuku yang bisa Anda gigit.

8. Menggunakan cat atau lotion anti menggigit kuku
Beberapa apotek menjual cat atau lotion anti menggigit kuku. Ini adalah semacam cat kuku yang akan membantu Anda menahan diri menggigit kuku. Bila tanpa sadar menggigit kuku yang dioleskan dengan cat kuku ini, maka Anda akan merasakan pahit yang mengerikan. Ini akan mencegah 'kereta' otak Anda untuk berhenti menggigit dan mematahkan kebiasaan menggigit kuku.

9. Kenakan karet gelang
Dengan mengenakan karet gelang di pergelangan tangan, maka setiap kali Anda ingin menggigit kuku, tariklah karet gelang dan lepaskan hingga mengenai kulit dan terasa sakit. Hal ini akan membuat Anda jera dan membantu mneghilangkan kebiasaan untuk menggigit kuku.

10. Memberi hadiah
Menghadiahi diri sendiri dan orang lain ketika tidak menggigit kuku dapat juga menjadi cara menghentikan kebiasaan buruk itu. Misalnya, hadiahi diri dan orang lain dengan sesuatu yang kecil seperti permen ketika sanggup tidak menggigit kuku selama 1 jam. Coba terus tingkatkan kemampuan untuk tidak menggigit kuku, hingga akhirnya bisa benar-benar berhenti melakukan kebiasaan buruh itu.

0 Response to "Kebiasaan Menggigit Kuku Pada Anak Ternyata Dapat Mengurangi IQ dan 10 Solusinya"

Post a Comment

# Dilarang Meninggalkan Link di Kolom Komentar
# Berikan Saran dan Komentar Anda Jika menurut Anda Benar :)