Bahaya! Jangan Tiup Makanan Panas Ini Buktinya

Faktakah.com - Kabar yang menyangkut bahaya meniup makanan panas telah sejak banyak dibahas dalam hadist nabi yang isinya larangan meniup makanan panas ataupun minuman panas yang ada dalam wadah. Nah, biar kita makin jelas dan makin bisa menghubungkan apa kebenaran ilmiah dibalik hadist nabi tentang larangan meniup makanan panas menurut islam tersebut di Faktakah.com akan membahasnya sampai tuntas.

Jadi apa alasan larangan meniup makanan panas dan minuman panas? apa alasan islam melarang meniup makanan panas dan minuman panas? dan apa akibat serta bahaya meniup makanan panas dan minuman panas?

Bahaya! Jangan Tiup Makanan Panas Ini Buktinya
Dilarang meniup makanan panas

Alasan Dilarangnya Meniup Makanan-Minuman Panas

Sebuah hadist riwayat Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang untuk bernafas di atas wadah air atau meniupnya. Makin berkembanganya teknologi sains hasilnya sedikit demi sedikit mulai sejak terkuak kenapa nabi melarang umatnya untuk meniup makanan panas, berikut 3 penjelasan ilmiahnya.

Baca Juga : 5 Makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

#1. Asam Karbonat 

Penyebab larangan meniup makanan yang panas ini amat sangat berhubungan erat dengan suatu zat kimia yang dinamakan asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 ialah senyawa kimia yang sebenarnya telah ada didalam badan kita di mana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah.
Makin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah sehingga makin asam darah. Pada normalnya darah mempunyai batasan kadar keasaman atau Ph ialah 7,35 hingga 7,45. Apabila kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal sehingga badan bisa berada dalam keadaan asidosis.

Keadaan asidosis sendiri pass berbahaya bagi badan yang akan menyebabkan kesukaran jantungan ditandai dengan napas jadi lebih serentak, sesak, pusing sebab badan mengupayakan menyeimbangkan kadar ph darah.

Nah, apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya yakni jika seorang bernafas atau meniupkan nafasnya sehingga ia dapat mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini kepada dasarnya tak boleh bersentuhan dengan air, lantaran bila bersentuhan dengan air yang mempunyai susunan kimia H20 dapat menempa senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi badan. Biarpun banyak yang menyampaikan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan kepada makanan dan minuman mempunyai pengaruh yang amat kecil pada kesehatan badan, bukankah lebih baik berusaha menghindarinya? Mencegah pasti lebih baik dari kepada mengobati bukan?

#2. H. Pylori 

Bakteri H. Pylori pula memegang peranan utama terhadap opini bahaya meniup makanan atau minuman yang tetap panas. Bakteri H. Pylori yaitu bakteri yang menyebabkan rintangan lambung mulai sejak dari luka kecil sampai membesar jadi tukak lambung. yang mengerikan lagi, bakteri ini akan dengan gampang tersebar lewat pernafasan. Pasti hambatan lambung ialah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit.
Amat sangat bahaya sekali bila seseorang yang mempunyai rintangan lambung atau dengan cara tidak sadar mempunyai ganjalan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan terhadap tamu atau terhadap anaknya. Bakteri itu nantinya dapat berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan hasilnya menular ke badan orang lain.


#3. Mikroorganisme 

Pernafasan merupakan salah satu jalan ke luar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk tersebar dan menularkan kepada manusia yang lain. Tidak cuma asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan tersebar dengan tiupan, tapi type bakteri dan virus yang lain serta bisa tersebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tidak disadari oleh seorang yang mengidapnya yang dapat dengan gampang menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman yakni sesuatu yang jelas akan masuk kedalam badan kita, diserap dan terkandung didalamnya termasuk juga nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya.

#4. Kotoran 

Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut yaitu ruang kita menghaluskan seluruh makanan yang serta dicampur dengan bermacam macam enzim untuk menolong menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tidak seluruh dapat masuk kedalam lambung, tentunya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Pastinya hal tersebut berhubungan dengan adab menyajikan makanan kepada tamu atau orang lain yang teramat tak sopan apabila kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan gampang berpindah dari mulut kita kedalam makanan cuma sebab tiupan kita.

Dari penjelasan di atas pastinya telah jelas kenapa meniup makanan atau minuman yang panas amat sangat tak dianjurkan. Yang pasti dikhawatirkan yaitu apabila makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa yang notabene telah mempunyai kekebalan badan maksimal. Melainkan diberikan pada bayi atau balita yang dimaksudkan dikarenakan si bayi tak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita tetap berada dalam umur yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain tentu serentak direspon badan dengan gejala-gejala tidak normal seperti diare, demam, muntah atau lainnya sebagainya.

Lepas dari itu seluruhnya benar-benar sebenarnya manusia hidup dikodratkan untuk sabar dan menikmati kenikmatan yang ada bukan dengan terburu-buru. dengan demikian kita dapat lebih bisa menryukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan pada kita.

Baca Juga : 10 Makanan aneh dan menjijikkan dari Jepang

0 Response to "Bahaya! Jangan Tiup Makanan Panas Ini Buktinya"

Post a Comment

# Dilarang Meninggalkan Link di Kolom Komentar
# Berikan Saran dan Komentar Anda Jika menurut Anda Benar :)