Biosentrisme, Benarkah Ada Kehidupan Setelah Kematian?

loading...
loading...
Faktakah.com - Rekan-rekan Faktakah.com, sudahkah Kawan membaca tulisan kami yang berjudul Benarkah Seorang Mampu Melihat masa Depan? Kami anjurkan Kawan untuk membacanya dulu. Dikarenakan bahasan kita berikut ini tidak jauh tidak sama. Masihlah kira kira materi mistis, yang sulit untuk dijangkau nalar. Bagaimana kehidupan setelah kematian? dan bagaimana pula bukti kehidupan setelah kematian?

Benarkah Ada Kehidupan Setelah Kematian?
Arwah

Benarkah Ada Kehidupan Setelah kematian? 

Seandainya ada orang yang mengambil timbangan untuk mengukur panjang sebuah ruang, apa tanggapan Rekan? Atau yang lain, ada orang yang mengambil meteran buat mengukur berat kerikil 1 truk. Ada pun yang mau menikmati merdunya nada musik namun dengan memakai matanya. Dulu, ada pun yang mau menikmati indahnya satu buah lukisan dengan memakai telinganya. Apa tanggapan Teman? Wajar-wajar saja, normal, aneh, atau malah gila orang yang lakukan perbuatan seperti itu? kehidupan setelah kematian menurut islam memanglah ada dalam Al-qur'an dan bagaiman kehidupan setelah kematian secara ilmiah.

Sebenarnya, kajian menyangkut kehidupan sesudah kematian, atau saat ini lebih terkenal dinamakan dengan istilah biosentrime, ialah wilayah iman. Kita tak bisa mampu mengkajinya dengan mengandalkan otak, pikiran, nalar, ratio, dan logika. Salah media ukur. Sama saja seperti Rekan mengambil timbangan untuk mengukur panjang suatu ruang. 

Kotradiksi ini pun berlaku jika rekan-rekan mau mengkaji sejarah Isra’ dan Miraj Rasulullah SAW, keberadaan malaikat, siksa kubur, nikmat kubur, surga, dan neraka dengan memakai akal. Bukannya hasil positif yang kita dapat. Malah kita bias-bisa aja akan menyangkal sejarah tersebut dan jadi murtad, Subhanallah… 


Sekali lagi, ini wilayah iman, janganlah bawa akal buat mengukurnya. Pakai iman! 
Namun, mungkin kita bisa mampu mengkaji biosentrisme dengan mempersamakan variabel, factor, atau sejarah yang serupa dengan kehidupan sesudah kematian. Namun yang tentu, saat pernyataan itu diminta untuk membuktikannya dengan cara empiris, sehingga masalah utamanya muncul, BUNTU! 
Mana kemungkinan! Nonsense, it’s bullshit!

Setidaknya untuk saat ini, lantaran demikian hangatnya pembahasan menyangkut biosentrisme ini membuat penulis tertarik buat mengangkat masalah ini di blog kita ini. Okelah, untuk tak memperpanjang-panjang masalah ini ada baiknya kita cepat saja menciptakan kajian ini dengan versi ilmiah. 

Suatu penelitian ilmiah terupdate menunjukkan bahwa kematian bukanlah perhentian terakhir. Observasi ilmiah yang dilakukan menyimpulkan kehidupan dan kematian nyatanya berkorespondensi dengan alam lain (multiverse). 

Paparan ilmiah tersebut dijelaskan oleh teori ilmiah bernama biosentrisme. Menurut teori ini, kendati badan didesain buat hancur, tetapi ada satu buah energi yang bekerja dalam otak, merupakan perasaan hidup berkaitan “siapakah saya”. 

"Energi itu tak musnah disaat manusia mati," ilmuwan terkemuka dunia dan pengarang buku Biocentrism, Robert Lanza. Teori sains mengenai energi memang lah menuturkan hukum energy yang tak akan pernah habis. 

Menurut Lanza, energi perasaan hidup itu tidak tercipta, namun tidak pula dapat musnah. Lantas, apakah energi ini berpindah dari satu dunia ke dunia lain? 

Suatu eksperimen yang belum lama ini dipublikasikan dalam jurnal Science memperlihatkan para ilmuwan sanggup mengubah peristiwa yang telah terjadi diwaktu dulu. Melalui percobaan yang memakai beam splitter -- piranti optik yang membelah berkas cahaya, partikel-partikel energi diputuskan keberadaannya. Nyatanya, dari situ mampu ditentukan apa yang berlaku kepada partikel ini terhadap periode dulu maka satu orang akan menyelami pengalaman di periode dulu. 

Kaitan antara pengalaman dan semesta ini melampaui gagasan-gagasan manusia yang berkenaan ruang dan waktu. Namun biosentrisme sendiri menyebut, lokasi dan disaat bukan obyek susah seperti yang dibayangkan. 

Teori ini menganalogikan saat yang merupakan hawa yang sia-sia buat dibekuk manusia sebab memang lah tidak sempat mampu dicapai. "Anda tidak dapat melihat apa juga lewat tulang tengkorak yang menyelimuti otak Kamu," kata Robert Lanza. "Apa yang Kamu lihat dan rasakan sekarang ini ialah putaran info yang di dalam otak Kamu." 

Menurut biosentrisme, tempat dan ketika semata-mata yaitu sarana penghimpun info dengan cara denganan. Lantaran itulah, dalam dunia yang tidak ada ruang dan waktu disebut dengan istilah kematian. 

Energi itu kekal 

Dalam bukunya Ghosthunters, peneliti hantu John Kachuba posting, “Einstein membuktikan bahwa seluruhnya energi di alam semesta merupakan konsisten dan tak mampu diciptakan ataupun dimusnahkan. Jadi, apa yang terjadi dengan energi itu disaat kita mati? Seandainya tidak akan dihancurkan, energi itu tentunya beralih jadi energi dalam wujud lain.” Demikian menurut Einstein. 

Apakah bentuk energi baru itu? Apakah kita mampu menyebutnya hantu? 
Ide ini muncul dan diusulkan juga sebagai kebenaran adanya hantu. Sebuah grup pemburu hantu di Amerika Serikat yang bernama Tri County yang Paranormalnya menyebut, “Ketika kita hidup, kita mempunyai energi listrik dalam badan kita. Apa yang berjalan dengan listrik yang berada dalam badan kita, yang menciptakan jantung berdenyut dan kita bernafas?” 


Jawaban pertanyaan itu sebenarnya amat sangat sederhana dan tak misterius. Sesudah seseorang orang mati, energi dalam badan mereka ataupun semua organisme lain pindah ke lingkungan. Disaat satu orang manusia mati, energi yang tersimpan dalam badan mereka dilepas dalam wujud panas, dan pindah ke binatang yang mengkonsumsi jasad itu, baik binatang liar ataupun bakteri dan cacing juga tumbuhan yang menyerap nutrisi dari tanah. Apabila jasad itu dikremasi, energi dilepas dalam wujud panas dan cahaya. 

Saat kita makan tumbuhan atau binatang mati, kita konsumsi energi mereka dan mengubahnya jadi energi bagi badan kita. Reaksi kimia disaat makanan dicerna melepas energi yang dibutuhkan binatang untuk hidup, bergerak dan bereproduksi. Energi itu bukan dalam wujud energi elektromagnetik yang berbentuk bola cahaya, melainkan panas dan energi kimia.
loading...

0 Response to "Biosentrisme, Benarkah Ada Kehidupan Setelah Kematian?"

Post a Comment