Berkurang 30%, Waktu Tidur Manusia Berkurang Saat Bulan Purnama

loading...
loading...
Faktakah.com - Waktu Tidur Manusia Berkurang Saat Bulan Purnama. Waktu yang dibutuhkan untuk seseorang tidur adalah 6-8 jam untuk orang dewasa, sedangkan anak kecil perlu 9 jam tidur. Namun, hal ini sangat jarang bisa terpenuhi karena berbagai alasan. Salah satu alasannya berasal dari fenomena alam, yakni bulan purnama. Tahukah kamu? Saat bulan purnama, waktu tidur berkurang. Mungkin banyak yang tidak menyadari hal ini. Maka simaklah penjelasan berikut.
Berkurang 30%, Waktu Tidur Manusia Berkurang Saat Bulan Purnama
Ilustrasi

Tahukah Kamu? Saat Bulan Purnama, Waktu Tidur Berkurang 

Para peneliti dalam jurnal Current Biologi mengungkapkan bahwa siklus tidur manusia dipengaruhi oleh siklus bulan. Semula, diketahui bahwa siklus bulan mempengaruhi waktu tidur pada reptil dan serangga. Namun telah ditemukan bahwa siklus tidur manusia dipengaruhi oleh bulan. Siklus bulan ini disebut dengan circalunar clock.

Salah seorang rekan penulis studi Cristian Cajochen  yang berasal dari Universitas Barsel di Swiss mengatakan jika kemungkinan siklus lunar berpengaruh juga pada waktu tidur manusia. Bahkan tanpa mereka melihat bulan purnama ataupun menyadari bahwa terjadi bulan purnama.

Untuk membuktikan dibuatlah penelitian dengan 33 relawan, telah di data bagaimana gerak-gerik mereka sedang tidur, berapa lama mereka tidur dan bagaimana kondisi mereka tidur saat bulan purnama dan sedang tidak bulan purnama.

Penelitian tersebut akhirnya mendapatkan hasil yakni pada saat bulan purnama, waktu tidur para relawan berkurang. Bahkan aktivitas otang yang berkaitan dengan kondisi nyenyak saat tidur berkurang hingga 30 persen dari biasanya.

Selain mengurangi tingkat kenyenyakan saat tidur, bulan purnama diduga juga mempengaruhi hormon melatonin. Hormon ini berfungsi dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Oleh karena itu, para relawan mengalami kesulitan tidur sekitar 5 menit dari biasanya.
Berkurang 30%, Waktu Tidur Manusia Berkurang Saat Bulan Purnama
Ilustrasi bulan purnama
Salah seorang peneliti tidur dan sikardian yang berasal dari University of Surrey di Inggris, Von Schantz mengungkapkan bahwa penemuan ini sangatlah menarik. Karena ini merupakan suatu penemuan yang berharga mengingat sebelumnya penelitian tentang tidur masih secara umum saja.

Von Schantz menjelaskan bahwa beberapa penelitian yang pernah ada belum ada yang berhasil dalam menjelaskan hubungan yang signifikan antara fase bulan purnama dengan waktu tidur manusia yang berkurang sesuai dengan parameter fisiologis dan perilaku manusia.

Salah satu hal yang dijadikan bukti adalah kearifan lokal yang ada. Pada jaman dahulu, saat terjadi bulan purnama yang terang, sebagian besar orang memilih untuk keluar dari rumah dan bermain di luar. Bahkan di beberapa daerah memilih untuk berburu saat terjadi bulan purnama untuk berjaga-jaga dari binatang buas. Nenek moyang kita dahulu beranggapan jika banyak cahaya sinar bulan purnama mengenai bumi, maka binatang-binatang buas akan keluar mencari makan.

Penemuan ini belumlah menjadi akhir dari sebuah kesimpulan yang pasti. Mengingat banyaknya penelitian yang gagal untuk membuktikan hal ini, maka dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Perlu adanya banyak bukti untuk memperkuatnya.

Demikianlah artikel mengenai berkurangnya waktu tidur manusia saat bulan purnama. Jadi dengan adanya temuan berharga ini diharapakan dapat dikembangkan dan digunakan manusia lebih baik dalam waktu tidur, penemuan ini membuat para peneliti semakin terbuka untuk memperoleh penjelasan yang pasti mengenai kaitannya siklus bulan purnama dengan waktu tidur manusia yang berkurang.

Terima kasih telah membaca artikel waktu tidur manusia berkurang saat bulan purnama, semoga dapat menambah wawasan kamu tentang kesehatan.

Baca Juga: Ternyata Penduduk Surga Tak Pernah Mengalami Tidur
loading...

0 Response to "Berkurang 30%, Waktu Tidur Manusia Berkurang Saat Bulan Purnama"

Post a Comment